1. Home
  2. ยป
  3. Creator
22 Januari 2021 10:35

Masa depan layanan streaming musik legal, akankah bertahan lama?

Kamu pengguna layanan streaming musik legal seperti Spotify? Menurutmu, apakah layanan ini akan bertahan lama? Harry Rezqiano

Jika dulu anak muda mendengarkan musik on the go lewat radio, maka kini caranya sudah berubah ke arah musik digital. Karena lihat saja smartphone kamu, setidaknya ada aplikasi YouTube yang memungkinkanmu mendengarkan dan menonton musik melalui koneksi internet. Kapan saja dan di mana saja, bahkan gratis seperti radio dulu. Dengan sedikit iklan di sana-sini tentunya, serupa radio sebelum internet ada di genggamanmu sepanjang hari. Sehingga layanan seperti YouTube dijamin akan tetap populer di kalangan pemilik smartphone yang mencari hiburan musik secara streaming dan gratisan walau ada fitur berbayar di YouTube yang bebas iklan.

Tapi tidak hanya YouTube karena sebenarnya ada banyak lagi layanan musik digital secara streaming di internet ini. Banyak di antara mereka yang memberikan layanan gratis dengan opsi berbayar seperti YouTube Premium; yang artinya jika pengguna ingin menikmati musik tanpa gangguan iklan per sekian menit mereka harus membeli layanan berbayar (alias premium) berlangganan.


Dan layanan seperti ini tidak hanya satu atau dua pemain saja karena ada banyak perusahaan yang nimbrung di layanan musik streaming legal ini. Beberapa di antara mereka adalah:

1. Apple Music.

Foto: Gear Patrol

2. Deezer.

Foto: Deezer

3. iHeartRadio.

Foto: TechCrunch

4. Pandora.

Foto: Business Insider

5. SoundCloud.

Foto: Tech Crunch

6. Spotify.

Foto: Spotify

7. TIDAL.

Foto: Business Insider

8. TuneIn Radio.

Foto: Bilboard

Dari nama-nama ini sepertinya yang paling populer digunakan orang Indonesia adalah Spotify. Bahkan mungkin kamu merupakan salah satu pengguna setia Spotify sehari-hari? Tidak mengherankan karena konon koleksi lagu Spotify termasuk yang paling komplet dibanding saingannya. Ditambah lagi cara berlangganan dan pembayaran yang punya banyak pilihan menjadikan publik menyukai layanan musik streaming yang satu ini.

Tidak hanya lewat smartphone saja, Spotify bisa diakses melalui banyak perangkat, mulai dari PC alias komputer hingga konsol video game seperti PlayStation sekalipun punya aplikasi Spotify built-in di sistem mereka. Dan dari segi harga sepertinya Spotify termasuk yang paling jor-joran dan ini bisa dilihat dari berbagai iklan mereka baik di media massa maupun media sosial. Mereka bahkan mengklaim biaya langganan Spotify per hari tidak lebih mahal dari harga sekeping kerupuk. Ini tentu menggiurkan buat mereka yang ingin mencicipi layanan Spotify tanpa diganggu deretan iklan. Sehingga harus diakui jika dari sisi marketing, layanan musik streaming Spotify ini termasuk lihai menggaet calon pelanggan.

Foto: Gojek

Sementara layanan sejenis mungkin sedikit kesulitan mengimbangi kinerja Spotify. Seperti Apple Music misalnya. Layanan streaming musik dari perusahaan pencipta iPhone ini hanya punya marketshare 18% pada kuartal pertama tahun 2020 kemarin. Untuk nama sebesar Apple dan iPhone tentu saja ini kurang bagus. Walau masih mendingan dibanding layanan streaming musik TIDAL (yang sebagian sahamnya dimiliki rapper/produser Jay-Z bersama istrinya Beyonce dan rekannya sesama rapper Kanye West) misalnya. Ditambah lagi gosip tahun 2019 kemarin yang mengatakan kalau Jay-Z ingin meninggalkan TIDAL dan kembali ke Spotify tentu akan membuat Spotify semakin kuat saja dibanding para pesaingnya di bisnis streaming musik.

Jadi bagaimana dengan masa depan bisnis streaming musik? Apakah masih akan cerah atau malah suram seperti radio pada masa kini?

Foto: Daily Record

Sepertinya sih masih baik. Dengan smartphone dan koneksi internet yang semakin luas terjangkau penggemar musik diharapkan meninggalkan kebiasaan men-download lagu bajakan yang jadi praktik umum sejak internet mainstream di kehidupan masyarakat dan memilih mendengar lagu secara streaming dan legal. Bisa dengan berlangganan bebas iklan atau menikmati layanan streaming musik dengan iklan (karena gratisan).

Dan jika melihat volume pemakaian layanan streaming musik ini (setidaknya di Indonesia) maka YouTube dan Spotify sepertinya ada di urutan teratas. Keduanya punya mode gratisan dan berbayar sehingga akan meraih berbagai demografis; mulai dari anak kecil hingga usia senja yang gemar memanfaatkan koneksi internet untuk streaming musik dan video.

Menurut kamu sendiri, layanan streaming musik mana yang keren dan bagus untuk digunakan?

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags