1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
15 Juli 2021 07:45

12 Penyebab usus buntu, gejala dan cara alami mengobatinya

Kenali gejala dan penyebab usus buntu sebelum terlambat. Desinta Ramadani
foto: freepik.com

Brilio.net -Penyakit radang usus buntu atau Apendisitis bisa menyerang siapa saja. Dari mulai anak-anak sampai rentang usia dewasa. Saat seseorang mengalami gangguan ini, ia akan merasakan nyeri luar biasa dibagian perutnya. Usus buntu merupakan kondisi usus mengalami pembengkakan, peradangan, dan dipenuhi nanah.

Dilansir dari kemenkes.go.id, Apendisitis atau usus buntu merupakan suatu organ berbentuk tabung. Organ ini memiliki panjang sekitar 10 cm dan berpangkal pada sekum (bagian usus besar). Ketika usus buntu ini tersumbat usus akan meradang yang menyebabkan sakit pada bagian perut.

BACA JUGA :
Benarkah makan biji cabai atau jambu menyebabkan radang usus buntu?


Apabila masalah ini tidak segera diatasi, maka penyumbatan akan semakin parah. Ketika peradangan bertambah parah, fase nyeri usus buntu biasanya meningkat dan bisa berbahaya. Jaringan yang meradang dapat terinfeksi bakteri. Jaringan tersebut juga akan mati akibat kekurangan suplai darah.

Pada dasarnya usus buntu menjadi rumah terbaik bagi bakteri baik yang sebenarnya memberi manfaat bagi tubuh. Namun, saat organ ini tersumbat, bakteri yang berkembang biak dengan cepat akan menimbulkan masalah serius. Ketahui beberpa hal penyebab usus buntu agar terhindar dari penyakit ini.

Jagalah kesehatan dalam perut sebaik mungkin. Simak rangkuman penjelasan brilio.net tentang penyebab, gejala, hingga cara alami mengobati usus buntu dari berbagai sumber pada Kamis(15/7).

BACA JUGA :
20 Manfaat bawang putih tunggal buat kesehatan & kesuburan

1. Sering menahan buang angin.

foto: freepik.com

Salah satu kebiasaan buruk yang memicu radang usus buntu yaitu sering menahan buang angin atau kentut. Hal ini kerap dilakukan saat seseorang berada di tempat umum karena merasa malu jika buang angin. Apabila menahan kentut, gas yang ada di saluran pencernaan menjadi tertahan. Sehingga dinding usus menjadi tipis dan meningkatkan risiko peradangan usus buntu.

2. Infeksi saluran pencrnaan.

foto: freepik.com

Infeksi saluran cerna disebabkan oleh virus, bakteri, jamur, atau cacing Enterobius vermiculari yang telah menyebar ke usus buntu. Hal ini dapat menyumbat sebagian rongga usus atau menutupinya secara menyeluruh. Jika penyumbatan menutupi seluruh rongga usus buntu, yang bisa dilakukan adalah dengan operasi.

3. Kerap mengonsumsi makanan yang dibakar.

foto: freepik.com

Makanan yang diolah dengan cara dibakar memang memiliki cita rasa yang nikmat. Beberapa jenis makanan yang dibakar tersebut diantaranya sate, ayam bakar, atau ikan bakar. Diolah menggunakan arang membuat sebagian makanan tampak hitam atau hangus. Kondisi inilah yang jika sering dikonsumsi bisa menimbulkan bahaya. Kandungan zat karsinogen pada makanan yang dibakar bisa memicu kanker serta gejala usus buntu.

4. Faktor genetik.


foto: freepik.com

Pemicu munculnya usus buntu yang tidak bisa dihindarkan yaitu faktor genetik atau keturunan. Ketika salah satu di antara kedua orangtua pernah mengalami usus buntu, maka bisa jadi akan berdampak pada keturunannya. Jika dibandingkan dengan anak yang tak punya ikatan darah usus buntu, anak yang memiliki keturunan usus buntu memiliki risiko terjangkit usus buntu sepuluh kali lipat. Selain itu golongan darah A punya risiko lebih tinggi mengalami usus buntu daripada golongan darah O.

