1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
27 Maret 2020 13:29

Golongan darah paling rentan terinfeksi Corona, ini penjelasannya

Penelitian menyebut pasien bergolongan darah A lebih rentan terjangkit virus Corona. Nur Luthfiana Hardian

Brilio.net - Wabah virus Corona atau COVID-19 belum berhenti jadi pusat perhatian. Sejak kabar munculnya virus ini pertama kali di Wuhan, China, hingga saat ini penyebarannya kian meluas. Kini lebih dari 50 negara selain dataran China terkena imbasnya, termasuk Indonesia. Pihak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memberi status Corona sebagai pandemi global.

Cepatnya persebaran virus Corona di dunia, membuat para ahli terus melakukan penelitan. Salah satunya adalah faktor persebaran melalui golongan darah. Dilansir dari wpxi, sebuah penelitian di China menunjukkan bahwa orang dengan golongan darah tertentu mungkin lebih rentan terhadap virus COVID-19.

Pada diri manusia terdapat beberapa golongan darah, seperti golongan darah A, B, AB, dan O. Hal ini berarti ada pula perbedaan molekul gula pada permukaan sel darah merah pada masing-masing golongan darah.

Menurut penelitian itu, orang dengan darah tipe A tampaknya lebih berisiko daripada orang-orang dengan golongan darah lainnya. Berbeda halnya dengan golongan darah O, yang dinilai lebih kebal terinfeksi virus Corona COVID-19. Hasil penelitan itu sudah tersebar di media sosial dan sedang ramai diperbincangkan.

Studi itu telah mengamati jenis darah dari 2.173 pasien dari tiga rumah sakit, dan membandingkan golongan darah tersebut dengan golongan darah dari 3.694 orang yang mewakili populasi umum Wuhan.

Apa yang mereka temukan adalah persentase orang yang dirawat di rumah sakit dengan Corona, yang memiliki golongan darah A secara signifikan lebih tinggi daripada di antara populasi umum. Studi ini juga menunjukkan bahwa proporsi orang golongan darah O, yang dirawat di rumah sakit dengan virus, secara signifikan lebih rendah daripada orang dengan golongan darah populasi umum.

Dari mereka yang dirawat di rumah sakit untuk Covid-19, 37,75 persen memiliki golongan darah A, sementara 25,8 persen memiliki golongan darah O. Dari 206 pasien dalam penelitian yang meninggal, 85 memiliki golongan darah A atau sekitar 41 persen dari semua kematian.

Hasil penelitan golongan darah dan Corona membuat masyarakat bertanya-tanya, apakah benar mereka lebih mungkin terkena virus Corona karena genetika mereka. Hasil dari penelitian ini mungkin akan membuat orang dengan golongan darah A akan lebih panik dan lebih khawatir.

Hasil studi ini telah diposting di medRxiv, arsip online bagi para peneliti untuk menampilkan studi yang telah mereka lakukan. Dari data yang didapatkan, penelitan ini masih perlu ditelaah lebih lanjut.

Sakthivel Vaiyapuri, seorang associate professor di University of Reading, Inggris telah membaca penelitian ini. Vaiyapuri mengatakan bahwa ia tidak akan memberikan banyak bobot pada penelitian ini karena belum ditelaah sejawat.

Lebih baik untuk 'mengabaikan' setiap artikel yang belum diteliti dengan baik oleh peer review dan diterbitkan dalam jurnal ilmiah yang ketat, kata Vaiyapuri.

Vaiyapuri juga mengatakan ukuran penelitian tampaknya tidak menunjukkan efek golongan darah untuk pasien di salah satu dari tiga rumah sakit yang digunakan dalam penelitian.

"Mereka juga belum mempertimbangkan beberapa parameter lain yang mungkin telah mengubah kesimpulan sepenuhnya," lanjut Vaiyapuri.

Sakthivel Vaiyapuri berharap agar masyarakat tidak mudah percaya dan panik.

Selain itu, mereka tidak melihat efek apa pun di satu rumah sakit yang mereka analisis. Jadi penelitian ini terlalu spekulatif, dan data tidak kuat untuk membuat kesimpulan tegas. Orang tidak boleh panik berdasarkan hasil penelitian ini, ungkap Vaiyapuri.

Seorang peneliti dari Laboratorium Eksperimental Hematologi di Tianjin mengatakan, bahwa penelitian ini mungkin bermanfaat bagi para peneliti medis, tetapi masyarakat tidak boleh panik dengan temuan tersebut. Penelitian ini belum bisa menggambarkan keadaan yang sebenarnya.

Berikut penjelasan mengenai jenis golongan darah yang rentan terinfeksi virus Corona Covid-19, brilio.net rangkum dari berbagai sumber pada Jumat (27/3).


Presentase golongan darah yang rentan terinfeksi Corona Covid-19.

BACA JUGA :
Kabar Annisa Pohan usai foto sama Bupati Karawang yang positif Corona


foto: pixabay.com

Penelitian yang sudah tersebar itu belum bisa jadi patokan mutlak. Dilansir dari The New York Times, di Inggris, ada 48 persen orang yang memiliki golongan darah O. Ada 38 persen orang yang memiliki golongan darah A. Ada 10 persen orang yang memiliki golongan darah B. Dan yang terakhir ada 3 persen orang yang memiliki golongan darah AB.

Kemudian dengan presentase tersebut, golongan darah O ada 25 persen yang terinfesi. Golongan darah A ada 38 persen yang terinfeksi. Golongan darah B ada 26 persen yang terinfeksi. Sementara golongan darah AB ada 10 persen yang terinfeksi.

Dari data yang ada, penelitian terkait golongan darah yang rentan terinfeksi Corona masih harus dilakukan lagi. Tentu saja dengan perhitungan yang benar-benar bisa mewakili presentase jumlah golongan darah secara keseluruhan. Satu-satunya pengobatan yang awal atau kunci utama adalah menjaga imun dan jaga kebersihan.


Cara menaikkan imun tubuh.

Sistem kekebalan tubuh dirancang untuk melawan penyakit dan virus. Tetapi sayangnya, sistem kekebalan tubuh dapat dihancurkan oleh banyak hal khas kehidupan modern, misalnya, stres, racun, kurang olahraga, dan makan yang tidak sehat. Imun bisa didapatkan dari dari asupan nutrisi seimbang setiap harinya.

BACA JUGA :
Bantu lawan virus Corona, Anne Avantie produksi APD bagi tim medis


1. Vitamin A.

foto: unsplash.com

Vitamin A menjaga struktur sel di kulit, saluran pernapasan, dan usus. Membentuk penghalang, garis pertahanan pertama tubuh. Vitamin A juga berguna untuk membantu membuat antibodi bertugas menetralisasi patogen penyebab infeksi. Vitamin A dapat ditemukan dalam ikan berminyak, kuning telur, keju, tahu, biji-bijian, dan kacang-kacangan.

Sayuran yang mengandung beta-karoten, juga dapat dikonversi oleh tubuh menjadi vitamin A. Beta-karoten dapat ditemukan dalam sayuran hijau, sayuran kuning, dan oranye, seperti labu dan wortel.


2. Vitamin B.

foto: unsplash.com

Vitamin B, khususnya B6, B9, dan B12, berkontribusi memberikan respons pertama tubuh ketika ada patogen. Vitamin B melakukan tugasnya dengan memproduksi sel 'pembunuh alami'. Sel pembunuh alami bekerja meledakkan sel yang terinfeksi. Suatu proses yang disebut apoptosis.

B6 ditemukan dalam sereal, kacang-kacangan, sayuran berdaun hijau, buah, kacang-kacangan, ikan, ayam dan daging. B9 (folat) berlimpah dalam sayuran berdaun hijau, kacang-kacangan dan biji-bijian dan ditambahkan ke tepung pembuat roti komersial.

Sementara vitamin B12 (cyanocobalamin) ditemukan dalam produk hewani, termasuk telur, daging, dan susu, dan juga dalam susu kedelai yang diperkaya (periksa panel informasi nutrisi).


3. Vitamin D.

foto: unsplash.com

Beberapa sel kekebalan tubuh membutuhkan vitamin D untuk membantu menghancurkan patogen yang menyebabkan infeksi. Walaupun paparan sinar matahari memungkinkan tubuh memproduksi vitamin D, sumber makanan termasuk telur, ikan, dan beberapa merek susu dan margarin dapat diperkaya dengan Vitamin D.

Orang dengan kekurangan vitamin D mungkin membutuhkan suplemen. Suplemen vitamin D dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi pernapasan akut, terutama di antara orang-orang yang kekurangan.


4. Vitamin C.

foto: unsplash.com

Vitamin yang cukup terkenal untuk menjaga imun adalah vitamin C. Jika kamu kekurangan vitamin ini, tubuh akan rentan terserang penyakit. Sayangnya vitamin ini tidak bisa diproduksi sendiri oleh tubuh.

Tubuh perlu asupan vitamin C dari makanan atau minuman setiap harinya. Vitamin C bisa kamu dapatkan melalui beberapa buah dan sayur, seperti jeruk, strawberry, paprika, bayam, kangkung, dan brokoli.


5. Vitamin E.

foto: unsplash.com

Vitamin E baik untuk jadi antioksidan tubuh. Vitamin ini dipercaya kuat membantu tubuh melawan infeksi. Kamu bisa mendapatkan asupan vitamin E ini melalui beberapa makanan, seperti kacang-kacangan, biji-bijian, dan bayam. Semakin banyak sayuran hijau yang kamu konsumsi, semakin baik pula untuk kesehatan.


6. Zat besi, seng, dan selenium.

foto: unsplash.com

Tubuh membutuhkan zat besi, seng dan selenium untuk pertumbuhan sel kekebalan tubuh. Besi membantu membunuh patogen dengan meningkatkan jumlah radikal bebas yang dapat menghancurkannya. Zat tersebut juga mengatur reaksi enzim yang penting bagi sel kekebalan untuk mengenali patogen.

Seng membantu menjaga integritas kulit dan selaput lendir. Seng dan selenium juga bertindak sebagai antioksidan, membantu membersihkan beberapa kerusakan yang disebabkan oleh stres oksidatif.

Zat besi ditemukan dalam daging, ayam, dan ikan. Sumber-sumber vegetarian termasuk kacang-kacangan, serealia utuh dan sereal sarapan yang diperkaya zat besi.

Seng ditemukan dalam tiram dan makanan laut lainnya, daging, ayam, kacang kering dan kacang-kacangan. Kacang-kacangan (terutama kacang Brasil), daging, sereal dan jamur adalah sumber makanan selenium yang baik.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags