1. Home
  2. ยป
  3. Creator
16 Agustus 2018 09:41

Tersimpan di bawah Kepulauan NTB, inilah penyebab gempa Lombok

Kepulauan Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok mengalami banyak sekali guncangan gempa dalam dua minggu terakhir. Jeff Ngl

Kepulauan Nusa Tenggara Barat khususnya Lombok mengalami guncangan gempa yang sangat sering dalam dua minggu terakhir. Tercatat skala goncangan yang paling kuat terjadi pada hari Minggu, 05/08/2018 yang mencapai 7.0 skala richter.

Bahkan menurut BMKG, hingga Kamis, 9/8/18 pukul 08.00 Wita, tercatat sudah 355 kali gempa susulan terjadi.Lantas, apa penyebab gempa ini? Menurut penjelasan BMKG, dikutip dari laman Liputan6.com 09/08, terdapat beberapa faktor penyebab gempa sering terjadi di kepulauan Nusa Tenggara.


1. Berada di Cincin Api Pasifik.

Jalur cincin api pasifik (ring of fire)

Secara umum Indonesia berada di jalur Cincin Api Pasifik, dan banyak memiliki gunung api aktif. Selain itu, Sabuk Alpide yang merupakan jalur gempa paling aktif nomor dua di dunia, turut menyumbang faktor rentan gempa bumi Indonesia.

Lalu ada juga tumbukan tiga lempeng benua, yaitu lempeng Indo-Australia dari selatan, Eurasia dari utara, dan Pasifik dari Timur yang menambah intensitas gempa di Indonesia cukup tinggi.

2. Berada di Patahan Sesar Flores.

Pulau Lombok berdekatan dengan batu bumi yang patah dan disebut sebagai Sesar Flores.Bentang patah sesar Flores ini dari Bali hingga utara Laut Flores. Ketika patah terjadi akan memunculkan energi yang sangat besar, patahan terbesar muncul pada 200 tahun silam dan kali ini berulang kembali.

3. Endapan berusia 10 juta tahun.

Menurut menteri ESDM Ignasius Jonan, pusat gempa berada di laut. Sebagian besar daerah tersebut tersusun oleh endapan gunung api berumur tersier hingga kuarter, sedimen dan metamorf tersier sampai pra tersier yang telah berusia sekitar 10 juta hingga 600 ribu tahun yang lalu.

4. Gempa susulan dapat terjadi hingga 4 minggu.

Kepala BMKG, Dwikorita, mengatakan gempa susulan skala kecil akan terus terjadi hingga empat minggu ke depan di wilayah Lombok. "Tiga hingga empat minggu ke depan gempa kecil masih akan terjadi. Kita harus menerimanya, ini proses alam," kata Dwikorita.

Itulah penyebab umum gempa yang sering mengguncang Kepulauan Nusa Tenggara dan Lombok.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags