1. Home
  2. ยป
  3. Creator
8 Mei 2019 17:15

Imbau ada pembentukan fakultas sawit, ini alasan Jokowi

Pada 2017 devisa yang dihasilkan industri sawit adalah Rp 300 triliun. Sulaiman Adi Wijaya

Presiden Jokowi menyampaikan sarannya kepada para pihak terkait agar membentuk fakultas Sawit. Saran tentang pembentukan fakultas sawit disampaikan Presiden Jokowi di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Muhammadiyah Lamongan Jawa Timur pada senin (19/11/2018).

Negara kita ini memiliki kekuatan besar misalnya kelapa sawit, tapi sampai sekarang ini belum ada fakultas kelapa sawit. Kata Jokowi.


Wajar saja saran tersebut disarankan oleh presiden karena sawit merupakan salah satu komoditi andalan Indonesia. Mengutip dari GAPKI.id pada tahun 2017 devisa yang dihasilkan oleh industri sawit adalah Rp 300 triliun.

Sebuah angka yang tak bisa disebut kecil. Jadi wajar presiden memikirkan perlunya sebuah fakultas khusus komoditi sawit agar terciptanya SDM (Sumber daya manusia) yang berkualitas serta profesinonal dibidang perkebunan kelapa sawit.

Dengan adanya fakultas sawit tentu akan mendukung program pemerintah yang mencanangkan moratorium atau pemberhentian sementara pemberian izin untuk pembukaan lahan kelapa sawit. Presiden menginginkan lahan yang sudah ada ditingkatkan produktivitasnya. Hal ini tentu sejalan bila didukung oleh adanya lembaga pendidikan tinggi yang memberikan pendidikan khusus pada bidang industri kelapa sawit.

Fakultas khusus untuk kelapa sawit memang belum ada tapi beberapa sekolah tinggi dan politekhnik mempunyai jurusan khusus perkebunan kelapa sawit. Berikut daftarnya :

1. Politekhnik Citra Widya Edukasi
Politekhnik yang beralamat di Jalan Gapura No.8, Cibitung, Bekasi, Jawa Barat ini memiliki jurusan D3 Budidaya kelapa sawit.

2. Institut Pertanian Yogyakarta (INSTIPER)
Institut Pertanian Yogyakarta ini berlamat di Jl. Nangka II, Maguwoharjo (Ringroad Utara), Yogyakarta . memiliki jurusan sarjana perkebunan kelapa sawit

3. Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian Agrobisnis Perkebunan (STIPAP)
STIPAP beralamat di Jalan Willem Iskandar Medan. Memiliki jurusan sarjana budidaya perkebunan (sawit dan karet).

Dengan angka devisa Rp 300 triliun pada tahun 2017 tentu ini harusnya menarik bagi lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang ingin terjun ke dalam industri kelapa sawit. Namun minat lulusan SMA nampaknya menjadi batu sandungan bagi harapan Presiden jokowi. Maksud hati ingin menciptkan tenaga ahli pada bidang perkebunan kelapa sawit namun minat siswa terhadap bidang kelapa sawit sangat rendah.

Mengutip dari ruangguru.com yang telah melakukan survey terhadap 432 siswa kelas XII mengenai jurusan terfavorit pada tahun 2017. Budidaya kelapa sawit atau pun perkebunan sama sekali tak masuk dalam jurusan favorit 432 siswa. Berikut 9 jurusan tervaforit. Pertama kedokteran, Hubungan Internasional, Ilmu Komunikasi, Manajemen, Psikologi, Tekhnik, Hukum, Farmasi, dan terakhir adalah akuntansi.

Saran pembentukan fakultas sawit sangat baik, namun pemerintah perlu pula memikirkan bagaimana untuk meningkatkan minat siswa terhadap jurusan budidaya kelapa sawit ini. Jangan sampai setelah fakultasnya berdiri tapi sepi mahasiswa. Ini adalah pekerjaan rumah kita bersama, pemerintah, masyarakat serta akademisi terkait agar minat siswa pada bidang kelapa sawit meningkat.

Harapannya setelah fakultas sawit terealisasi. Lahirlah profesional-profesional pada bidang sawit indonesia. Profesional yang mampu memberikan efek langsung pada peningkatan nilai indusrtri kelapa sawit nasional. Semoga !

(brl/tin)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags