1. Home
  2. ยป
  3. Jalan-Jalan
6 September 2018 06:33

Pertama muncul 33 tahun lalu, ritual tabot kembali digelar di Bengkulu

Ritual keagamaan yang dikembangkan jadi atraksi wisata. Syifa Fauziah
Ritual Tabot di Bengkulu/foto: istimewa

Brilio.net - Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki keindahan alam dan budaya yang bisa menjadi potensi wisata untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke daerah tersebut. Namun sayangnya, masih banyak sekali daerah di Indonesia yang memiliki keindahan alam dan budaya yang tentu saja tidak banyak orang yang tahu.

Sebut saja Bengkulu. Meskipun berada di wilayah Sumatera yang hampir sebagian provinsinya sudah memiliki pasar wisatawan, Bengkulu ini berbeda. Masih banyak orang yang tidak tahu mengenai destinasi wisata dan budaya yang terdapat di Bengkulu, terutama wisatawan mancanegara.

BACA JUGA :
Tirta Gangga, taman indah & tersembunyi di ujung timur Pulau Dewata


Oleh sebab itu, melalui event Tabot Bengkulu 2018 diharapkan bisa menarik lebih banyak lagi wisatawan domestik maupun mancanegara yang datang ke Bengkulu. Tabot sendiri merupakan ritual keagamaan yang sudah berkembang menjadi atraksi wisata.

"Perayaan Tabot ini sudah ada sejak tahun 1685, pertama kali dilaksanakan oleh Syekh Burhanuddin yang dikenal sebagai Imam Senggolo. Event ini selalu dinanti oleh banyak orang dan bisa menjadi magnet untuk para wisatawan," ujar plt Gubernur Bengkulu, Rohidin Mersyah saat konfrensi pers di Kementerian Pariwisata, Rabu (5/9).

BACA JUGA :
10 Potret Embung Kledung Temanggung, mirip Danau Kawaguchi Jepang

Pelaksanaan festival dan ritual Tabot Bengkulu ini dilaksanakan selama 10 hari, mulai tanggal 1 hingga 10 Muharam. Ritual tersebut dilaksanakan langsung oleh kelompok masyarakat yang dikenal dengan Kerukunan Keluarga Tabot (KKT) Bengkulu.

Di hari pertama dilaksanakan prosesi Mengambik Tanah (mengambil tanah), hari kedua prosesi Duduk Penja (mencuci jari-jari), hari ketiga Menjara (mengandun), hari keempat Meradai (mengumpulkan dana), dan hari kelima Arak Penja (mengarak jari-jari).

Dilanjutkan di hari keenam dengan prosesi Anak serban (mengarak sorban), hari ketujuh Gam (tenang atau berkabung), hari kedelapan Arak Gedang (taptu akbar), hari kesembilan Tabot bersanding dan hari kesepuluh sebagai puncak prosesi yaitu Tabot Tebuang (Pembuangan Tabot).

"Prosesi ritual ini diikuti oleh 10 Kabupaten Kota dari Provinsi Bengkulu. Ada juga pelombaan seperti lomba ikan-ikan, lomba telong-telong, lomba musik melayu khas Bengkulu dan perlombaan kreasi Musik Dol," tuturnya.

Dalam acara ini, Rohidin bersama pihaknya menargetkan adanya kunjungan wisatawan sebanyak 2.000 dari domestik dan 500 wisatawan dari mancanegara. Disamping itu, wisatawan juga tidak hanya menikmati Festivak Tabot saja tapi juga ada beberapa destinasi wisata yang bisa dikunjungi.

"Wisata sejarah kita banyak sekali, ada Fort Marlborough, rumah pengasingan Bung Karno, dan Rumah Fatmawati yang merupakan rumah Ibu Negara Pertama Republik Indonesia," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata sangat mengapresiasi dengan adanya kegiatan seperti ini yang diharapkan bisa mendatangkan banyak wisatawan. "Kami dari Kemenpar sangat mendukung acara ini sebagai event budaya unggulan," pungkasnya.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags