1. Home
  2. ยป
  3. Creator
13 September 2019 16:52

Bolehkah meregangkan sendi hingga berbunyi? Ini penjelasannya

Kamu mungkin pernah mendengar bunyi 'krek' ketika meregangkan sendi yang terasa pegal. Namun, apakah hal tersebut aman dilakukan? Dadang Supena

Sendi merupakan bagian tubuh yang menyambungkan tulang-tulang. Sendi dibagi menjadi sendi mati dan sendi gerak. Sendi yang dapat berbunyi adalah sendi gerak. Sendi tubuh yang dapat bergerak di antaranya adalah sendi leher, siku, buku-buku jari, lutut, dan pergelangan kaki.

Sendi manusia terdiri dari tulang rawan yang terdiri dari tendon dan ligamen yang dilindungi oleh kapsul dan dilapisi dengan cairan. Cairan ini mengandung oksigen, karbondioksida, dan nitrogen.


Sumber: https://rheumapas.com/kepala-terasa-dan-leher-kaku/

Ketika kamu meregangkan sendi dengan gerakan cepat dan menghentak, maka ruang dalam sendi akan membesar sehingga tekanan di dalam sendi akan menurun. Kondisi ini menyebabkan terdoronganya udara yang mengandung cairan keluar sehingga mengakibatkan pelepasan gas dan pada akhirnya menghasilkan bunyi krek pada sendi.

Banyak orang yang percaya bahwa membunyikan sendi, seperti sendi leher dan buku-buku jari dapat mengurangi rasa pegal dan kaku pada area sendi tersebut. Sehingga tak jarang aktivitas ini menjadi kebiasaan membunyikan sendi secara sengaja.

Bolehkah meregangkan sendi hingga berbunyi?

Mungkin kamu pernah bertanya-tanya mengenai dampak meregangkan sendi hingga berbunyi.Sebenarnya, jika hal tersebut dilakukan sesekali mungkin tidak akan memberikan dampak yang besar. Meskipun meregangkan sendi hingga berbunyi dapat meredakan rasa pegal, namun ternyata hal itu hanya bersifat sementara. Jika hal ini menjadi kebiasaan, maka dapat melenceng dari aturan sendi yang sebenarnya. Pasalnya, tulang rawan manusia bersifat lentur dan elastis, sehingga kebiasaan ini dapat berpotensi menghancurkan tulang yang berada di dalamnya.

Selain itu, pakar kebugaran juga menyatakan bahwa kebiasaan meregangkan sendi leher hingga berbunyi dapat meningkatkan risiko terpapar stroke. Hal ini disebabkan karena kebiasaan ini diperkirakan dapat memicu kerusakan pada arteri dan pembuluh nadi pada area leher. Sehingga apabila gerakan tersebut dilakukan pada leher dan menyebabkan saraf terjepit. Maka bukannya tidak mungkin hal tersebut dapat menghambat perintah dari otak pada organ gerak di tubuh.

Caramengatasi pegal tanpa membunyikan sendi.

Agar sendi tidak kaku dan pegal, para ahli menyarankan agar lebih sering bergerak dan beraktivitas fisik tiap kali kamu merasa pegal. Maka dari itu, penting bagi setiap orang untuk melakukan olahraga secara teratur.

Apabila kamu memiliki kebiasaan membunyikan sendi, setidaknya lakukan gerakan tersebut secara lembut dan perlahan. Jangan menghentaknya terlalu keras, seperti terlalu menekuk atau memutar sendi. Pasalnya, hal tersebut dapat memberikan beban lebih pada sendi sehingga dapat meningkatkan risiko terkena radang sendi.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags