1. Home
  2. ยป
  3. Creator
4 Maret 2018 23:30

5 Genre film ini harusnya dikembangkan di Indonesia, biar nggak bosan

Film-film Indonesia tidak jauh dari genre komedi, percintaan, dan horor. Bosen nggak sih? Hasni Husaini

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia perfilman Indonesia mengalami peningkatan pesat. Baik dari segi kualitas film maupun keuntungan dari penjualan tiket.

Film-film Indonesia kini bisa dikatakan sudah mampu bersaing dengan film-film asing. Minat penonton terhadap film-film Indonesia juga semakin tinggi. Terbukti, dari beberapa film pada tahun 2017 lalu yang mampu menembus lebih dari dua juta penonton macam "Danur", "Ayat-ayat Cinta 2", atau "Pengabdi Setan". Bahkan di awal tahun 2018 ini saja, sudah ada "Dilan 1990" yang sudah ditonton lebih dari 6 juta penonton.


Tapi, meskipun perfilman Indonesia sudah mulai disukai penonton, genre film yang laris hanya itu-itu saja. Komedi, drama percintaan, action, dan horor (yang mulai kembali dilirik karena menampilkan cerita yang pure horor). Selain keempat genre itu, tidak banyak film Indonesia yang mengusung genre berbeda.

Memang dengan keempat genre tersebut, film-film Indonesia sudah cukup berkembang pesat. Namun, akan lebih baik jika perfilman Indonesia mau memperkaya variasi film dengan genre yang lain. Seperti, mengembangkan beberapa genre film berikut ini.

1. Sci-fi

foto: esquire.com

Kalian pecinta film pasti tidak asing dengan istilah satu ini, kan?Science-fiction (sci-fi) atau fiksi ilmiah adalah sebuah genre film yang berlatar di masa depan dengan teknologi yang canggih. Genre ini termasuk sangat langka dalam film Indonesia. Karena itulah, genre ini perlu dikembangkan dalam perfilman Indonesia.

Memang, pernah ada film yang bergenre ini, tapi mungkin kurang mendapat respon. Namun jika para pembuat film mau mulai memproduksi film bertema sci-fi berkualitas, perfilman Indonesia tentu akan lebih bervariasi.

2.Drama Anak-anak

foto:imdb.com

Film bertema kehidupan anak-anak juga sudah sangat jarang kita lihat. Memang di tahun lalu ada "Naura & Genk Juara". Tapi, film anak-anak ini cukup menuai kontroversi. Mungkin kalian generasi 90-an pernah nonton "Petualangan Sherina". Film ini merupakan salah satu dari sedikit film anak-anak terbaik di Indonesia selain "Laskar Pelangi" yang tayang hampir sedekade lalu.

Yang membuat genre ini perlu dikembangkan adalah ironi yang terjadi pada anak-anak Indonesia. Kebanyakan anak-anak sekarang atau kidszamannow berprilaku tidak sesuai dengan usianya. Seandainya perfilman Indonesia mau mengangkat tema anak-anak, mungkin bisa menjadi pelajaran untuk anak-anak Indonesia. Dengan catatan, film tersebut mengandung pesan moral yang dalam namun mudah dipahami oleh anak-anak.

3.Drama Musikal

foto: shopback.co.id

Kalian yang lahir tahun 90-an pasti pernah nonton film musikal "Petualangan Sherina" atau "Joshua oh Joshua". Selain termasuk film anak-anak, kedua film ini juga termasuk film musikal. Dan memang menjadi hits di masanya. Nah, kalau yang terbaru itu ada "Naura & Genk Juara".

Genre musikal merupakan salah satu genre yang menarik. Karena para pemerannya bukan hanya ber-akting, melainkan bernyanyi juga. Mungkin seharusnya genre ini bisa dikembangkan lagi di film Indonesia. Kalian pasti ingin juga kan, nonton film bertema musikal? Atau kalian mau lihat film drama remaja bertema musikal? Kayaknya seru juga, tuh!

4. Action-Superhero

foto: muvila.com

Sebenarnya, tahun lalu sempat ada film superhero Indonesia berjudul "Valentine". Sayangnya, baru 3 hari penayangan, film ini sudah ditarik dari pasaran. Memang, sepertinya film dengan genre ini cukup sulit untuk bersaing dengan film asing. Apalagi Marvel dan DC lagi seru-serunya bersaing dengan universe mereka masing-masing.

Tapi, kalau memang mau dibuat filmnya, pasti bisa bersaing kok. Asalkan kualitas filmnya harus bagus, sebagus film-film superhero asing. Atau seenggaknya, sedikit di bawah mereka. Yang penting, para pembuat film harus lebih mengutamakan kualitas film itu sendiri, terutama visual effect-nya.

5. Animasi

foto: viva.co.id

Film bertema animasi juga termasuk langka di Indonesia. Tapi dengan kehadiran film "Si Juki The Movie: Panitia Hari Akhir" pada tahun lalu, tentu menjadi sebuah tanda-tanda positif bagi film animasi di Indonesia. Karena meskipun bersaing dengan film animasi asing, film ini cukup sukses menarik minat masyarakat.

Melihat kesuksesan film Si Juki, tentu kita berharap munculnya film-film animasi karya anak bangsa lainnya. Maka dari itu, perfilman Indonesia mungkin perlu memperbanyak film-film semacam ini. Kalian juga pasti bangga kan, jika Indonesia punya film animasi sendiri?

Itulah sedikit genre film yang mungkin perlu dikembangkan lagi di Indonesia. Memang membuat film-film dengan genre-genre di atas perlu pertimbangan yang matang. Sangat penting juga untuk memperhatikan minat pasar.

Namun, tidak ada salahnya para pembuat film melakukan sebuah terobosan baru dalam film Indonesia. Selain anti-mainstream, menghadirkan genre baru di Indonesia tentu memperkaya variasi tontonan sekaligus menambah wawasan para penikmat film.

Nah, dari kelima genre di atas, genre film apa yang menurut kalian perlu diperbanyak dalam perfilman Indonesia? Atau, kalian punya pendapat sendiri?

(brl/gib)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags