1. Home
  2. ยป
  3. Creator
29 Maret 2018 05:37

Mengintip Desa Terapung Danau Titicaca yang menakjubkan

Bayangkan, bangun tidur dan kemudian melihat dunia mengapung melewati jendela kita, kira-kira bencana apa yang sedang terjadi? Rahmat Saputra

Tidak ada yang tau pasti asal-usul nama Titicaca bisa melekat untuk menyebut danau ini, karena bila diartikan kata Titicaca mempunyai arti Batu Puma atau bisa diartikan Curah Timah Hitam jika melihat dari artinya sendiri sebenarnya tidak berkaitan dengan hal apapun pada danau ini. Terlepas dari itu, satu hal yang pasti danau Titicaca adalah danau tertinggi di dunia. Dengan berada di ketinggian 3.821 m di atas permukaan laut menjadikan danau Titicaca sebagai danau tertinggi di dunia.


Di sini terdapat 40 pulau-pulau terapung. Awalnya dibuat oleh orang-orang Uros dari Peru dari jaman Inca, pulau-pulau cantik ini digunakan untuk tempat pelarian dan berlindung dari peperangan yang tidak pernah berhenti di tanah airnya.

Cara suku Uros ini bisa benar-benar membuat mereka sulit dijangkau oleh agresor, dan karena dikerjakan dengan sangat baik oleh masyarakat mereka selama berabad-abad, sepertinya tidak ada alasan untuk berpindah ke tanah daratan.

Untuk menghindari bangunan rumah itu terbawa arus, maka lapisan-lapisan rumput ilalang dijadikan satu dan diikatkan pada tali panjang sebagai jangkar penambat di dasar danau. Setiap enam bulan sekali mereka harus membuat bangunan rumah yang baru dengan mengganti ilalang yang sudah lama yang telah rusak dan busuk.

Cara Penduduk asli (suku uros) dalam memanfaatkan ilalang yang ada untuk digunakan sebagai bangunan rumah itu menjadi pemandangan yang menakjukban dari danau Titicaca. Hal itu pun menjadi daya tarik kepada para wisatawan yang merasa penasaran melihat cara hidup suku Uros tersebut. Menurut data, setiap tahunnya ada 200.000 wisatawan datang mengunjungi danau Titicaca ini.

Para wisatawan yang berkunjung ke danau ini tidak akan menyia-nyiakan untuk merasakan sensasi berjalan di atas air danau yang beralaskan tumpukan-tumpukan ilalang. Bahkan para wisatawan juga bisa mencoba mengelilingi danau dengan menggunakan perahu-perahu unik yang dibuat oleh suku Uros yang ternyata juga berbahan dasar ilalang. Memang suku Uros dikenal memiliki keahlian dalam menghasilkan berbagai macam kerajinan dari ilalang tersebut, biasanya kerajinan itu nantinya akan dijual sebagai suvenir bagi para wisatawan yang datang.

Hanya sedikit dari pulau-pulau itu yang mau menerima pengunjung, yang bukan berarti hal yang tidak baik karena ada laporan yang menyebutkan tradisi hidup suku Uros ini berubah cepat karena bertambahnya interaksi mereka dengan para turis. Para penghuni danau ini menganggap dirinya sebagai pelindung danau dan konon lebih dahulu dari peradaban Inca, dan menurut legenda dari generasi ke generasi, bahkan sudah ada sebelum matahari, bintang, dan bulan. Tidak heran mereka khawatir akan direcoki oleh orang-orang yang ingin tahu banyak tentang mereka.

(brl/gib)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags