1. Home
  2. ยป
  3. Creator
13 Juli 2018 12:25

Ini bahaya memelihara kucing dan cara mengantisipasinya

Kamu bisa mencegahnya dengan cara perawatan yang benar. Inna Farida Sukmawati

Banyak orang menyukaikucing karena terlihat lucu dan manja. Belum lagi ada banyak jenis kucing di dunia, mulai dari kucing domestik Indonesia, ras persia, anggora, himalayan, maincone, rusian blue, american short hair, siamese, norwegian forest dll. Tapi, siapa sangka di balik manis dan imutnya kucing ternyata terdapat bahaya yang juga mengintai jika kamu tak memeliharanya dengan baik.

Berikut ini adalah beberapa bahaya dari memelihara kucingagar kamulebih waspada dan tahu bagaimana memelihara kucing yang baik agar terhindar dari bahayanya.


1. Toksoplasma.

Bahaya memelihara kucing yang paling utama dan sangat berbahaya adalah parasit toksoplasma gondi yang merupakan penyebab kemandulan dan cacat pada janin. Tentu saja penyakit ini menakutkan, terutama bagi wanita. Bahkan penyakit ini juga dapat menyebabkan kerusakan pada organ reproduksi. Meskipun toksoplasma penyebarannya berasal dari beberapa faktor, tetapi kucing mempunyai presentase besar dalam penularannya.

2. Asma.

Penyakit yang berhubungan dengan sistem pernafasan ini juga merupakanbahaya dari memelihara kucing. Sama berbahayanya dengan tokso, gagal nafas pada asma bisa menyebabkan kematian ketika penderita menghirup bulu kucing yang rontok dan mengandung bakteri atau virus.

3. Radang paru-paru.

Bahaya memelihara kucing yang ketiga adalah radang paru, ini juga masih berhubungan dengan toksoplasma yang menjalar menuju paru menginfeksinya dan menyebabkan radang juga iritasi. Nah, bahayanya terjadi saat paru-paru terinfeksi dan menjadikan oksigen yang diserap paru-paru terhambat sehingga akan kesulitan bernafas dan bisa berujung kematian.

4. Pembesaran Hati (Liver).

Hati adalah organ penting dalam sistem metabolisme tubuh, bahkan merupakan pusat sistem metabolisme paling aktif dalam tubuh kita. Dan lagi-lagi tokso yang menyerang hati dapat menyebabkan kerusakan jaringan sehingga mempengaruhi kerja serta kemampuan hati untuk menguraikan hemoglobin yang bertugas menyaring darah dan racun. Jika berlanjut, hal ini dapat menyebabkan hati bengkak dan rusak. Memelihara kucing juga berbahaya bagi penderita penyakit kuning karena sangat rentan berujung kematian.

5. Rabies.

Mendengar kata rabies ingatan kita langsung tertuju pada anjing, kan? padahal bahaya memelihara kucing salah satunya adalah penyakit rabies. Kucing juga bisa menularkan penyakit ini. Rabies disebabkan oleh virus lissaviruses yang ditularkan oleh kucing melalui cakaran dan air liur.

6. Ringworm.

Ringworm atau lebih dikenal sebagai kurap adalah penyakit kulit yang disebabkan oleh kucing. Kucing yang terserang ringworm kulitnya menjadi berjamur dan akan merontokkan bulunya. Pada manusia yang tertular, akan menyebabkan gatal, rasa panas, pedih juga kemerahan pada kulit yang berbentuk melingkar (ring). Itulah kenapa penyakit ini disebut ringworm. Ringworm pada sebagian kucing disebabkan oleh telur telur cacing yang menginfeksi kulit. Bahaya memelihara kucing ini dapat terjadi jika tak menjaga kebersihan kucing dan kandangnya.

7.Penyakit cakar kucing.

Bahaya memelihara kucing tanpa kita sadari juga membawa penyakit cakar kucing. Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Bartonella Henselae yang ditularkan kucing kepada manusia melalui cakaran dan gigitannya. Kita mungkin tidak menyadari kebiasaan kita menggendong kucing mengelusnya kemudian lupa untuk membasuh, lalu tangan kita yang terkontaminasi bakteri digunakan untuk mengambil makanan atau mengusap wajah dan mata. Nah, dari sinilah bakteri Bartonella Henselae masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi. Setelah itu akan muncul benjolan kecil selama 10 hari yang disertai demam, mual, pusing, muntah dan radang. Waspadai gelaja tersebut dan segeralah berobat ke dokter.

8. Alergi.

Alergi yang ditimbulkan kucing ini biasanya karena bulu yang rontok dan bertebaran di ruang sekitar kita. Bisa saja di sofa, lantai, bahkan tempat tidur ketika kita membawanya bermain atau tidur bersama. Bulu bulu ini kemudian terhirup nafas dan kemudian menimbulkan reaksi alergi yang oleh tubuh mensintesis histamin dan zat kimia lain yang memicu. Gejala alergi tersebut bermacam macam, seperti bersin, batuk, sesak nafas, gatal gatal dan mata berair.

9. Diare.

Percaya nggak kalau bahaya memelihara kucing kali ini adalah diare? Begitu makanan kita terkena sentuhan kucing atau dijilat lalu makanan itu tanpa sengaja kita konsumsi, bakteri dari kucing segera berpindah dalam perut kita lewat makanan tersebut dan menginfeksi pencernaan. Nah, maka dari itu hati hati untuk menjaga makanan dari jamahan kucing. Tutup rapat atau simpan makanan dengan baik dalam almari.

10.Penyakit infeksi.

Bahaya memelihara kucing yang kesepuluh ini lebih luas lagi akibatnya, yaitu terinfeksinya tubuh yang disebabkan oleh bulu kucing. Gejalanya bisa saja tak tampak secara cepat dan jelas alias kasat mata, bahkan bisa jadi diabaikan oleh sebagian orang. Gejala itu makin lama makin bertumpuk kemudian menjadi penyakit infeksi serius seperti hidrosephalus, demam, memar kulit dan infeksi hati.

Nah, itulah beberapa bahaya memelihara kucing, meski sebagian orang juga mempercayai bahwa kucing tak selalu menularkan penyakit. Pernyataan tersebut memang benar, namun kamu juga perlu memiliki langkah antisipasi agar kucingmu sehat dan tak menularkan penyakit. Cara-cara berikut ini dilakukan untuk mencegah seluruh penyebaran virus atau bakteri pada kucing.

Nah, berikut ini beberapa cara untuk mencegah penularan penyakit kucing pada manusia serta mengatasi bahaya memelihara kucing.

1. Melakukan perawatan secara berkala pada kucing.

Merawat kebersihan tubuh kucing sangatlah penting agar bebas dari kotoran yang menempel pada bulu, seperti bekas tinja atau juga bekas air kencing dengan cara memandikan paling tidak seminggu sekali, atau mengelap wajah kucing dengan tisu basah setiap hari di area mata, hidung, mulut, juga telapak kaki. Kamu juga bisa memotong kukunya secara berkala dan menyisir bulunya setiap 3 hari sekali. Melalui perawatan ini, kamu akan meminimalisir kerontokan bulu penyebab alergi karena kerontokan bulu pasti akan menyebar ke ruangan, bahkan menempel pada pakaian yang kamu kenakan.

2. Bawalah ke dokter hewan untuk pemeriksaan kesehatan, pemberian vaksin dan juga vitamin.

Perawatan kucing secara teratur sangat menghindarkan kita dari bahaya memelihara kucing. Pemberian vaksin dan vitamin sesuai umur kucing sangatlah penting. Sebagai upaya agar kucing sehat dan pertumbuhannya tak terganggu juga diwajibkan untuk memberi obat cacing. Infeksi cacing pada kucing bisa menular pada manusia lewat telur yang menyebar saat kita menyentuhnya. Beberapa vitamin juga diperlukan bagi pertumbuhan kucing seperti vitamin A D E dan omega 3.

3. Berikanlah makanan yang sehat.

Kucing membutuhkan makanan yang bersih dan sehat untuk kesehatan dan pertumbuhannya. Berikanlah makanan yang berkualitas dan hindari pemberian makanan mentah seperti daging mentah juga ikan mentah. Jangan biarkan pula kucing memakan serangga kecoak dan cicak karena hewan hewan tersebut pembawa bakteri yang akan menginfeksi kucing. Letakkan makanan kucing pada wadah yang bersih dan dicuci setiap kali akan dipakai kembali. Makanan yang tersisa jika tak dibersihkan akan menjadi tempat berkembang biak bakteri yang bisa menyebabkan kucing menjadi mencret. Makanan basah sebaiknya disimpan dalam freezer atau kulkas jika akan digunakan dalam jangka lama.

4. Memberikan perawatan yang ekstra pada bulu kucing.

Tujuan mencegah bahaya memelihara kucing memang haruslah optimal. Tak ketinggalan untuk urusan bulu kucing, selain disisir untuk mengurangi kerontokan kucing juga butuh vitamin bulu yang berfungsi menguatkan bulu, kesehatan kulit kucing, terbebas dari jamur dan scabies. Bahkan ada juga bedak khusus kucing yang dianggap sangat mustajab untuk menjaga bulu kucing dari kerontokan.

5. Pisahkan kandang kucing dari ruang utama dalam rumah kita.

Untuk mencegah bahaya memelihara kucing selanjutnya adalah memberikan kandang yang tepat serta di mana harus meletakkannya. Jauhkan kandang dari kamar tidur, ruang tamu bahkan dapur tempat kita memasak makanan. Kita bisa meletakkan kandang kucing di garasi atau mungkin ada gudang yang kosong atau ruang tersendiri khusus untuk memelihara kucing. Intinya untuk mencegah penyebaran kotoran dan bulu kucing kemana mana. Jangan lupa bersihkan kandang atau tempat tinggal kucing setiap hari, semprot dengan desinfektan sesekali untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur.

Selain tips menjaga agar kucing peliharaan kita sehat dengan cara di atas, ada juga pilihan tips lain yaitu memilih kucing yang sehat untuk dipelihara. Adapun ciri ciri kucing yang baik dan sehat untuk dipelihara adalahhidungnya hangat, sedikit basah berwarna kemerahan tidak pucat,mata bersih terang tanpa noda kemerah merahan dan air mata pada matanya,mulut berwarna merah jambu cerah dan tanpa bekas luka atau noda,telinga bersih dari kotoran,bulunya bersih halus lembut dan bersinar juga hangat,badan terasa hangat, tak panas atau dingin.

Tak sulit bukan untuk mencegah bahaya memelihara kucing ini? Yang jelas kita harus merawat kucing dengan baik dan benar agar kucing tetap sehat dan juga tidak menularkan penyakit. Beberapa orang memang ada juga yang alergi pada bulu kucing meski kucing kita bersih dan sehat.

Nah ada beberapa tips untuk mengatasi alergi bulu kucing, di antaranya dengan minumair lemon segera setelah terkena bulu kucing atau bersentuhan dengan kucing, mengusapkanminyak kayu putih pada kulit yang terasa gatal, membersihkantangan atau kulit dengan tisue basah sesaat setelah menyentuh kucing atau terkena bulunya.

Demikianlan langkah dan cara untuk mengatasi bahaya memelihara kucing agar terhindar dari penyakit yang ditularkan kucing. Kucing memang menggemaskan tapi ingat ada bahaya yang mengintai dibalik manis dan imutnya kucing, tetapi di balik itu juga ada cara yang tepat agar kucing kita sehat dan tak menularkan penyakit. Pilihan ada di tanganmu mari sayangikucingmu dengan cara yang tepat.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags