Brilio.net - Langkah mengejutkan datang dari raksasa teknologi asal Taiwan. ASUS secara resmi memutuskan untuk menghentikan produksi smartphone baru untuk sementara waktu. Kabar ini menandai akhir perjalanan bagi seri Zenfone dan ROG Phone yang sudah sangat dikenal di kalangan pengguna digital.
Diungkap Brilio.net, Kamis (22/1) melalui wawancara dengan media Taiwan Inside, Chairman ASUS Jonney Shih menjelaskan bahwa tidak akan ada penambahan model HP baru di masa depan.
BACA JUGA :
ChatGPT uji coba iklan di paket gratis & Go, ini caranya agar isi chat bebas dari pesan ads menganggu
Keputusan ini merupakan bagian dari fase pengamatan tanpa batas terhadap dinamika pasar yang terus berubah. Meski produksinya setop, komitmen untuk menjaga dan mendukung para pengguna HP ASUS yang sudah ada tetap menjadi prioritas perusahaan.
Mengapa Keluar dari Persaingan HP
Pasar smartphone saat ini terasa sudah sangat jenuh dan kompetitif. Sejak peluncuran Zenfone 10 yang berukuran ringkas pada 2023, minat konsumen ternyata tidak menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Meskipun ROG Phone tetap dipandang sebagai standar emas dalam segmen perangkat gaming premium, tantangan di pasar secara umum tetap berat.
BACA JUGA :
WhatsApp sedang godok fitur username untuk gantikan nomor HP, bagaimana bocorannya?
foto: ASUS
Sepanjang tahun 2025, tercatat hanya ada dua model yang dirilis ke publik, yaitu Zenfone 12 Ultra dan ROG Phone 9 FE. Zenfone 12 Ultra hadir dengan ukuran besar namun dinilai minim inovasi baru. Menariknya, kedua perangkat tersebut bahkan tidak dipasarkan secara resmi di wilayah Amerika Serikat. Kondisi ini memperkuat alasan perusahaan untuk berhenti bertarung di segmen yang kian sempit tersebut.
Fokus Baru ASUS di Masa Depan
Strategi perusahaan kini bergeser sepenuhnya ke arah kecerdasan buatan atau AI. Anggaran riset dan pengembangan yang awalnya dialokasikan untuk HP kini dialihkan untuk menciptakan ekosistem teknologi yang lebih luas. ASUS melihat peluang jangka panjang yang jauh lebih menjanjikan pada kategori PC komersial serta perangkat AI fisik.
Fokus baru ini mencakup pengembangan robot bertenaga AI, platform robotika, hingga kacamata AI. Pergeseran paradigma ini sengaja dilakukan untuk mengikuti tren industri teknologi global yang sedang gencar mengejar kemajuan hardware AI, edge computing, dan machine learning. Langkah besar ini diharapkan mampu memberikan diferensiasi produk yang lebih kuat dan potensi pertumbuhan yang lebih tinggi di masa mendatang.