1. Home
  2. ยป
  3. Creator
11 Oktober 2019 16:11

Tata cara wudhu yang benar sesuai sunnah, beserta doanya

Wudhu adalah salah satu cara menyucikan anggota badan dengan air. Amoure_amez
Foto: instagram/@budakusut

Shalat fardhu adalah ibadah wajib yang tidak boleh kita tinggalkan. Menunaikan sholat adalah wujud dari ketaatan kita sebagai seorang muslim.Agar sholat kita diterima oleh Allah SWT maka kita harus menyempurnakan syarat sah sholat. Salah satunya adalah wudhu.

Wudhu adalah salah satu cara menyucikan anggota badan dengan air. Dalam kondisi tertentu, wudhu juga bisa menggunakan debu atau disebut dengan tayammum.


Sebagai muslim yang baik sepatutnya kita mengetahui tata cara berwudhu dengan benar dan menyempurnakan wudhu kita. Jika kita saja berusaha tampil sebaik mungkin saat bertemu seseorang. Maka kita harus lebih sempurna ketika bertemu Allah SWT.

Hukum wudhu.

1. Wajib.

"Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah muka dan tanganmu sampai dengan siku, dan usaplah kepala dan kakimu sampai dengan kedua mata kaki."

Wajib bagi seorang muslim untuk mengambil wudhu ketika hendak menunaikan ibadah sholat. Selain itu saat sebelum melakukan thawaf di Ka'bah dan menyentuh Al- Qur'an.

Dalam anjuran berwudhu sebelum menyentuh Al- Qur'an, terdapat dua pendapat yang berbeda. Menurut pendapat para ulama empat mazhab adalah wajib didasari dengan QS. Al- Waa'qi'ah ayat 77 sampai 79 yang artinya:

"Sesungguhnya Al-Qur'an ini adalah bacaan yang sangat mulia, pada kitab yang terpelihara (Lauhul Mahfuzh), tidak menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan. "

Sedangkan pada pendapat kedua menyebutkan bahwa yang dimaksud oleh surat Al- Waa'qi'ah dalam tafsir Ibnu Abbas dan Al- Hafidzh Ibnu Katsir adalah berkesinambungan dengan hadits Tidak ada yang menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci." Dan yang dimaksud oleh hadits ini adalah tidak ada yang menyentuh Al-Quran kecuali orang mu'min karena orang mu'min itu suci dan tidak najis, sebagaimana sabda Rasulullah SAW: "Sesungguhnya orang mu'min itu tidak najis."

2. Sunnah.

Terdapat beberapa anjuran atau disunnahkan untuk berwudhu sebelum melakukan amalan- amalan berikut:

- Ketika hendak tidur dalam keadaan suci ataupun dalam keadaan junub.

Dari Al-Barra' bin Azib bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila kamu naik ranjang untuk tidur, maka berwudhu' lah sebagaimana kamu berwudhu' untuk shalat, dan tidurlah dengan posisi di atas sisi kananmu.. " (HR Bukhari dan Tirmidzi).

Dalam hadits lain, dari Aisyah berkata bahwa "Rasulullah SAW bila ingin tidur dalam keadaan junub, dia mencuci kemaluannya dan berwudhu` terlebih dahulu seperti wudhu` untuk shalat." (HR Jama'ah)

- Mengulang wudhu di setiap shalat.

Dari Abi Hurairah bahwa Rasulullah SAW bersabda, " Seandainya tidak memberatkan ummatku, pastilah aku akan perintahkan untuk berwudhu' pada tiap mau salat, dan wudhu itu dengan bersiwak. "(HR Ahmad).

- Ketika hendak tampil di depan umum atau menjaga wudhu dalam setiap waktu.

Dari Tsauban bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah menjaga wudhu' kecuali orang yang beriman." (HR Ibnu Majah, Al-Hakim, Ahmad dan Al-Baihaqi).

- Sebelum mandi wajib.

Dari Aisyah berkata bahwa: "Rasulullah SAW bila dalam keadaan junub dan ingin makan atau tidur, dia berwudhu' terlebih dahulu." (HR Ahmad dan Muslim).

- Ketika hendak mengulangi hubungan badan.

Dari Abi Said al-Khudhri bahwa Rasulullah SAW bersabda, "Bila kamu berhubungan seksual dengan isterimu dan ingin mengulanginya lagi, maka hendaklah berwudhu terlebih dahulu." (HR Jama'ah kecuali Bukhari).

- Ketika marah.

Dari Athiyyah as-Sadi Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah bersabda: "Sesungguhnya amarah itu dari setan dan setan diciptakan dari api. Api akan padam dengan air. Apabila salah seorang dari kalian marah, hendaknya berwudhu." (HR. Abu Daud)

Syarat sah wudhu.

Ada lima syarat untuk melakukan wudhu, yaitu:

1. Beragama Islam atau seorang muslim

2. Niat untuk wudhu

3. Air yang digunakan harus suci dan menyucikan (thohur), tidak sah berwudhu dengan air yang najis

4. Menghilangkan hal-hal yang dapat menghalangi sampainya air ke dalam kulit

5. Bersuci dahulu setelah buang hajat baru kemudian berwudhu

Rukun wudhu.

Dalam fikih madzhab Imam Syafii ditetapkan ada enam hal yang menjadi rukun wudhu. Sebagaimana disebutkan dalam kitab Safinatun Naja karya Syeikh Salim bin Sumair Al-Hadhrami yang artinya:

"Fardhu wudhu ada enam: (1) niat, (2) membasuh muka, (3) membasuh kedua tangan beserta kedua siku, (4) mengusap sebagian kepala, (5) membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki, dan (6) tertib."

Dari keenam rukun tersebut dijelaskan secara rinci oleh Syeikh Nawawi Al Bantani sebagai berikut:

1. Berniat untuk wudhu dilakukan secara bersamaan pada saat pertama kali membasuh sebagian wajah, baik yang pertama kali dibasuh itu bagian atas, tengah, maupun bawah

2. Membasuh muka. Dalam hal ini batasannya adalah antara tempat tumbuhnya rambut sampai dengan di bawah ujung kedua rahangnya. Sedangkan untuk lebarnya adalah antara kedua telinganya. Berbagai rambut yang tumbuh di muka seperti alis, bulu mata, kumis, jenggot juga harus ikut dibasuh

3. Membasuh kedua tangan beserta kedua siku

4. Mengusap sebagian kecil kepala. Dalam hal ini bisa hanya dengan sekadar mengusap sebagian rambut saja, dengan catatan rambut yang diusap tidak melebihi dari batas anggota tubuh yang disebut kepala

5. Membasuh kedua kaki beserta kedua mata kaki. Kita tidak diharuskan untuk membasuh sampai ke betis atau lutut. Tetapi kita diwajibkan untuk membasuh apa-apa yang ada pada anggota tubuh ini seperti rambut dan lainnya. Bagi orang yang dipotong telapak kakinya maka wajib untuk membasuh bagian yang tersisa. Namun bila bagian yang dipotong di atas mata kaki maka tidak ada keharusan membasuh padanya, tetapi disunahkan membasuh anggota tubuh yang tersisa.

6. Melakukan wudhu dengan tertib. Yang dimaksud tertib di sini adalah melakukan kegiatan wudhu secara berurutan dari rukun pertama sampai yang terakhir.

Sunnah wudhu.

foto: Instagram/@kalamsunnah

Selain rukun wudhu yang harus dikerjakan, terdapat amalan yang menyempurnakan wudhu yangpenulis rangkum dari beberapa sumber, yaitu:

1. Mencuci kedua tangan sampai pergelangan tangan

2. Bersiwak saat wudhu

3. Mencuci anggota tubuh sebanyak tiga kai kecuali kepala hanya sekali

4. Menyela-nyela jenggot yang lebat

5. Mendahulukan bagian tubuh yang kanan daripada yang kiri

6. Menyela-nyela jari-jari kaki maupun tangan

7. Menyeka atau menggosok kedua kaki dan tangan

8. Membaca do'a setelah wudhu

9. Menggunakan air dengan hemat saat berwudhu

Hal yang membatalkan wudhu.

Agar pengetahuan kita tentang wudhu lebih sempurna, akan lebih baik jika kita mengetahui hal yang membatalkan wudhu. Sehingga kita mengerti waktu diharuskan kembali untuk melakukan wudhu.

1. Hilang akal disebabkan pingsan, gila dan mabuk

2. Keluarnya sesuatu dari dua jalan yaitu qubul dan dubur seperti buang air besar, buang air kecil, dan keluar angin (kentut)

3. Menyentuh kemaluan baik qubul maupun dubur

4. Bersentuhan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya tanpa memakai tutup atau penghalang secara sengaja

5. Tidur nyenyak

Keutamaan wudhu.

foto: Instagram/@kopiukhuwah

1. Merupakan syarat sah diterimanya sholat.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda:

"Tidaklah Allah menerima shalat seseorang apabila ia berhadats hingga Ia berwudhu." (HR. Bukhari no 135 dan Muslim no 225 dari sahabat Abu Hurairah)

2. Anggota tubuh yang sering terkena wudhu akan bercahaya pada hari kiamat.

Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya umatku akan dipanggil pada hari kiamat nanti dalam keadaan dahi, kedua tangan dan kaki mereka bercahaya, karena bekas wudhu." (HR. Bukhari no. 136 dan Muslim no. 246)

3. Penghapus dosa.

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

"Barangsiapa yang membaguskan wudhu keluarlah dosa-dosanya dari jasadnya sampai keluar dari bawah kukunya." (HR. Muslim no. 245)

4. Diampuni dosa yang telah lalu.

Dalam sebuah hadits dimana Utsman ra berkata: Aku melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berwudhu seperti wudhuku ini dan Rasulullah SAW bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu seperti wudhuku ini kemudian shalat dua rakaat tidak berkata-kata di jiwanya (khusyu'), maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu.'" (HR. Bukhari no. 159 dan Muslim no. 423)

5. Salah satu sebab masuk surga.

Dalam hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan sampai selesai atau menyempurnakan wudhu kemudian membaca doa: "Aku bersaksi tidak ada ilah (sesembahan) yang berhaq disembah kecuali Allah dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya, melainkan akan dibukakan baginya delapan pintu surga yang dia bisa masuk dari pintu mana saja yang dia kehendaki."

Dalam hadits lain, Abu Hurairah RA meriwayatkan bahwa Rasulullah bertanya kepada Bilal ketika shalat Fajar, "Wahai Bilal, ceritakan kepadaku tentang amalan yang paling engkau amalkan dalam Islam,karena aku sungguh telah mendengar gemerincing sandalmu di tengah-tengahku dalam surga.; Bilal berkata, "Aku tidaklah mengamalkan amalan yang paling kuharapkan di sisiku, hanya aku tidaklah bersuci di waktu malam atau siang, kecuali aku shalat bersama wudhu itu sebagaimana yang telah ditetapkan bagiku." (HR.Bukhari).

6. Pengangkat derajat di sisi Allah SWT.

Disebutkan dalam suatu hadits, Rasulullah SAW bersabda: "Maukah kalian aku tunjukkan suatu amalan yang dengannya Allah akan menghapus dosa-dosa dan mengangkat derajatnya! Para shahabat berkata: " Tentu, wahai Rasulullah. Kemudian Rasulullah SAW bersabda: "Menyempurnakan wudhu walaupun dalam kondisi sulit, memperbanyak jalan ke masjid, dan menunggu shalat setelah shalat, maka itulah yang disebut dengan ar ribath." (HR. Muslim no. 251)

Bacaan niat dan doa sesudah wudhu.

- Niat wudhu.

Nawaitul whudu-a lirof'il hadatsii ashghori fardhol lillaahi ta'aalaa

Artinya: "Saya niat berwudhu untuk menghilangkan hadast kecil fardu (wajib) karena Allah ta'ala".

- Doa setelah wudhu.

Asyhadu allaa ilaaha illalloohu wahdahuu laa syariika lahu wa asyhadu anna muhammadan 'abduhuuwa rosuuluhuu, alloohummaj'alnii minat tawwaabiina waj'alnii minal mutathohhiriina, waj'alnii min 'ibadikash shaalihiina.

Artinya: "Aku bersaksi, tidak ada Tuhan selain Allah Yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku mengaku bahwa Nabi Muhammad itu adalah hamba dan Utusan Allah. Ya Allah, jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku dari golongan orang-orang yang suci dan jadikanlah aku dari golongan hamba-hamba-Mu yang shaleh".

Tata cara wudhu secara ringkas.

foto: Instagram/@hadith_aday1

Dari penjelasan di atas dapat kita rangkum secara singkat tata cara berwudhu sesuai sunnah, yakni:

1. Membaca Basmalah

2. Membasuh telapak tangan sebanyak tiga kali

3. Berkumur sebanyak tiga kali

4. Membersihkan lubang hidung sebanyak tiga kali atau istinsyaq

4. Membasuh wajah sebanyak tiga kali diikuti dengan membaca niat wudhu

5. Mencuci kedua belah tangan sampai siku

6. Mengusap sebagian kepala

7. Membersihkan kedua telinga sebanyak tiga kali

8. Membasuh kedua kaki hingga mata kaki sebanyak tiga kali

9. Tertib dalam berwudhu

10. Membaca doa setelah wudhu

Oleh:Hameda Rachma

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags