1. Home
  2. »
  3. Creator
23 Juli 2020 13:00

Gagalkan aksi pencuri di rumahmu dengan 11 cara ini

Pencuri kini semakin banyak akal, gagalkan aksinya dengan 11 cara ini. DwiS
Foto: Ricarda Mölck dari Pixabay

Siapa sih, yang tidak ingin rumahnya selalu aman setiap saat? Tapi, kenyataannya, ada saja pencuri yang berhasil membobol rumah bahkan di lingkungan yang tampak aman sekalipun.

Zaman sekarang, pencuri semakin banyak akal dalam beraksi. Sebagai pemilik rumah, tentu kamu tidak ingin jadi korban pencurian, kan? Kalau begitu, kamu jangan sampai kalah pintar, dong. Jangan biarkan pencuri dengan mudahnya masuk rumah dan mengambil barang-barang berharga kesayanganmu. Apalagi sampai mengancam nyawa!


Lalu, bagaimana cara mencegah pencuri masuk ke rumah, baik ketika kamu ada atau sedang bepergian?

Nah, kamu bisa menggagalkan aksi para penjahat itu dengan melakukan 11 cara di bawah ini.

1. Hindari meletakkan barang di depan rumah.

Jika kamu membiarkan barang-barang seperti paket atau koran berlangganan yang belum tersentuh tergeletak di teras dan halaman rumah, bisa memancing pencuri untuk masuk. Artinya, menandakan kamu sedang tidak ada alias rumah dalam keadaan kosong. Jadi, kalau memang paket sering datang, titipkan saja di rumah tetangga. Stop berlangganan koran sementara kamu pergi.

Hati-hati meletakkan kendaraan di depan rumah. Kunci sepeda motor dan sepeda anak-anak dengan memarkirkannya di tempat aman, atau masukkan dalam garasi dan tutup.

2. Selalu kunci pintu dan jendela.

Terutama saat malam ketika para penghuni sudah tidur, pintu dan jendela wajib kamu kunci. Buat jadi sebuah kebiasaan untuk selalu mengecek pintu dan jendela sesaat sebelum tidur supaya kamu tidak sering lupa. Hindari meletakkan barang berharga di dekat jendela atau pintu rumah.

Pencuri juga tak melewatkan ruang garasi saat mengintai. So, kunci selalu garasi saat kamu ada atau sedang keluar rumah. Apalagi jika banyak sepeda motor atau mobil di dalamnya. Buat kamu yang pelupa, gunakan alat otomatis untuk menutup pintu garasi.

Tidak hanya malam, pagi atau siang pun kamu perlu waspada. Sekalipun jarang terjadi pencurian di lingkungan tempat tinggalmu, tetap kunci pintu rumah dan gerbang apalagi jika kondisi sekitar sepi. Pencuri bisa masuk kapan saja terutama jika ada kesempatan.

Oh iya, ajarkan adik atau anakmu yang masih kecil untuk tidak sembarangan mengizinkan orang asing masuk ke dalam rumah. Sering ajak adikmu berkumpul dengan anggota keluarga besar supaya lebih mengenal wajah mereka. Jadi, orang asing tidak mudah mengelabuinya dengan mengaku sebagai anggota keluarga kalian demi melancarkan aksinya.

Ajarkan adikmu untuk bisa menghubungi nomor darurat dan selalu menanyakan identitas orang asing yang berkunjung ke rumah. Kalau perlu, sebelum adikmu membukakan pintu, mereka harus menunjukkan ID yang jelas.

3. Gunakan kunci pintu yang aman.

Supaya lebih menjamin keamanan, kalau perlu gunakan kunci deadbolt pada pintu rumahmu. Ingin kunci deadbolt terbaik, pilih yang grade 1.

Pasang kunci gerendel bisa sebagai tambahan keamanan. Pintu dengan lubang pengintip juga bagus. Buat pintu rumah dari bahan kayu solid dan kokoh seperti jati, termasuk untuk kamar tidur. Pilihan lain, pintu rumah juga bisa dari bahan logam atau kaca berserat. Plate besi atau strike plate pada pintu harus kokoh, pasang menggunakan 4 baut setidaknya berukuran panjang 7.6 cm. Hindari memasangnya dengan baut pendek yang bisa mudah dibobol pencuri.

Letak pintu kalau bisa agak jauh dari jendela. Tujuannya supaya tangan pencuri tidak mudah menggapai kunci yang terpasang di pintu bagian dalam melalui jendela. Penting untuk memasang teralis besi pada jendela, bagian kacanya gunakan bahan yang kokoh. Jika rumahmu menggunakan pintu geser, gunakan bahan dari plastik atau kaca yang sudah diperkuat, contohnya: polycarbonate. Pada treknya, gunakan logam atau kayu sebagai penahan supaya tidak mudah dibuka paksa.

Hindari kebiasaan menyembunyikan kunci rumah di bawah keset, atas pintu, ataupun di pot tanaman saat sedang keluar rumah. Kebiasaan itu sudah sering dilakukan oleh orang-orang sehingga pencuri mudah menebaknya.

4. Pelihara anjing.

Gonggongan anjing bisa membuyarkan konsentrasi pencuri yang mencoba memasuki rumahmu. Kalau suka, kamu bisa pelihara anjing khususnya yang memang bertugas menjaga rumahmu dari orang asing dengan niat jahat. Setidaknya, mendengar gonggongan anjing tanpa henti di tengah malam bisa memberitahukanmu bahwa ada hal yang tidak beres di sekitar rumah. Jadi, kamu pun bisa lebih waspada.

5. Jangan biarkan rumah gelap.

Pencuri sebelum beraksi tentu akan mengintai rumah incaran mereka sebelumnya. Nah, jangan biarkan rumahmu terlihat gelap di malam hari. Ingatkan diri dan anggota keluarga untuk selalu menyalakan lampu luar kalau sudah malam, termasuk bagian depan dan belakang rumah. Kamu pun perlu menyalakan lampu di dalam ruangan rumah.

Jangan sering membuka gorden terutama saat malam ketika lampu ruangan menyala, kondisi dalam rumah bisa terlihat jelas dari luar. Apalagi kalau ada barang-barang berharga di dalamnya. Hal itu bisa memancing orang jahat untuk mencuri di rumahmu. Pasang gorden berbahan tebal, tutup saat malam atau ketika rumah sedang sepi. Kalau ada lampu penerang jalan di depan rumahmu, akan semakin baik.

6. Berhubungan baik dengan tetangga.

Tetangga yang baik bisa membantu terutama saat rumahmu sedang kosong. Apalagi kalau sudah akrab, kamu jadi tidak sungkan meminta tolong untuk menjaga rumahmu, entah menyalakan lampu di malam hari atau sekadar memantau sekitar. Jangan lupa memberikan nomor teleponmu ke mereka supaya mudah menghubungi kalau ada hal-hal yang tidak beres di sekitar rumahmu.

Berteman baik dengan satpam atau penjaga di lingkungan rumahmu juga bisa membantu. Mereka pun bisa bertindak cepat jika melihat orang asing mencoba memasuki rumahmu.

7. Pilih tanaman tepat di sekitar rumah.

Supaya pencuri tidak ada tempat bersembunyi, hindari memelihara pohon besar atau yang bersemak-semak di sekitar rumah. Kalau perlu, pelihara kaktus atau tanaman berduri lainnya di dekat jendela atau tembok halaman rumah.

8. Pasang alarm dan CCTV.

Memasang alarm keamanan bisa membuat pencuri panik saat ingin memasuki rumahmu. Kamu bisa membeli alarm dari yang biasa hingga tercanggih, sesuai kemampuan. Kalau perlu, pasang CCTV di tempat yang strategis alias menjangkau luas sekitar rumahmu. Pencuri akan berpikir dua kali untuk beraksi kalau tahu rumahmu terpasang pengamanan. Kalau tidak sanggup beli yang asli, coba saja pasang yang palsu sebagai pengecoh.

9. Hindari pamer barang mewah.

Kebiasaan menggunakan media sosial kadang membuatmu lupa untuk selalu waspada. Apalagi kalau kamu sering memamerkan barang-barang berharga entah itu perhiasan baru, jam tangan dan handphone termahal, mobil keren, dan sebagainya. Tentu itu sangat bisa memancing orang yang berniat jahat. Kita tidak pernah tahu niat orang, bahkan teman di media sosial sekalipun.

Atau, kamu memamerkan rumah barumu yang besar, memfoto atau memvideokan keseluruhan ruangan lengkap dengan isinya. Seolah-olah seisi dunia harus tahu bahwa kamu punya rumah mewah. Ada alamatnya pula! Wah, hati-hati. Orang jahat jadi mudah mempelajari kondisi dan ruangan-ruangan dalam rumahmu. So, tetap hati-hati ya, tidak perlu pamer berlebihan.

10. Tidak menjauh dari ponsel.

Saat sedang di kamar pribadi, usahakan ponsel ada di dekatmu atau letakkan di tempat yang mudah kamu jangkau. Ketika butuh pertolongan atau ingin menghubungi nomor darurat, kamu bisa segera menelpon mereka. Tetap siap siaga, jangan biarkan pulsamu sering kosong, ya.

11. Berlatih beladiri.

Demi meningkatkan keamanan dan perlindungan, tidak ada ruginya kamu latihan beladiri. Ini tentu berguna saat kamu harus melawan dan melumpuhkan penjahat.

Pencuri di rumah ataupun penjahat di luar sana akan kewalahan menghadapi targetnya yang ternyata bisa beladiri. Kalau belum terlalu ahli, pelajari tingkat dasar dulu setidaknya masih bisa melindungi diri dari penjahat.

Tapi nih, jangan sampai menghajar pencuri apalagi hingga babak belur jika ternyata dia telah berhasil mencuri hatimu. Duh!

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags