1. Home
  2. ยป
  3. Creator
18 Juli 2018 17:26

Lukisan tebing situs kuno Tapurarang yang indah dan simpan cerita unik

Situs bersejarah ini masih jarang dijamah masyarakat luas. Dea Kurnia

Situs purbakala Tapurarang berada di kabupaten Fakfak, Papua Barat. Tempat ini menyimpan banyak keindahan dan cerita misteri di dalamnya. Lukisan tebing yang merupakan situs kuno Kokas di Andamata ini merupakan peninggalan zaman prasejarah. Oleh masyarakat setempat, lukisan tebing di bebatuan terjal ini biasa disebut sebagai Tapurarang.

Keunikannya bisa dilihat dari gambaran telapak tangan manusia. Meski sudah berabad-abad lamanya, warna yang menggunakan bahan alami itu sampai sekarang tidak pudar, dan masih bertahan hingga saat ini. Warna merahnya menyerupai darah manusia. Oleh karena itu, masyarakat sekitar menyebutnya dengan lukisan cap tangan darah.


Cerita di balik situs kuno Tapurarang.

Masyarakat setempat menyebut lukisan tebing ini sebagai tempat yang disakralkan. Mereka percaya bahwa lukisan tersebut sebagai wujud orang-orang yang telah dikutuk oleh arwah seorang nenek yang berubah menjadi setan kaborbor. Yang mana ia diyakini sebagai penguasa lautan paling menakutkan.

Konon nenek ini meninggal saat terjadi musibah sehingga perahu yang ia tumpangi tenggelam. Dari seluruh penumpang perahu tersebut, hanya nenek itu yang meninggal. Nahasnya, tak ada penumpang di atas perahu yang berusaha menolong sang nenek untuk menyelamatkan diri.

Merasa sakit hati, arwah nenek yang telah berubah menjadi setan kaborbor mengutuk semua penumpang perahu yang menyelamatkan diri di atas tebing batu. Karena kutukan tersebut, seluruh penumpang dan hasil-hasil laut yang dibawa seketika berubah menjadi lukisan tebing.

Di lokasi lukisan tebing ini, kamu juga dapat menjumpai kerangka tulang manusia. Kerangka tersebut dipercaya sebagai leluhur atau nenek moyang masyarakat Kokas. Tulang tengkorak manusia ini adalah sisa kebiasaan masyarakt setempat yang tak menguburkan jasad leluhur, melainkan meletakkannya di tebing batu, gua, tanjung, ataupun di pohon besar yang dianggap sakral.

Jika air sedang pasang, kamu dapat menaiki tebing dan menyaksikan situs purbakala Tapurarang ini dari dekat. Dan sebaliknya, jika air sedang surut, kamu hanya dapat menikmati keindahannya dari jauh dan menaiki longboat.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags