1. Home
  2. ยป
  3. Creator
4 November 2017 03:05

Sering goyangkan kaki sebelum tidur? Mungkin kamu idap sindrom ini

Di Indonesia, pengidap sindrom ini mencapai 2 juta orang. Miss Tya

Apakah kamu termasuk orang yang punya kebiasaan sering menggoyang-goyangkan kaki sebelum tidur? Ya, gejala itu dinamakan Restless leg syndrome (RLS), yang termasuk golongan Willis-Ekbom Disease, sebuah gangguan neurologis yang memengaruhi hampir sejuta orang Amerika tiap tahunnya. Ternyata orang yang menderita sindrom RLS (kaki gelisah) ini kadang merasakan sensasi nyeri di bagian kaki ketika berbaring di tempat tidur atau kursi. Dengan menggoyangkan kaki, orang tersebut akan merasakan nyaman di tubuh dan pikiran sebelum tidur.

Di Indonesia, pengidap sindrom kaki gelisah ini mencapai 2 juta orang per tahun. Sindrom kaki gelisah biasanya terjadi ketika seseorang sedang duduk atau berbaring. Kondisi ini biasanya makin memburuk seiring bertambahnya usia. Gejala utama adalah dorongan hampir tak tertahankan untuk menggerakkan kaki. Bangun dan bergerak dapat membantu sementara untuk menyingkirkan perasaan gelisah.


Lantaran hal ini terjadi cukup sering ketika tidur, RLS dapat menyebabkan masalah yang dapat menurunkan kualitas bobok seseorang. Berdasarkan, National Institutes of Health, RLS ini ternyata lebih sering dialami wanita dibanding pria dan bisa terjadi pada rentang umur berapa pun, terutama orang dewasa. Gejala RLS juga terjadi pada durasi dan tingkat keparahan yang beragam. Namun, ada beberapa pengobatan alami yang bisa kamu coba untuk mengatasi sindrom tersebut.

1. Diet sehat

Para peneliti mengemukakan, jika gejala RLS sangat berhubungan dengan gaya hidup, maka melakukan diet dengan mengonsumsi makanan sehat dapat membantu kamu tidur lebih teratur. Batasi minum kafein, hentikan kebiasaan merokok, dan hindari makanan yang memicu kamu untuk terbangun di malam hari. Berupayalah juga untuk tidur dan bangun setiap hari di jam yang sama.

2. Olahraga

Berdasarkan Willis-Ekbom Disease Foundation, orang penderita RLS yang berlatih olahraga sehari selama 30-60 menit mampu menurunkan tingkat kelelahan dan sindrom, serta mampu untuk tidur lebih baik. Olahraga, seperti yoga juga memiliki manfaat besar bagi penderita RLS. Studi menunjukkan jika wanita penderita RLS yang rutin menjalankan yoga akan menurunkan stres, memperbaiki mood dan gangguan tidur.

3. Terapi dan pengobatan

Selain mengubah gaya hidup, penderita RLS juga dapat menjalankan terapi rumahan dan pengobatan secara medis. Namun, cara ini tentunya membutuhkan konsultasi lebih lanjut dengan dokter. Jangan sampai, kamu terjebak mengonsumsi obat-obatan hingga overdosis hanya karena ingin tidur lebih baik.

(brl/fen)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags