1. Home
  2. ยป
  3. Creator
18 Mei 2020 12:05

9 Cara agar tidak dehidrasi saat menjalankan puasa Ramadan

Saat berpuasa ada kalanya tubuh terasa lemas karena dehidrasi. Audy Ramadhani

Pernahkah kamu merasa lemas, pusing, atau sakit kepala saat berpuasa? Bisa jadi tubuhmu sedang kekurangan cairan. Walaupun dehidrasi yang terjadi ketika puasa tidak berbahaya, tetap bisa menghambat aktivitas sehari-hari, bukan?

Puasa di Indonesia kurang lebih salama 12 jam, yaitu dimulai ketika terbit fajar hingga terbenam matahari. Selain diisi dengan beribadah, kamu juga masih melakukan aktivitas seperti belajar maupun bekerja. Oleh karena itu kamu perlu memperhatikan kebutuhan cairan dalam tubuh yang terdiri dari 70 % air agar bisa berfungsi normal.


Nah, supaya tidak dehidrasi saat berpuasa, ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan.

1. Tetap minum air sesuai kebutuhan.

Foto: pexles.com

Pada dasarnya kebutuhan air setiap orang berbeda-beda, namun rata-rata orang dewasa membutuhkan 8 gelas air atau setara dengan 2 liter air setiap harinya. Dalam kondisi puasa, sebaiknya kamu tetap menjaga kebutuhan cairan dengan minum minimal 2 gelas saat sahur, 4 gelas saat berbuka, dan 2 gelas menjelang tidur.

2. Hindari makan terlalu asin saat sahur.

Foto: pexels.com

Biasanya kamu makan sahur dengan menu sederhana, namun perlu diperhatikan juga kadar garamnya. Garam begitu berpengaruh terhadap pengaturan cairan di tubuh. Terlalu banyak garam yang dikonsumsi akan mengacaukan pengaturan tersebut dan membuatmu cepat haus.

3. Perbanyak minum susu atau air kelapa muda.

Foto: pexels.com

Susu bisa menghindarkan dari dehidrasi karena kaya akan protein, karbohidrat, kalsium dan elektrolit. Sedangkan air kelapa muda mengandung isotonik dan elektrolit alami yang dapat mengatasi dehidrasi saat puasa. Sehingga selain air mineral, kamu juga bisa memperbanyak minum susu atau air kelapa muda.

4. Konsumsi buah dan sayur yang beragam.

Foto: pexels.com

Imbangi kebutuhan mineral dan cairan dengan konsumsi buah dan sayur yang beragam, terutama buah yang mengandung banyak air. Contohnya semangka, tomat, timun, anggur dan lain sebagainya.

5. Perbanyak cairan pada malam hari sebelum sahur.

Foto: pexels.com

Kamu bisa minum dan memenuhi kebutuhan cairan sebelum tidur pada malam hari. Bahkan jika terbangun, kamu juga bisa menyempatkan minum terlebih dahulu. Hal ini demi memenuhi kebutuhan cairan dalam sehari.

6. Kurangi minum kopi dan teh.

Foto: pexels.com

Teh maupun kopi adalah dua minuman favorit masyarakat, tetapi ketika sahur cobalah untuk tidak meminumnya. Hal ini karena kopi dan teh mengandung kafein yang bersifat diuretik yaitu meningkatkan pengeluaran kencing.

7. Perhatikan obat atau suplemen yang dikonsumsi.

Foto: pexels.com

Bagi yang mengonsumsi obat-obatan atau suatu suplemen vitamin pastikan dahulu bahwa obat tersebut tidak berefek samping dehidrasi dan membuat tubuh kekurangan cairan. Sebaiknya diskusikan juga hal ini pada dokter.

8. Jangan terlalu banyak tidur.

Foto: pexels.com

Walaupun di bulan Ramadan tidur termasuk ibadah, tidur yang berlebihan tentu tidak baik bagi tubuh. Ketika tidur cairan akan tetap dikeluarkan oleh tubuh. Hal tersebut termasuk dalam insensible water loss atau kehilangan cairan tanpa terasa.

9. Kurangi kegiatan di luar.

Foto: pexels.com

Virus Corona menyebabkan kita harus tetap berada di rumah, hal ini bisa membantu cairan tubuh tetap terjaga. Pada hari biasa kamu akan kehilangan cairan 1-4,5 liter cairan dan lebih cepat jika beraktivitas di luar yang terkena sinar matahari. Jadi, saat puasa di tengah pandemi sebaiknya memang tetap di rumah saja, bukan?

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags