1. Home
  2. ยป
  3. Global
7 September 2017 22:00

10 Negara Asia ini paling sering diserang malware, Indonesia termasuk

Pada kuartal II tahun 2016, sebanyak 45,2 persen komputer di Indonesia terserang malware. Andry Trysandy Mahany
foto: digitaltrends.com

Brilio.net - Microsoft Asia Pasifik baru saja merilis daftar negara di Asia yang paling sering terkena serangan program berbahaya. Temuan tersebut diungkapkan dalam Security Intelligence Report(SIR) Volume 22, pada Kamis (7/9).

10 Negara tersebut adalah Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Nepal, Thailand, Filipina, Sri Lanka, Malaysia, Korea, Singapura, dan Selandia Baru.

Berdasarkan rilis yang diterima brilio.net, pada kuartal II tahun 2016, sebanyak 45,2 persen komputer di Indonesia terserang malware. Angka itu lebih tinggi dibanding angka rata-rata global pada kuartal yang sama, yaitu sebesar 20,8 persen.

Kategori perangkat lunak berbahaya yang paling sering ditemui di Indonesia adalah Trojans. Sedangkan jenis Worms menempati posisi kedua, dengan 24,5 persen serangan pada seluruh komputer.

"Seiring kemajuan cloud computing di era sekarang, kami dimotori oleh teknologi untuk mengejar kesempatan tanpa henti dengan dampak yang lebih besar," papar Antony Cook, Associate General Counsel, Microsoft Asia Pasifik, Jepang & Australia.

"Bagaimanapun, kita tidak akan selamanya tetap aman dan dapat mencapai kapasitas secara penuh pada dunia yang selalu terhubung ini, tanpa memahami ancaman keamanan siber dan menambah pemahaman mengenai perkembangan cybercrime," sambungnya.

Dalam lingkup Asia Pasifik, Microsoft menemukan bahwa sekitar satu dari empat komputer di Bangladesh, Kamboja, dan Indonesia yang menjalankan produk keamanan real-time Microsoft di negara-negara ini melaporkan adanya serangan malware antara Januari sampai Maret 2017.

Bangladesh, Kamboja, Indonesia, Myanmar, Vietnam, Nepal, dan Thailand masing-masing melaporkan adanya serangan malware dengan rata-rata tingkat lebih dari 20 persen pada kuartal pertama 2017. Angka ini lebih tinggi dua kali lipat dibandingkan rata-rata global sebesar 9 persen.

Di sisi lain, negara-negara di Asia Pasifik dengan level kematangan teknologi informasi yang lebih tinggi, yakni Selandia Baru dan Singapura, memiliki performa yang lebih baik dibandingkan rata-rata global.

BACA JUGA :
Setelah ransomeware WannaCry sekarang muncul virus Petya, hati-hati ya


SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags