1. Home
  2. ยป
  3. Jalan-Jalan
5 Januari 2020 20:20

11 Destinasi wisata di Jepang ini bikin betah, jadi ogah pulang

Patung anjing Hachiko jadi salah satu tempat favorit untuk berfoto Yani Andriansyah
Pemandangan Gunung Fuji dilihat dari Desa Oshino Shinobi no Sato (Foto-foto: @yans_brilio)

Brilio.net - Tahun baru 2020 baru saja datang. Boleh jadi berbagai resolusi positif sudah kamu catat sejak pengujung tahun lalu. Dari sekian banyak resolusi yang ingin dicapai, sangat mungkin traveling menjadi salah satu target yang menjadi prioritas. Ya nggak ada salahnya sih menikmati liburan tahun ini, termasuk rencana ke luar negeri selama bujetnya tersedia.  

Nah dari berbagai destinasi wisata di negeri orang yang ingin dikunjungi, Jepang bisa menjadi salah satu rekomendasi tujuan wisata. Maklum, di Negeri Matahari Terbit ini banyak destinasi wisata menarik yang bisa dikunjungi. Tentu saja kamu mesti mempersiapkan sejak dini ya jika ingin plesiran ke Jepang. Mulai dari mengurus visa, transportasi, hingga akomodasi selama di Negeri Sakura ini.

BACA JUGA :
Menguak desa tradisional di kaki Gunung Fuji, ada misteri juga lho


Berikut 11 tempat wisata di Jepang yang bikin takjub dan ngangenin deh  

1. Ashi Lake, danau berlatar Gunung Fuji

Lake Ashi Cruise, kapal wisata yang ada di Danau Ashi

BACA JUGA :
7 Cara internetan saat plesir di Jepang, biar nggak jadi fakir kuota

Ketika kamu berkunjung ke Jepang, belum lengkap rasanya jika tidak mengunjungi Danau Ashinoko atau yang sering disebut Danau Ashi. Danau yang terbentuk dari letusan Gunung Hakone yang terjadi sekitar 3000 tahun lalu ini punya pemandangan yang sangat menakjubkan. Jika beruntung, saat cuaca bagus kamu bisa melihat pemandangan berlatar Gunung Fuji yang menjadi simbol kota Hakone. Untuk mencapai Danau Ashi juga tak sulit. Dari bandara (Heneda atau Narita) pengunjung bisa menggunakan transportasi umum seperti bus atau taksi.

Saat Brilio.net mengunjungi danau ini dalam acara Smartfren International Roaming Japan Experience, Desember lalu, cuaca kurang bersahabat. Gunung Fuji tertutup awan. Saat itu suhu di wilayah itu sangat menusuk tulang.   

Salah satu pemandangan di Danau Ashi

Meski begitu banyak wisatawan yang mengunjungi danau terbesar di Prefektur Kanagawa ini. Untuk menikmati keindahan danau ini pengunjung bisa menaiki speed boat berbadan besar, Lake Ashi Cruise. Jika ingin menikmati panorama danau, pengunjung bisa menyaksikannya dari lantai tiga di atas kapal yang terbuka. Jadwal kapal hampir ada setiap jam. Per hari bisa 10 sampai 12 kali perjalanan. Saat on season trip akan lebih sering dibanding off season. Untuk tarif selama 10 menit perjalanan dipatok sekitar 300 hingga 400 yen atau sekitar Rp 39 ribu sampai Rp 50 ribu per orang.

“Pemesanan tiket bisa langsung datang ke tiket konter tidak perlu reservasi. Hanya untuk perjalanan grup atau kelompok sebaiknya disarankan reservasi karena jumlah orang banyak. Apalagi saat on season,” ujar pemandu wisata kami, Dwi Andi Listiawan.

2. Pusat belanja Gotemba Premium Outlet

Pengunjung di kawasan Gotemba Premium Outlet, salah satu pusat perbelanjaan barang-barang branded yang popular di Tokyo, Yokohama, dan Chiba.

Nah buat kamu yang hobi belanja, tempat yang satu ini nggak boleh dilewatkan. Gotemba Premium Outlet adalah salah satu surga belanja barang-barang branded di Jepang. Oh iya, di beberapa prefektur (provinsi) Negeri Matahari Terbit itu terdapat kluster premium outlet. Gotemba sangat terkenal dan cukup popular di Tokyo, Yokohama, dan Chiba.

Premium outlet ini menawarkan berbagai barang branded. Setiap gerai yang ada menerapkan kontrol kualitas sangat ketat terhadap barang yang dijual. Selama sales season, kamu bisa mendapatkan barang-barang branded di sini dengan cukup murah. “Barang-barang yang dijual di sini (Gotemba) memang bukan yang newest one, jadi harganya lebih murah dibanding premium outlet di negara lain,” ujar Andi.

Dari kompleks perbelanjaan yang terletak di Yamanashi ini pengunjung bisa melihat keindahan Gunung Fuji sebagai latar belakangnya. Tempat ini juga sangat mudah diakses dengan bus dari Hakone atau dari Gotemba Station, atau juga naik bus langsung dari Tokyo.

3. Desa wisata Iyashi no Sato Nenba

Pemandangan Gunung Fuji dilihat dari Saiko Iyashi no Sato, desa di tepi Danau Saiko

Ini adalah salah satu desa tradisional di Jepang. Desa yang terletak di sisi barat tepi Danau Saiko ini kerap disebut Saiko Iyashi no Sato yang berarti desa di tepi Danau Saiko. Disebut demikian karena di kaki Gunung Fuji terdapat lima danau, Kawaguchi, Yamanaka, Motosu, Saiko, dan Shoji.  

Dari desa ini pengunjung bisa menyaksikan pemandangan Gunung Fuji dengan objek utama adalah desa wisata yang sangat indah, terlebih saat musim semi. Tiket masuk ke desa ini 350 yen per orang. Pengunjung bisa melihat rumah dan bangunan tradisional Jepang dengan jerami dan anyaman bambu sebagai atap dan dindingnya.

Desa wisata ini kerap dikunjungi wisatawan yang ingin melepas penat dan ingin merasakan suasana desa yang tenang dan asri. Di sini pengunjung juga bisa menyewa pakaian Kimono, termasuk yoroi (pakaian pasukan zaman dahulu). Bahkan bisa juga merasakan bagaimana menjadi Samurai dan Ninja dengan biaya sewa berkisar 1000 yen per orang. Di Iyashi no Sato tidak ada penduduk karena wilayah ini merupakan desa wisata. Karena itu rumah-rumah yang ada di desa ini sudah dialihfungsikan oleh pemerintah sebagai wahana wisata.

Suasana di desa wisata Saiko Iyashi no Sato yang masih asri dengan rumah beratap jerami berdinding bambu 

Pengunjung tidak hanya bisa menikmati pemandangan Gunung Fuji namun juga bisa membeli souvenir seperti gantungan kunci dan lain sebagainya, termasuk apel Fuji dan ikan ayu, ikan air tawar yang cukup digemari. Makanan khas Yamanashi adalah hoto. Desa ini juga disebut sebagai healing village karena masih asri dan punya pemandangan bagus. Karena itu desa ini diklaim bisa menyembuhkan pengunjung dari rasa penat akibat rutinitas. “Jadi bagi orang Jepang itu kalau mau stres-nya hilang pergi ke healing village. Tapi kalau stres-nya berlebih bisa ke hutan bunuh diri,” kelakar Andi.

4. Desa mata air Oshino Shinobi No Sato

Suasana di Desa Oshino Hakkai yang memiliki delapan mata air dari salju Gunung Fuji yang mencair.

Desa Oshino berdekatan dengan objek wisata Oshino Hakkai. Objek wisata di desa ini adalah mata air yang berasal dari salju Gunung Fuji yang mencair. Air tersebut merembes ke dalam tanah kemudian melalui proses geologi keluar di mata air yang berada di Oshino Hakkai. Di desa ini ada delapan mata air. Diperlukan waktu sekitar 80 tahun supaya air sampai ke Oshino Hakkai.

Yang cukup menarik, di daerah ini ada juga desa Ninja. Untuk masuk ke desa Ninja pengunjung dikenakan tarif 1.300 yen atau sekitar Rp 165 ribu, sudah termasuk menyaksikan atraksi Ninja. Selain bisa menonton pertunjukan teater Ninja, pengunjung bisa merasakan rumah rahasia Ninja (Ninja trick house). Ada juga ada arena permainan anak ala Ninja dan tempat persewaan kostum Ninja seharga 500 yen atau sekitar Rp 64 ribu. Kuliner khas di desa ini adalah dango Ninja yang berwarna hitam.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags