1. Home
  2. ยป
  3. Ilmiah
19 Juni 2016 18:05

Sudah langka, daun beluntas ternyata mampu cegah kerusakan hati

Pola hidup orang zaman sekarang berpengaruh pada kesehatan. Nur Romdlon

Brilio.net - Tanaman beluntas kini memang bisa dibilang jarang ditemui di berbagai daerah. Tanaman yang punya nama latin Pluchea indica L. ini biasanya tumbuh dengan daun yang banyak sehingga sering dijadikan tanaman pagar. Dikenal sebagai tanaman yang punya khasiat penghilang bau badan, ternyata tanaman yang sudah jarang ditemui ini punya segudang manfaat.

Baru-baru ini, lima mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta membuktikan salah satu manfaat daun beluntas itu. Mahasiswa UGM, Akhmad Esakta, Anissa Nugraheni, Avinda Kumalasari, Jeanette Aline Sarumaha, dan Siti Hartinah di bawah bimbingan Dr. drh. Retno Murwanti. Dalam penelitian mereka, daun beluntas ternyata mengandung senyawa yang dapat melindungi hati dari kerusakan yang ditimbulkan oleh racun.

Akhmad Esaka menerangkan jika penelitian ini dilatarbelakangi perubahan gaya hidup dan pola makan masyarakat dewasa ini yang dapat mengakibatkan berbagai macam gangguan kesehatan, salah satunya adalah penyakit hati.

"Hati tidak hanya berperan penting dalam metabolisme dan penguraian zat yang bersifat toksik, namun juga memiliki peran dalam reaksi biokimia. Berbagai kerusakan pada hati ini dapat mengakibatkan dampak penyakit seperti hepatitis, cholestasis, steatosis, dan granuloma," kata Akhmad Esaka seperti dikutip brilio.net dari situs resmi UGM, Minggu (19/6).

Pada daun beluntas, kata Akhmad Esaka, terdapat senyawa myricetin, quercetin, dan kaemferol yang termasuk dalam golongan flavonoid yang dapat berinteraksi dengan reseptor enzim CYP P450. Ditargetkan dari interaksi ini dapat menghambat terbentuknya metabolit toksik misalnya pada metabolit toksik paracetamol.

BACA JUGA :
Terinspirasi Elang Jawa, mahasiwa ITB bikin pesawat penjaga laut, top!






Penelitian dilakukan selama kurang lebih 4 bulan betujuan untuk mengetahui efek hepatoprotektor daun beluntas yang diamati melalui histopatologi hati, SGPT, dan SGOT pada tikus jantan galur Wistar. Selain itu juga diamati interaksi antara senyawa myricetin, kaempferol, dan quercetin dengan reseptor enzim CYP P450 melalui molecular docking sehingga didapatkan Score Docking, RMSD, serta Visualisasi Ikatan Antara Protein Enzim CYP2E1 dengan ketiga ligand aktif tersebut. Sementara itu untuk menguji kandungan senyawa quersetin dalam ekstrak daun beluntas dilakukan melalui uji Kromatografi Lapis Tipis ( KLT).

Hasilnya, daun beluntas ternyata dapat mencegah kerusakan hati pada hewan coba. Dengan begitu, daun beluntas bisa menjadi alternatif dalam upaya mencegah kerusakan hati akibat racun dalam tubuh.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags