1. Home
  2. ยป
  3. Creator
20 Februari 2020 12:45

Inilah 10 tantangan di Benteng Takeshi yang paling sulit ditaklukkan

Sebelum mengalahkan Raja Takeshi, lewati dulu tantangan di Benteng Takeshi dengan selamat. Aditya Mahyudi

Bagi generasi 90-an, kamu pasti kangen sama Benteng Takeshi bukan? Acara yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi swasta ini memang terbilang seru karena menyaksikan para pejuang Benteng Takeshi yang berusaha menaklukkan semua tantangan dengan susah payah. Saking serunya, kita malah berandai-andai untuk ikut di dalamnya supaya bisa mengalahkan Raja Takeshi sekaligus mendapat uang sebesar jutaan rupiah.

Di balik semua itu, momen terlucu selama mengikuti tantangan Benteng Takeshi adalah saat menyaksikan para pejuang terjatuh dari arena permainan entah di jaring ataupun tercebur di danau.Yang tidak kalah serunya adalah ketika pertarungan antara para pejuang melawan pasukan Raja Takeshi. Momen ini dikatakan sangat dramatis di mana para pejuang terpaksa mengakui kehebatan Raja Takeshi yang dibantu oleh senjata canggihnya. Sakit hati sekali ya rasanya!


Dilansir dari sasukepedia.fandom.com, berikut ini 10 tantangan di Benteng Takeshi yang bikin para pejuang bakal menguras tenaga sekuat-kuatnya saat menaklukkannya.

1. Stepping Stones.

Foto: www.ungeek.ph

Tantangan ini seolah mengingatkan diri pada cerita Si Kancil. Dia melewati jembatan buaya demi menghindari kejaran petani usai mencuri timun secara diam-diam. Bedanya, kali ini para pejuang tidak akan bertemu dengan sekumpulan buaya melainkan dengan beberapa batu yang dijamin bikin was-was saat melewatinya.

Sebenarnya, menghadapi Stepping Stonesbisa dikatakan gampang-gampang susah. Tidak hanya melewati jembatan bebatuan untuk mencapai garis finish, setiap pejuang fokus dalam menjaga keseimbangan supaya batunya tidak goyang. Sebagai jaga-jaga, mereka harus tetap berada di batu entah dalam posisi berdiri atau jongkok agar mampu meneruskan perjuangannya.

Jika tidak kuat bertahan di batu maka tercebur di sungai adalah risiko utamanya sekaligus gagal dalam menyelesaikan Stepping Stones. Sebaliknya, pejuang yang berhasil hanya tinggal menghadapi empat pintu di mana mereka harus memilih salah satu pintu yang mudah ditembus.

Hanya para pejuang beruntung yang dapat menembus pintu tanpa beban. Sementara pejuang lainnya harus merasakan kesakitan mendalam setelah tahu bahwa pintu yang ditembusnya ternyata pintu beneran. Duh, ada-ada saja ya!

2. Honeycomb Maze.

Foto: www.sky.com

Dalam tantangan ini pejuang harus mencari jalan keluarnya di labirin dengan aman. Walaupun terasa sulit sekaligus menjengkelkan, mereka harus menebak-nebak semua pintu di dalamnya sambil berharap agar terhindar dari kejar-kejaran dua monster penjaga. Sayangnya, banyak pejuang yang salah memilih pintu sampai-sampai banyak dari mereka terciduk oleh dua monster hingga terpental keluar ke danau sebagai konsekuensinya.

Supaya tidak kecolongan, membuka salah satu pintu secara perlahan-lahan adalah jurus jitu dalam mengecoh pertahanan dua monster yang super kokoh. Lebih enak lagi jika pejuang berlari sekencang-kencangnya hingga pada akhirnya mereka berhasil menemukan pintu keluar di depan mata. Sungguh beruntungnya mereka!

Selain momen menegangkan, ada juga fenomena unik di mana salah satu pejuang berani mengeluarkan para monster sampai tercebur ke danau berkat trik cerdasnya. Hebat sekali, bukan?

3. Bridge Ball atau Gibraltar.

Foto: keshiheads.fandom.com

Masih ingatkah kamu dengan kutipan "Ayo cantik kamu pasti bisa!" yang sangat melegenda ini? Perkataan ini bermula dari mulut penjaga Bridge Ball, Michiru Jo yang mengacu pada pejuang cantik yang tak kuat menahan goyangnya jembatan. Saking hebohnya, mereka tak segan-segan menyemangati pejuang cantik tersebut agar bangun dari jembatan. Fakta sesungguhnya adalah mereka berharap pejuang tersebut goyah sampai-sampai mereka ingin menjatuhkannya lewat tembakan bola batu. Wah, modus rupanya!

Kembali lagi ke cara bermain BridgeBall, pejuang harus menaiki jembatan dengan sekuat-kuatnya. Pejuang diusahakan tidak terkena tembakan bola batu dari penjaga Bridge Ballataupun membuat jembatannya miring sampai berakhir jatuh ke jaring. Diingatkan lagi, jagalah keseimbangan selama di jembatan dan jangan lupa hindari batu di depannya agar tidak tersandung.

Sebagai langkah mudah, kedua tangan selalu dibentangkan lurus layaknya arah mata angin dan tetap fokus melihat ke depan. Melihat arah kiri dan kanan diperbolehkan asalkan harus tahu waktu yang tepat biar tidak kena sentuhan bola. Anggap saja pejuang sedang diuji ketahanan mental dan fisik.

4. High Rollers.

Foto: www.youtube.com

Hampir mirip dengan Bridge Ball,tantangan ini memang terasa lebih sulit karena tidak sedikit pula pejuang yang gugur setelah berputar-putar selama beberapa jam hingga tercebur ke sungai. Hal ini mungkin disebabkan karena pejuang kurang menjaga keseimbangan atau terlalu lama di pijakan rollers-nya.

Kuncinya adalah lewati setiap pijakan rollers dengan hati-hati lalu jalan secepat mungkin biar posisinya tidak goyang apalagi sampai tergelinding segala. Melompat dari pijakan rollers akan lebih baik jika sudah dekat dengan garis finish sekaligus merayakan kemenangan sepuasnya.

5. Quake.

Foto: www.sidereel.com

Kalau mau merasakan simulasi gempa bumi tidak perlu jauh-jauh datang ke pemadam kebakaran. Di benteng Takeshi simulasinya jauh lebih simpel dan tidak perlu ribet karena berfokus pada konsep rumah tradisional khas Jepang. Mungkin inilah yang dinamakan simulasi gempa bumi low budget!

Lima pejuang dengan berpakaiancosplay memasuki arena Quake. Dengan posisi duduk bersila, mereka harus bertahan dari getaran gempa bumi yang spektakuler. Berbagai getaran dimulai dari skala 4.0 sampai 8.5 adalah tantangan yang mereka hadapi.

Jika jatuh sedikit saja maka pejuang langsung dinyatakan gugur. Sebaliknya, pejuang yang bertahan dengan posisi tegap akan melaju ke tahap berikutnya. Maka dari itu, kamu sebaiknya berlatih dulu supaya nanti terbiasa jika suatu saat terjadi gempa bumi beneran.

6. Karaoke.

Foto: www.geocities.ws

Karaoke di tempat umum itu sudah hal yang lumrah terjadi. Namun apa jadinya jika para pejuang merasakan sensasi menyanyi di Benteng Takeshi dengan suasana kafe? Seperti karaoke pada umumnya, pejuang akan disambut oleh para Geisha yang siap mendampingi mereka saat menyanyi.

Sebagai instruksi, pemilik karaoke menantang setiap pejuang menyanyikan sebuah lagu dengan sendu. Syaratnya, lirik lagu yang mereka bawakan jangan sampai terlewat sedikit pun.

Apabila salah sedikit saja liriknya atau sengaja tidak menyanyi maka konsekuensinya adalah mereka siap-siap dikeluarkan oleh Trio Oki Bondo atau sang penjaga karaoke yang berpakaian ala mafia Jepang secara paksa. Sementara bagi pejuang yang telah menyanyikan lagu dengan lirik sempurna maka mereka layak diberi applause oleh para hadirin sebagai tanda pujian. Wah, serasa audisi Indonesian Idol nih!

Agar tidak gugup di tengah lagu, berlatih menyanyi hingga fasih serta memperhatikan artikulasiagar jelas kata-katanya adalah poin utama biar bisa menyanyi dengan rileks dan santai tanpa takut lupa lirik.

7. Star Bowling.

Foto: twitter.com/@KeshiHeads

Sebelum bermain tantangan ini pejuang mengambil nomor dari jenderal Tani untuk menentukan posisi. Aturan mainnya adalah setiap pejuang tidak diperbolehkan untuk menukar nomor dengan pejuang lain kecuali kalau nomornya memang sama.

Keunikan di Star Bowling adalah para pejuang berpakaian pin. Tugasnya adalah mereka harus tahan dari lemparan bowling raksasa yang dilakukan oleh pebowling berpakaian pink. Semakin kuat pejuang menahan lemparan bowling raksasa maka semakin besar peluang bertahan di Star Bowling. Kalau semuanya tumbang maka habiskan kesempatan pejuang untuk menambah poin demi tiket emas ke Raja Takeshi.

Agar tantangannya berjalan adil, para pejuang wajib berpose seperti patung dan jangan sampai bergerak sejengkal langkahnya. Intinya adalah mereka mau bersikap sportif supaya tidak berbuat kecurangan.

8. Flying Mushroom.

Foto: celebrity.okezone.com

Meskipun dianggap enteng, Flying Mushroom justru berfokus pada daya ketahanan fisik di mana pejuang berpegang jamur sekuat-sekuatnya bagaikan memeluk seseorang. Kekuatan otot tangan dan kaki sangat menentukan daya tahan pejuang demi turun di area finish. Lebih seru lagi jika pejuang berhasil tahan dari goyangan jamur yang berputar. Belum lagi ditambah dengan pegangannya yang licin. Wah, seru banget deh pokoknya!

Tenang saja Flying Mushroom kini dilengkapi oleh tali dan sebuah pegangan kecil untuk pejuang yang merasa takut ketinggian. Bahannya diklaim lebih aman karena sudah diuji coba selama berkali-kali. Tujuannya agar mencegah pejuang jatuh atau terluka secara tiba-tiba.

9. Final Fall.

Foto: www.geocities.ws

Inilah lubang yang sangat ditakuti oleh para pejuang yaitu Final Fall. Tantangan tersebut mengajarkan bahwa pejuang mulai memilih satu di antara lima lubang yang menunjukkan arah benteng Takeshi. Selain itu, mereka harus waspada terhadap dua monster yang bernama Katsuo dan Makoto di dalam lubang.

Karena susah ditebak dengan pasti, banyak pejuang yang salah masuk lubang sehingga mereka seakan tak berdaya atas serangan para monster. Imbasnya adalah muka pejuang dihiasi oleh coretan hitam para monster sebagai tanda kekalahan.

Untuk membedakannya, lubang berisi monster biasanya ditandai dengan gambar tengkorak dan lubang berisi jalan menuju benteng Takeshi tanpa simbol. Penampakan simbol tersebut hanya bisa dilihat oleh penonton lewat televisi dan sayangnya tidak berlaku untuk para pejuang karena mereka harus memilih lubang sesuai hati nurani.

10. Showdown.

Foto: www.rojakdaily.com

Setelah menyelesaikan semua tantangan dengan sukses, para pejuang berkesempatan untuk melawan Raja Takeshi beserta pasukan-pasukannya. Caranya tinggal tembak lubang mobil Raja Takeshi hingga benar-benar berlubang dengan memakai senjata air.

Dari beberapa peluang, rata-rata pejuang sering mengalami kekalahan dari Raja Takeshi karena dibekali oleh senjata canggih yang isi airnya dua kali lipat dari senjata pejuang. Hasilnya adalah para pejuang dan Jenderal Tani merasakan kesedihan yang mendalam. Walaupun menerima kekalahan, mereka setidaknya sudah berjuang sekuat tenaga dan pantang menyerah.

Tidak selalu berakhir antiklimaks, ada juga momen langka di mana pejuang pernah mengalahkan Raja Takeshi secara nekat. Dampaknya adalah pejuang mengibarkan bendera kemenangan setelah berhasil menaklukkan Istana Takeshi dengan diiringi oleh kembang api.

Harus diakui, perjuangan para pejuang tidaklah mudah. Mereka setidaknya sudah merasakan sensasi menikmati tantangan ala Benteng Takeshi dengan senyuman. Lagipula gagal memenangkan semua tantangan Benteng Takeshi bukanlah akhir dari segalanya karena masih ada kesempatan di lain hari.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags