1. Home
  2. ยป
  3. Creator
21 April 2020 11:36

Inilah berbagai kultur mobil Jepang yang unik dan seru

Mobil Jepang menguasai pasar karena harga terjangkau dengan kualitas bagus dibanding kelas setara dari mobil Amerika dan Eropa. Harry Rezqiano

Kita tahu mobil dan sepeda motor produksi Jepang merupakan salah satu penguasa jalanan di berbagai negara, termasuk Indonesia. Mereka memang bukan bangsa pertama yang menciptakan dan memproduksi massal gerobak besi tanpa kuda dengan harga terjangkau itu karena dalam sejarah otomotif sepertinya gelar tadi lebih pas disandang Amerika Serikat yang memproduksi massal mobil Ford Model Ttahun 1908 alias lebih dari seratus tahun lalu.


Ford Model T / Foto: Wikipedia

Sementara Jepang baru mulai memproduksi mobil massal tahun 1917. Perusahaan raksasa Mitsubishi merilis mobil perdana Jepang Mitsubishi Model Apada tahun tersebut. Jangan dikira Jepang memiliki orisinalitas dan kreativitas pada masa itu. Mitsubishi Model A bisa dibilang fotokopi dari Model T-nya Ford. Industri manufaktur Jepang tidak serta merta jadi pemain penting di dunia seperti sekarang.

Mitsubishi Model A / Foto: Wikipedia

"Made in Japan"dulu berarti barang kualitas rendahan. Tapi mereka dapat mengubah pandangan negatif dan bangkit menjadi raksasa industri seperti yang bisa dilihat sekarang. Termasuk di bidang manufaktur mobil.

Tetap berkualitas namun mobil Jepang secara umum memiliki banderol harga yang lebih terjangkau jika dibandingkan mobil kelas yang sama produksi benua Amerika maupun Eropa. Dan itu tidak hanya dari satu merek saja namun semua pabrikan mobil Jepang yang sudah lama kita kenal di Indonesia (seperti Honda, Nissan, Toyota, Mitsubishi, Suzuki, Mazda dan beberapa merek Jepang lain). Harga-harga mobil ini sering kali di bawah mobil merk Amerika atau Eropa seperti Ford, Chevrolet, Peugeot, Citroen dan sebagainya.

Dan tidak hanya soal harga, performa mobil-mobil Jepang juga boleh diadu dengan mobil dari negara lain. Mobil-mobil legendaris Jepang seperti Subaru Impreza, Nissan Skyline atau Mitsubishi EVO merupakan mobil yang mendapat prestasi di berbagai perlombaan kecepatan maupun penjualan unit. Sehingga mobil-mobil Jepang ini pede saat berdampingan dengan mobil Amerika maupun Eropa yang secara banderol lebih mahal dari mereka.

Plus, mobil Jepang punya sesuatu yang sepertinya tidak (atau sedikit) dimiliki mobil benua lain, yaitu Kultur Otaku.Ada Itasha untuk mobil-mobil pabrikan Jepang ini. Apa itu Itasha?

Secara sederhana, makna Itasha adalah mobil hias. Bukan sembarang atau hiasan asal-asalan, karena kultur Itasha ini dipandang serius para penggemarnya. Mereka dapat menghabiskan dana hingga ratusan ribu Yen demi mendandani mobil dengan atribut bernuansa manga dan anime (komik dan animasi) Jepang. Dan hasilnya memang wah. Karena tak jarang mobil Jepang kultur Otaku alias Itasha ini membuat orang terpesona dan terpaksa memalingkan muka untuk melihat karena unik dan keren, walau kadang ada pula Itasha yang terlalu overdosis sehingga bikin cringe alias geli.

Foto: Web-Japan.Org

Mobil Jepang yang beredar di Indonesia mungkin hanya sebatas MPV, SUV atau Sedan saja. Yang mana mencerminkan karakter penggunanya juga di Indonesia ini. Mobil multifungsi memiliki penggemar lebih banyak ketimbang sedan. Namun di negaranya, mobil Jepang punya satu model/kelas yang entah kenapa kurang disambut di Indonesia, yaitu Kei Car.

Kei Car (dapat diartikan sebagai mobil perkotaan) adalah mobil berukuran kecil imut dengan kapasitas mesin yang sama imutnya, tidak lebih dari 660cc. Awalnya dibuat untuk memenuhi regulasi pajak produksi, perlahan Kei Car makin jadi pilihan. Selain lebih murah dari mobil biasa, Kei Car juga gampang diutak-atik dan di-Itasha-kan karena bentuknya yang kompak itu. Para tuner dan modder menyukai mobil kecil ini sehingga popularitas Kei Car terus terjaga di sana.

Foto: The Telegraph

Balapan liar atauStreet Racingjuga termasuk kultur mobil Jepang, walau dalam konotasi negatif yang melanggar hukum. Ingat film Fast and Furious: Tokyo Drift? Sirkuit balapan resmi memang ada, namun balapan jalanan lebih populer.

Balapan liar di Jepang berlangsung antara di jalan tol yang panjang banget atau di jalanan pegunungan sepi dengan kontur curam penuh tikungan tajam. Kultur ini tergambar pula di berbagai hiburan pop Jepang seperti manga, anime maupun video game. Beberapa yang terkenal seperti Initial D, Wangan Midnightatau Tokyo Xtreme Racermisalnya. Judul-judul ini menunjukkan kegemaran balapan orang Jepang (namun dalam konteks balapan jalanan).

Foto: Red Sun Fast Cars Wordpress

Dan jangan lupakan Decotora/Dekotora. Sebuah permainan kata bahasa Jepang untuk Dcorated dan Truck, seperti makna kataDecotora/Dekotora adalah truk gede yang dihiasi. Mirip Itasha, hanya saja untuk mobil dengan body besar seperti truk angkut yang rodanya lebih dari empat itu.

Mereka tidak hanya menghiasi truk dengan ornamen dan lukisan namun juga berbagai lampu hias yang genjreng banget. Super bling bling gitu deh! Di Indonesia sebenarnya ada juga Decotora/Dekotora tapi baru sebatas lukisan di bak belakang truk, dan biasanya berupa kalimat-kalimat lucu dengan art cewek seksi dalam lukisan cat minyak. Truk seperti ini jelas bukan saingan Decotora namun memiliki semangat yang sama.

Foto:Voyapon.Com

Kultur mobil Jepang memang seru. Apa kamu berminat mengadopsi salah satunya? Yang jelas jangan bagian balapan liarnya, ya! Itu berbahaya dan melanggar hukum.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags