1. Home
  2. ยป
  3. Creator
15 Februari 2020 11:25

7 Trik tersembunyi dalam wawancara kerja untuk menguji kemampuanmu

Bagaimana jika kamu disuruh lompat dari jendela? Hanny Ammaria

Zaman sekarang, dengan melihat CV ataupun melakukan wawancara seperti biasa tidak cukup untuk mengetahui kemampuan kandidat atau pelamar kerja, khususnya kemampuan spesifik yang perekrut harapkan dari kandidat agar mampu menghadapi masalah yang biasa dihadapi dalam dunia kerja. Hal inilah yang mendasari para perekrut untuk menggunakan beberapa trik untuk menguji kandidat yang mana kandidat itu sendiri bahkan tidak menyadari bahwa mereka sedang diuji.

Dilansir dariBrightSide, berikut ini tujuh trik yang digunakan employers untuk menguji pelamar.


1. Ditawari secangkir kopi dengan suatu alasan.

Tes ini dicetuskan oleh Kepala Xero Australia (perusahaan pengembangan accounting software), Trent Innes, dan mengatakan bahwa trik ini akan menunjukkan karakter dan perangai seseorang secara lebih akurat dibandingkan dengan wawancara biasa seperti pada umumnya. Tes ini sudah cukup populer digunakan oleh pewawancara/perekrut dengan cara mereka akan menawarkan secangkir kopi kepada kandidat. Setelah wawancara selesai, maka pewawancara akan menanti tindakan apa yang akan dilakukan kandidat terhadap cangkir kopi miliknya sendiri, akankah mereka bertanya di mana harus meletakkan cangkir tersebut, atau meninggalkan cangkir begitu saja, atau akankah mereka mencuci cangkir mereka di dapur.

Tindakan terbaik dalam kasus ini adalah mencuci cangkirmu sendiri setelah wawancara selesai.

2. Perekrut atau pimpinan perusahaan akan membuatmu menunggu secara sengaja.

Ketika perekrut kebetulan masih sibuk saat jadwal wawancaramu sudah tiba, maka kamu akan diminta untuk menunggu katakanlah selama 10 menit, kemudian diminta menunggu lagi selama 10 menit selanjutnya, kemudian 15 menit selanjutnya dan seterusnya. Trik ini dapat menunjukkan seberapa stabil emosional seseorang dalam situasi tegang dan seberapa besar seorang kandidat menginginkan posisi tersebut secara umum.

3. Pewawancara mulai berteriak/menaikkan suara secara tiba-tiba.

Cara ini merupakan gambaran dari situasi yang menegangkan yang digunakan oleh perekrut untuk menguji kemampuan kandidat dalam mensikapi masalah di bawah tekanan. Tindakan yang disarankan untuk menghadapi situasi ini adalah tetaplah bersikap tenang dan pecahkan masalah setenang mungkin.

4. Pewawancara akan membuat permintaan nyeleneh.

Salah satu hal yang kurang menyenangkan lainnya dari wawancara kerja adalah kemungkinan kamu akan diminta untuk melakukan hal-hal aneh. Sebagai contoh melompat dari jendela untuk menguji kemampuan kreativitas kandidat dalam berpikir.

Jika hal tersebut nantinya akan terjadi padamu, maka naiklah di ambang jendela, lalu lompatlah kembali ke dalam ruangan tempat wawancara dilakukan karena pewawancara hanya memintamu melompat dari jendela, bukan melompat ke arah mana dari jendela. Untuk mengejutkan pewawancara, kamu dapat mengajukan pertanyaan balik seperti apa manfaat bagi perusahaan jika saya melompat dari jendela?

Gimana, keren kan?Well, itu hanya perumpamaan atau contoh saja.

5. Perekrut akan bertindak aneh secara tiba-tiba.

Tindakan aneh yang dilakukan oleh pewawancara adalah bertujuan untuk mengabaikan si kandidat, seperti fokus pada layar komputernya sendiri, main ponsel sendiri, telepon seseorang, bahkan meninggalkan ruangan di tengah tengah wawancara.Trik ini digunakan untuk melihat bagaimana tindakan kandidat untuk mendapatkan kembali perhatian pewawancara dan tindakan apa yang akan kandidat lakukan untuk keluar dalam situasi tersebut.

Salah satu cara yang paling efektif adalah meminta pewawancara untuk mengatur ulang jadwal wawancara pada lain hari apabila memungkinkan. Atau lakukan hal lain sekreatif kamu sesuai keadaan yang dihadapi.

6. Memperkenalkan kandidat kepada tim kerjanya.

Selain untuk memperkenalkan calon kolega kandidat (nantinya), cara ini juga digunakan perekrut untuk memperoleh opini tim kerjanya terhadap kandidat yang diperkenalkannya.

7. Perekrut menjatuhkan bolpoinnya ke lantai.

Tes ini digunakan untuk menunjukkan kemurahan hati dan sikap responsif yang dimiliki oleh kandidat. Saat pewawancara menjatuhkan bolpoin, kemudian kandidat secara naluri mengambilkan bolpen tersebut, ada kemungkinan dia akan direkrut nantinya. Namun jika pelamar membiarkan perekrut mengambilnya sendiri, kemungkinan besar akan terjadi hal sebaliknya.

Pernah mengalami hal-hal tersebut saat wawancara kerja?

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags