1. Home
  2. ยป
  3. Gadget
29 Oktober 2019 18:35

5 Alasan ilmiah seseorang betah habiskan waktu lihat IG Story

Saking menariknya informasi di Instagram Story itu, tak sedikit orang yang kemudian menjadi kecanduan. Aliftya Amarilisya

Brilio.net - Bagi sebagian orang bermain media sosial Instagram telah menjadi rutinitas dalam sehari-hari. Biasanya aktivitas yang dilakukan melalui media sosial tersebut meliputi mengunggah maupun melihat unggahan di feed dan di Instagram Story. Sayangnya, ketika melihat-lihat unggahan baik di feed maupun Instagram Story, kerap kali sebagian dari kita menjadi lupa waktu.

Saking banyak dan menariknya informasi yang bisa didapatkan dari Instagram Story itu, tak sedikit orang yang kemudian menjadi kecanduan. Sehingga tanpa sadar mereka telah menghabiskan waktu berjam-jam hanya untuk kepo.

BACA JUGA :
Sosok pencipta filter Instagram yang viral, ternyata orang Blitar


Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa seseorang bisa begitu betah menghabiskan waktu untuk menonton IG Story seseorang? Nah, ternyata ada jawaban ilmiah atas pertanyaan tersebut. Dilansir brilio.net dari berbagai sumber, berikut 5 jawaban ilmiahnya, Selasa (29/10).

1. Informasi adalah kekuatan.

BACA JUGA :
Kesal banyak spam promosi, Shandy Aulia tutup kolom komentar

foto: canva.com

Dikutip dari laman Merdeka, peneliti mengatakan bahwa melihat kehidupan seseorang di media sosial tanpa disadari memberi kita sebuah kepuasan di tingkat tertentu. Hal itu pulalah yang menjadi alasan mengapa di era sebelum media sosial, kita suka menonton acara reality dan gosip di televisi. Hal ini membuktikan bahwa informasi memberi kekuatan.

2. Evaluasi diri.

foto: engadget.com

Proses evaluasi diri sejatinya adalah hal yang selalu harus kita lakukan. Cara paling mudah ialah dengan melihat apa yang kita unggah di media sosial. Persoalannya, kadang kala proses evaluasi ini malah menjadi 'pencari perbandingan'. Pasalnya, kita tidak bisa mengenali bagaimana diri kita kalau tidak mencari perbandingan terhadap seseorang.

Dalam artikel jurnal tentang 'hirarki kebutuhan dan motivasi dalam kepuasan media sosial' dari Rochester Institute of Technology disebut bahwa otak secara insting akan mengkategorikan dan memberi peringkat pada sifat kita sendiri dibandingkan dengan sifat orang lain.

3. Adaptasi.

foto: mashable.com

Pada dasarnya, otak manusia sudah berevolusi serta selalu beradaptasi dan berubah agar siap menerima berbagai tantangan baru. Dengan demikian, maka tak heran jika kita akan selalu merasa bahwa secuil informasi tak akan pernah cukup, sehingga kita akan selalu mencarinya.

Dalam konteks tersebut, media sosial dapat memberi semua informasi itu dengan baik dan kamu pun betah menghabiskan waktu berjam-jam untuk mancari tahu informasi terkini dari siapapun di Instagram.

4. Perubahan norma sosial.

foto: buffer.com

Sebuah studi mengatakan bahwa koneksi sosial, meliputi sosialisasi dan berinteraksi, memiliki pengaruh bagi kesehatan. Orang yang kurang bersosialisasi cenderung obesitas dan memiliki tekanan darah yang tak normal.

Namun, yang penting sebetulnya bukan persoalan tatap muka, melainkan keramahan, empati, atau kesamaan sifat. Nah, hal tersebut tentu bisa kita dapatkan dengan menonton Instagram Story following.

5. Efek adiktif.

foto: bentley.edu

Menurut riset yang dimuat di Buffer Social, seseorang seakan-akan disuntik dengan hormon dopamin jika ada orang lain yang menyukai kirimannya di media sosial. Nah, sedikit perasaan bahagia tersebut ternyata bisa menjadi adiktif, sehingga membuat kita jadi betah berlama-lama di media sosial, termasuk menonton Story milik orang lain.

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
RELATED
MOST POPULAR
Today Tags