5. Feses yang menumpuk.

foto: freepik.com

Selain karena virus, usus buntu juga bisa tersumbat karena terjadinya penumpukan feses. Ketika feses tertumpuk akan jadi rumah baru bagi bakteri. Lama kelamaan jika dibiarkan bisa mengakibatkan masalah besar, yakni pembekakan, peradangan usus buntu.

6. Sering makan gorengan.

foto: freepik.com

Gorengan menjadi salah satu hidangan favorit bagi kebanyakan orang. Cita rasanya yang gurih dan lezat menjadikannya banyak diburu banyak orang. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering gorengan juga bisa menimbulkan berbagai penyakit, termasuk usus buntu. Makanan yang digoreng juga mengandung zat karsinogen yang berbahaya. Agar tetap sehat, hindari mengonsumsi gorengan secara berlebih dan beralih ke makanan yang lebih sehat. Misalnya mengonsumsi makanan yang direbus atau dikukus.

7. Makan-makanan pedas dan rendah serat.

foto: freepik.com

Dalam kehidupan sehari-hari banyak makanan enak disajikan secara pedas. Bagi sebagian orang makanan pedas ini sangat menggugah selera. Namun, jika dikonsumsi secara berlebihan makanan tersebut akan berbahaya bagi kesehatan. Kebiasaan sehari-hari ini dapat menyebabkan peradangan pada usus. Hal ini disebabkan biji cabai yang tidak hancur sehingga mengakibatkan penyumbatan usus dalam waktu yang lama. Jika dibiarkan terus-menerus akhirnya menjadi penyebab dari usus buntu.

8. Jajan sembarangan.

foto: freepik.com

Radang usus buntu bisa disebabkan karena adanya infeksi bakteri, misalnya bakteri jenis Salmonella dan E. Coli, bisa hidup di makanan yang kurang higienis. Oleh sebab itu, jika kamu terbiasa jajan sembarangan, radang usus buntu jadi lebih mudah menyerang.

9. Cedera pada perut.

foto: freepik.com

Cedera atau trauma pada perut bisa disebabkan oleh gerakan olahraga yang salah atau tidak sengaja terkena benda tumpul. Ketika perut mengalami cedera maka akan terasa sakit yang luar biasa. Bahkan, dibeberapa kasus hal ini juga memicu seseorang untuk terkena usus buntu. Maka dari itu, lakukan pemanasan dan lebih berhati-hati dalam menjaga diri saat berolahraga.

10. Tumor.

foto: freepik.com

Penyebab usus buntu selanjutya yaitu adanya tumor. Tumor atau daging tumbuh bisa menyerang di seluruh bagian tubuh manusia termasuk usus buntu. Saat tumor mengendap di bagian usus, rongga usus buntu akan tersumbat. Maka terjadilah peradangan atau penyakit usus buntu. Selain tumor, iritasi karena bisul juga bisa terjadi di dalam usus buntu.

11. Menghirup polusi udara.

foto: freepik.com

Beberapa ilmuwan Kanada menyatakan kalau polusi udara mungkin jadi salah satu penyebab radang usus buntu. Ahli gastroenterologi Dr Gilaad G Kaplan dari University of Calgari dan timnya mendapati makin banyak orang masuk ke rumah sakit karena radang usus. Padahal di tahun itu musim panas.

Mereka menganalisis penderita yang lebih sering berada di luar rumah, sehingga terkena paparan polusi udara. Banyak penderita akhirnya memeriksakan diri ke rumah sakit. Jumlah penderita radang usus ini lebih banyak yang biasa beraktivitas di luar ruangan.

12. Benda asing dalam sistem cerna.

foto: freepik.com

Usus merupakan tempat saluran makanan yang masuk dalam tubuh. Pada organ ini makanan diproses dan diolah menjadi bentuk feses. Apabila secara sengaja atau tidak sengaja pernah mengonsumsi makanan yang didalamnya terdapat benda asing maka dapat menyebabkan peradangan usus. Benda tersebut akan masuk ke pencernaan dan dapat menginfeksi yang berujung pada usus buntu.

Gejala penyakit usus buntu.

foto: freepik.com

Pada tahap awal penyakit usus buntu ini menimbulkan gejala nyeri pada perut. Bukan sekadar sakit perut biasa, rasa sakit yang dirasakan pun bervariasi. Hal ini tergantung pada usia (berapa lama usus buntu) dan posisi usus buntunya. Apabila disepelekan rasa nyeri dapat bertambah parah, terutama saat bergerak, menarik napas dalam, batuk, atau bersin.

Ada banyak gejala usus buntu yang patut diwaspadai sejak dini. Adapun gejala penyakit ialah nyeri mendadak dimulai di sisi kanan perut bagian bawah, nyeri mendadak dimulai di sekitar pusar dan bisa bergeser ke perut kanan bawah. Perut sangat sakit saat kamu batuk, sakit saat berjalan atau melakukan gerakan lain, mual dan muntah, kehilangan selera makan, demam ringan, sembelit atau diare, dan perut kembung.

Cara mengobati usus buntu.

foto: freepik.com

Cara pengobatan yang paling ampuh dan mampu menyembuhkan dengan tuntas adalah dengan cara operasi atau dibedah. Saat dilakukan pemeriksaan laboratorium, sel darah putih (leukosit) akan mengalami kenaikan. Namun, selain dengan operasi terdapat beberapa obat herbal yang dapat meringankan gejala sakit usus buntu. Beberapa obat alami dari tanaman herbal tersebut antara lain:

1. Bawang putih.

foto: freepik.com

Menurut penelitian Avicenna Journal of Phytomedicine, kandungan allicin dalam bawang putih terbukti efektif melawan dua jenis bakteri (Salmonella dan E. coli) yang sering menginfeksi saluran pencernaan, termasuk usus buntu.

Untuk mendapatkan khasiatnya, cukup kunyah potongan bawang putih mentah atau tambahkan irisan bawang putih pada masakan sehari-hari.

2. Fenugreek.



foto: freepik.com

Fenugreek mencegah pembentukan lendir dan nanah di dalam usus buntu, sehingga mencegah rasa sakit. Cara mengonsumsi fenugreek, rebus dua sendok makan biji fenugreek dengan satu liter air selama 30 menit. Kemudian saring dan minum dua kali sehari untuk mengobati penyakit usus buntu. Fenugreek memiliki rasa dan aroma seperti sirup maple. Fenugreek suda lama diipercaya mampu mengobati radang usus buntu secara alami.

3. Minyak jarak.

foto: freepik.com

Minyak jarak merupakan salah satu obat herbal yang dapat digunakan untuk mengobati sakit perut akibat radang usus buntu. Beberapa ahli pengobatan alternatif juga cukup sering menggunakan minyak jarak untuk meredakan rasa sakit dan mengurangi peradangan.

Cara penggunaannya cukup mudah, siapkan minyak jarak, botol air hangat, baskom, selembar plastik dan kain handuk yang bersih. Kemudian, tuang minyak jarak dalam baskom, dan celupkan sebagian kain handuk ke dalamnya. Letakkan kain handuk yang menganduk minyak jarak ke area yang nyeri. Letakkan plastik kemudian botol air hangat, setelah 20 menit bilas area yang terkena larutan.

4. Minyak almond.

foto: freepik.com

Minyak almond juga dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati radang usus buntu. Gunakan minyak ini untuk memijat perut dari bagian luar. Hangatkan minyak almond, kemudian jadikan minyak almond hangat sebagai kompres perut. Sembari mengompres, lakukan pijat secara menyeluruh di daerah yang terkena. Ulangi cara ini supaya mendapatkan hasil yang maksimal. Cara ini juga mampu membantu mengurangi rasa sakit pada perut.

5. Ginseng.

foto: freepik.com

Khasiat ramuan alami ini dikenal karena kemampuannya untuk mengobati nyeri usus buntu secara efektif. Yang perlu dilakukan adalah minum teh ginseng dua kali sehari sampai rasa sakit mereda.

6. Mint.

foto: freepik.com

Mint juga merupakan obat rumahan yang berguna untuk mengobati radang usus buntu. Ini membantu dalam mengobati gejala radang usus buntu seperti mual, muntah, dan gas. Kamu dapat menyiapkan teh mint dengan merebus beberapa daun mint dengan air, kemudian minumlah tiga kali sehari. Kalau tidak kamu juga bisa mengunyah daun mint langsung untuk menghilangkan rasa sakit usus buntu.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags