1. Home
  2. ยป
  3. Creator
8 November 2019 14:40

Berkenalan dengan fenomena El Nino yang sempat melanda Indonesia

2019 menjadi tahun dengan musim panas yang panjang dan lebih panas dibanding tahun sebelumnya. Saidahtyani

Pernahkah kamu mendengar istilah El Nino? Mungkin beberapa dari kamu pernah mendengarnya. Untuk yang belum tahu, secara sederhana fenomena El Nino yaitu musim panas yang berkepanjangan yang terjadi beberapa tahun sekali. El Nino adalah fenomena alam di wilayah timur Samudra Pasifik yang dipicu kenaikan suhu berkala dan terjadi setiap tiga sampai tujuh tahun sekali.

Musim panas yang begitu panas ternyata tidak hanya dialami Indonesia saja. Beberapa negara di Eropa pun mengalami gelombang panas bahkan ada yang menimbulkan korban jiwa. Bukan hanya Kalimantan yang mengalami kebakaran hutan, beberapa wilayah di Siberia, Rusia dan Alaska, Amerika Serikat pun mengalaminya di bulan Juli lalu.


Tahun 2019 diklaim menjadi tahun terpanas sepanjang sejarah.

Foto: evms.edu

Negara Eropa yang dikabarkan mengalami musim panas sangat ekstrem yaitu Paris, Ibu Kota Prancis, beberapa bulan lalu. Badan meteorologi Prancis, Meteo France, mencatat suhu tertinggi 42,6 derajat Celsius di Paris pada 25 Juli, lebih panas dua derajat dari rekor sebelumnya pada 70 tahun yang lalu.

Selain Paris, rekor suhu tertinggi juga dipecahkan oleh beberapa negara seperti New Delhi di India, Anchorage di Alaska, Santiago di Chili, dan sebagian Lingkar Arktik. Untuk Indonesia sendiri fenomena ini menyebabkan banyak daerah mengalami kekeringan hingga di penghujung bulan Oktober.

Perkiraan hujan turun.

Foto: thenewsmexico.com

Di Indonesia musim panas 2019 berlangsung dari sekitar bulan Juni dan hingga di penghujung Oktober. Walau hujan pernah turun beberapa kali di Oktober di beberapa daerah, namun frekuensinya masih sangat sedikit.

Mengutip dari kompas.com, awal musim hujan periode 2019-2020 mengalami kemunduran. "Sebagian besar wilayah Indonesia akan mulai memasuki musim hujan pada Bulan November, kecuali untuk wilayah Sumatera dan Kalimantan yang dimulai sejak pertengahan Oktober 2019".

Musim panas memang asyik karena musim yang cocok digunakan untuk beraktivitas dan jalan-jalan. Namun jika berkepanjangan dan menyebabkan banyak kekeringan bahkan bisa membunuh orang tentu sangat membuat risau. Semoga saja hujan yang diprediksi turun tidak mundur jauh.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags