1. Home
  2. ยป
  3. Jalan-Jalan
27 Maret 2019 06:23

Mengulik jejak misionaris di Pulau Dua, Papua Barat

Jangan ngaku traveler sejati kalau belum pernah mampir ke salah satu 'surga dunia'-nya Indonesia ini. Syifa Fauziah

Brilio.net - Sebagai daerah yang terletak di ujung Indonesia, Papua memang tak banyak dieksplor oleh wisatawan jika dibandingkan dengan wisata Tanah Air lainnya. Selain daerahnya yang sangat jauh, biaya untuk berkunjung ke sana pun juga terbilang sangat mahal.

Namun bila kamu memiliki kesempatan berkunjung ke Papua khususnya Papua Barat, jangan sampai melewatkan destinasi wisata sejarah bernama Pulau Dua. Pulau Dua ini terletak di Distrik Werbes, Kabupaten Tambrauw, Papua Barat. Selain memiliki keindahan alam yang sangat indah, pulau ini juga memiliki peninggalan sejarah yang bisa membawa pengalaman lain bagi wisatawan.

Dilansir brilio.net dari akun Facebook Kementerian Pariwisata, Rabu (27/3), pulau tak berpenghuni ini dulunya pernah menjadi lokasi petilasan misionaris bernama Yonas Nandisa. Dia adalah seorang guru Injil yang mendarat pada 12 Agustus 1912 di Pulau Dua. Yonas adalah pembawa kabar Kristen pertama yang menginjakan kaki di Tambrauw.

Prasasti petilasan Kristen Injil di perkampungan Pulau Dua mencatat, Yonas merupakan salah satu penyebar agama Kristen di sana. Bisa dibilang, pengaruh Yonas dan para pengikutnyalah yang memuat 90 persen masyarakat Tambrauw menganut agama Kristen sampai kini.

Untuk mengenang petilasan Yonas, di Pulau itu didirikan sebuah tugu. Dulu di dekatnya ada sebuah gereja. Namun, bangunan gereja itu rusak, perkakasnya dicuri diduga oleh para awak kapal yang mendarat. Akhirnya, hanya ditemukan bekas bangunan gereja. Gereja mulai koyak pada Perang Dunia II.

Kala itu, Pulau Dua menjadi salah satu lokasi petarungan para tentara. Pada masa itu, para warga diungsikan ke Bika. Karena tak bertuan, pencuri pun leluasa membawa perkakas gereja. Hingga kini, masyarakat Kristen di Tambrauw merayakan petilasan tersebut setiap bulan Agustus.

Bagi wisatawan yang tertarik untuk mengenal sejarah di tempat ini, wisatawan harus mengendarai speedboat dari Pelabuhan Sausapor dengan waktu tempuh 15 menit. Selain melakukan wisata sejarah, wisatawan juga bisa menyelam untuk melihat kapal dan pesawat yang ditenggelamkan pada masa Perang Dunia II. Sementara untuk sampai ke Sausapor, wisatawan bisa menggunakan akses udara dengan Susi Air seharga Rp 270.000, beroperasi tiap hari Selasa hingga Jumat.

Wisatawan yang datang ke Pulau Dua umumnya akan terkesima dengan keindahannya. Warna pasirnya bak kristal, begitu lembut. Bersama itu wisatawan juga bisa menikmati air laut yang bening dan bergradasi toska, biru tua dan biru muda.

Keindahan lautnya semakin terasa ketika laut tersebut dihiasi dengan ikan warna-warni yang melintas. Di sana juga terdapat ikan yang bahkan belum pernah dilihat di tempat lain. Tubuh ikan tersebut dipenuhi bercak berwarna hijau, biru, merah, dan kuning.

BACA JUGA :
Indonesia akan dijadikan destinasi wisata golf dunia, keren


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags