1. Home
  2. ยป
  3. Global
15 April 2020 11:48

Kasus corona di Eropa menurun, WHO sebut belum masa puncak

Jumlah kasus baru Covid-19 berkurang di beberapa negara Eropa, termasuk di Italia dan Spanyol. Farika Maula

Brilio.net - Penyebaran virus corona secara global terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data dari Worldometers, jumlah kasus virus corona atau Covid-19 telah mencapai 1.991.275 kasus hingga Rabu (15/4) pagi.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 467.074 pasien telah dinyatakan sembuh. Namun jumlah korban jiwa akibat virus yang pertama kali disebut menyebar di Wuhan tersebut telah mencapai 125.951 jiwa.

BACA JUGA :
Penyebab kasus positif virus corona di Indonesia terus bertambah


Namun demikian, jumlah kasus baru Covid-19 berkurang di beberapa negara Eropa, termasuk di Italia dan Spanyol. Sayangnya, wabah masih berkembang di Inggris dan Turki. Hal ini dikatakan oleh juru bicara Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dr. Margaret Harris.

"Secara global, 90 persen kasus di dunia berasal dari Eropa dan Amerika Serikat. Jadi kita tentu belum melihat puncaknya," kata Dr. Margaret Harris dikutip Antara.

WHO akan mengeluarkan panduan untuk negara-negara anggota yang di dalamnya tercantum enam langkah yang perlu mereka pastikan sebelum mulai melonggarkan aturan pembatasan, kata dia.

BACA JUGA :
Akhir bahagia anak pasien corona yang tinggal bareng Ridwan Kamil

"Yang paling penting adalah, apakah penularan telah dikendalikan?"

AS memiliki epidemi terbesar saat ini dan telah menjadi "mitra yang fantastis" selain menjadi donor terbesar bagi WHO, kata Harris.

"Akan selalu ada kritik terhadap organisasi, penting untuk mendengarkan kritik terutama kritik konstruktif. Dan pekerjaan kami akan berlanjut terlepas dari masalah apa pun."

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyuarakan keyakinannya bahwa AS akan terus mendanai badan PBB tersebut, meskipun Presiden AS Donald Trump mengkritik penanganan WHO atas pandemi Covid-19.

Rusia telah menjadi sumber terbesar kasus impor China, dengan total 409 infeksi berasal dari negara tetangga di sebelah utara itu.

"China sebenarnya sekarang benar-benar fokus untuk melihat---selain memastikan bahwa tidak ada kasus lokal baru---tetapi ancaman terbesar mereka adalah kasus dari luar negeri," kata Harris.

Mengenai vaksin, Harris mengatakan bahwa vaksin belum bisa diharapkan, setidaknya selama 12 bulan ke depan.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags