1. Home
  2. ยป
  3. Kesehatan
6 Oktober 2020 07:02

10 Manfaat buncis untuk kesehatan, jaga berat badan ideal

Kandungan serat pada buncis juga membantu mencegah berbagai jenis kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Shofia Nida
foto: freepik.com

Brilio.net - Buncis adalah salah satu sayuran hijau yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Buncis termasuk polong-polongan yang memiliki rasa manis, gurih, dan segar. Biasanya, buncis diolah menjadi tumis atau oseng-oseng yang lezat.

Selain lezat, buncis juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang membuat tubuh menjadi sehat apabila mengonsumsinya. Buncis mengandung banyak vitamin esensial termasuk folat. Satu cangkir buncis mentah mengandung 33 mikrogram (mcg) folat, hampir 10 persen dari nilai harian yang direkomendasikan. Folat adalah vitamin B yang membantu mencegah cacat tabung saraf dan cacat lahir lainnya.

BACA JUGA :
10 Manfaat kacang hijau untuk kesehatan, bantu turunkan berat badan


Buncis merupakan sumber lutein dan zeaxanthin yang kuat, selain senyawa kuat lainnya. Kandungan serat pada buncis juga membantu mencegah berbagai jenis kanker, penyakit jantung, dan diabetes. Serat juga meningkatkan kesehatan pencernaan, kalsium dalam buncis meningkatkan kesehatan tulang, sementara lutein dan zeaxanthin meningkatkan penglihatan.

Vitamin A, C, dan K pada buncis juga menambah manfaat buncis untuk kesehatan. Dilansir dari healthline dan style craze pada Senin (5/10), ini 10 manfaat buncis untuk kesehatan tubuh.

1. Melawan sel kanker.

BACA JUGA :
10 Manfaat edamame untuk kesehatan, bisa atasi depresi

foto: freepik

Asupan buncis, secara umum, telah dikaitkan dengan penurunan risiko kanker payudara. Hal ini dapat dikaitkan dengan kandungan serat yang tinggi pada buncis. Buncis kaya akan berbagai senyawa bioaktif yang menawarkan perlindungan terhadap kanker.

Buncis juga memiliki indeks glikemik rendah yang juga dikaitkan dengan risiko kanker. Kandungan saponin, gamma-tokoferol, dan fitosterol pada buncis merupakan senyawa dengan sifat anti karsinogenik.

2. Menjaga kesehatan jantung.

foto: freepik

Asupan kacang-kacangan yang merupakan bagian dari sayuran hijau seperti buncis, telah dikaitkan dengan penurunan risiko penyakit jantung koroner. Hal ini dikarenakan buncis mengandung vitamin B12, yang membantu mengurangi kadar homosistein plasma. Homosistein adalah asam amino tertentu yang terdapat di dalam tubuh, yang peningkatannya telah dikaitkan dengan penyakit jantung.

Selain itu, magnesium dan serat dalam buncis juga berperan dalam menjaga kesehatan jantung. Serat dapat membantu menurunkan kolesterol dan tekanan darah, bahkan meningkatkan fungsi pembuluh darah. Buncis juga kaya akan kandungan vitamin K dan luetin yang dibutuhkan untuk tubuh. Asupan vitamin K yang cukup dapat membuat pembuluh darah dan jaringan tubuh lainnya terhindar dari tekanan darah tinggi atau serangan jantung.

3. Mengontrol gula darah.

foto: freepik

Studi menunjukkan bahwa buncis dapat menyebabkan efek metabolisme yang menguntungkan pada penderita diabetes. Memakan buncis setiap hari bersama diet rendah glisemik, dapat membantu menurunkan kadar gula darah dan bahkan mengurangi risiko penyakit jantung pada penderita diabetes.

4. Memperkuat tulang.

foto: freepik

Buncis merupakan sumber kalsium yang baik. Kalsium dapat mengurangi risiko osteoporosis. Buncis juga kaya vitamin K, yang merupakan nutrisi penting untuk tulang yang kuat. Satu-satunya kelemahan buncis adalah kandungan fitatnya.

Fitat merupakan zat dalam kacang-kacangan yang dapat menghambat penyerapan nutrisi tertentu, termasuk kalsium. Dengan kata lain, fitat bersifat anti nutrisi. Namun, kamu bisa mengurangi kandungan fitat pada buncis dengan merendamnya dalam air selama beberapa jam sebelum dimasak dalam air tawar.

5. Membantu menjaga berat badan ideal.

foto: freepik

Buncis adalah sayuran yang rendah kalori. Satu cangkir buncis mentah hanya mengandung 31 kalori, hampir tidak ada lemak, dan hanya 3,6 gram (g) gula. Kalori yang rendah membuat buncis menjadi salah satu menu makanan yang bagus untuk digunakan dalam program diet atau menjaga berat badan supaya tetap ideal.

6. Mengobati depresi.

foto: freepik

Asupan buah dan sayur secara umum telah dikaitkan dengan penurunan risiko depresi. Buncis kaya akan vitamin C dan vitamin B, yang dikenal dapat meningkatkan kesehatan mental. Buncis juga kaya akan magnesium, seng, dan asam amino glutamin serta tirosin. Semua ini ditemukan untuk meningkatkan kesehatan mental dengan meningkatkan produksi neurotransmitter.

Protein dalam kacang buncis juga dapat meningkatkan profil asam amino tubuh, sehingga memiliki efek positif pada fungsi otak dan kesehatan mental. Kromium dan nutrisi penting lainnya dalam buncis juga dapat mengobati depresi dan meningkatkan kesehatan otak.

7. Menyehatkan mata.

foto: freepik

Buncis mengandung karotenoid yang berfungsi meningkatkan penglihatan mata. Kacang hijau ini dapat mencegah degenerasi makula terkait usia, biasanya mempengaruhi orang-orang yang berusia lanjut.

Buncis juga mengandung senyawa lutien dan zeaxanthin. Studi menunjukkan bagaimana nutrisi ini dapat mencegah degenerasi makula terkait usia (AMD) dan katarak. Asupan lutein dan zeaxanthin yang lebih tinggi juga dapat membantu mencegah AMD pada orang yang secara genetik cenderung terkena penyakit.

8. Menjaga kesehatan kehamilan.

foto: freepik

Buncis adalah salah satu jenis kacang yang kaya akan folat. Diketahui, folat adalah nutrisi yang sangat penting selama kehamilan. Folat bertanggung jawab untuk produksi sel darah merah dalam tubuh manusia. Folat juga berperan dalam mengembangkan sistem saraf embrio dan cukup mengurangi risiko cacat tabung saraf pada bayi.

9. Menjaga kesehatan pencernaan.

foto: freepik

Sayur buncis sangat tinggi serat. Serat larut dan tidak larut dalam buncis mampu melancarkan pencernaan dan membantu mencegah sebagian besar bentuk kanker pencernaan. Konsumsi buncis juga bisa membantu mengobati gejala sindrom iritasi usus. Buncis juga memiliki sifat diuretik yang kuat. Ini dapat berfungsi sebagai detoksifikasi dan membantu membersihkan tubuh dari racun.

10. Meningkatkan kekebalan tubuh.

foto: freepik

Sayur buncis mengandung karotenoid dan merupakan sumber vitamin A. Secangkir buncis menawarkan hampir 20% dari nilai harian vitamin A. Nutrisi tersebut melawan peradangan dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Sehingga, jika kamu rutin mengonsumsi sayur buncis maka kekebalan tubuhmu akan meningkat dan tidak mudah terserang penyakit.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags