1. Home
  2. ยป
  3. Creator
7 Januari 2021 13:55

6 Game yang mencitrakan kehebatan Switch, PS4, dan Xbox One

Walau akan segera pensiun, game-game keren PlayStation 4, Xbox One, dan Switch masih bisa dinikmati di pasaran. Harry Rezqiano

Dengan peredaran Sony PlayStation 5 serta Microsoft Xbox Series X|S di pasaran konsol video game dunia, maka konsol generasi ke-8 sudah bisa dimasukkan dalam kategori last gen alias generasi lalu. Sebagai bagian generasi ke-8, Sony PlayStation 4, Microsoft Xbox One, dan Nintendo Switch telah mengalami pasang surut dan persaingan sengit sebagai pemain penting industri miliaran dollar ini. Penjualan dan pemasaran konsol game sangat bergantung pada menarik atau tidaknya games yang tersedia di sana.


Foto: YouTube

Kuncinya ada di eksklusivitas judul. Di bagian ini Nintendo sangat mengerti cara menjalankannya. Hampir mustahil menemukan judul-judul primer Nintendo di konsol selain buatan mereka sendiri. Paling banter juga di smartphone dan itu pun hanya sempalan atau spin-off dan bukan game utama. Sehingga biasanya konsol dan portable handheld gaming buatan Nintendo laris manis karena faktor itu. Mau main game Nintendo? Ya beli mesin Nintendo.

Bukan berarti Sony maupun Microsoft tidak menerapkan hal sama. Banyak game ekslusif Sony yang hanya tersedia di PlayStation, dan game khusus Microsoft cuma bisa didapatkan di Xbox. Tapi memang baik Sony maupun Microsoft tidak hanya mengandalkan game-game in house atau buatan mereka sendiri untuk meraih pembeli namun juga game-game buatan pihak lain seperti Capcom, EA, Rockstar dan sebagainya. Langkah yang juga dilakukan Nintendo namun tidak segencar kedua saingannya ini. Berbagai judul game untuk ketiga mesin ini muncul dan menciptakan gelombang positif di industri video game; bahkan saat situasi sedang suram seperti sekarang gara-gara pandemi Covid-19.

Di era "current gen", tidak salah bila kita melihat sedikit ke belakang. Lebih spesifik lagi: game-game yang mencerminkan seperti apa yang ditawarkan "last gen" konsol video game Switch, PlayStation 4, dan Xbox One. Inilah game-game yang "mencitrakan" konsol dan meraih reputasi tinggi.

1. The Legend of Zelda: Breath of the Wild. Tahun rilis: 2017. Platform: Nintendo Switch dan Nintendo Wii U.

Foto: Nintendo Europe

Cukup sulit menjelaskan kehebatan konsep dan eksekusi desain Eiji Aonuma di game Zelda yang satu ini. Mungkin memainkannya langsung akan lebih mudah memahaminya?

Breath of the Wild adalah technological wonder jika melihat spesifikasi Switch dan Wii U. Dengan area permainan yang luas banget serta berbagai elemen permainan seru menjadikan waktu bermain menyenangkan namun juga penuh tantangan. Grafis di judul ini tidak bakal membuat pemain konsol PS4 atau Xbox One terkesima karena memang tidak bling-bling dan lebih ke tekstur kartun (atau celshading) ketimbang realistis. Namun gamers bisa menghabiskan waktu berjam-jam memainkan Legend of Zelda: Breath of the Wild.

Seorang kenalan di Inggris bahkan mengatakan dia sudah melewati angka 80 jam dan belum ada tanda-tanda game akan berakhir. Tapi itu juga salah dia sendiri karena keasyikan berkelana di dalam game dan nyaris tidak menjalankan tugas yang seharusnya dia lakukan di sana. Sebuah game petualangan open world yang akan memuaskan penggemar genre ini, bahkan bila sebelumnya tidak pernah memainkan game Zelda-nya Nintendo.

2. Uncharted 4: A Thiefs End. Tahun rilis: 2016. Platform: Sony PlayStation 4.

Foto: YouTube

Sejak game perdana Uncharted di PS3, seri ini adalah "poster boy" untuk PlayStation. Dengan grafis menawan, aksi seru, drama, dan komedi berimbang menjadikan game-game Uncharted sangat menarik. Seperti menonton film aksi petualangan arkeologi ala Indiana Jones.

Saat lahir dulu memang ada sentilan yang mengatakan kalau Nathan Drake adalah Lara Croft laki-laki dan komparasi ini sulit dibantah. Antara Tomb Raider dengan Uncharted memiliki kemiripan tema dan aksi, namun Uncharted punya lebih banyak aksi dan komedi dibandingkan Tomb Raider (dan bahkan belakangan Tomb Raider terasa menggunakan formula Uncharted).

Di PS4, game Uncharted diproyeksikan sebagai game terakhir serial ini dan menceritakan akhir perjalanan Drake sebagai pemburu harta karun kawakan. Dengan kemampuan grafis PS4, Uncharted 4 memberikan tampilan indah dan gameplay seru khas serial ini. Dan sebenarnya Uncharted 4: A Thiefs End tidak pernah secara resmi dikatakan sebagai game terakhir Uncharted dan selalu ada kemungkinan game terbarunya dibuat lagi di PlayStation 5, apalagi jika film Uncharted Tom Holland nanti laris.

3. Forza Horizon 4. Tahun rilis: 2018. Platform: Microsoft Xbox One dan Windows PC.

Foto: CGMagOnline

Sebagai penggemar serial Gran Turismo (game ekslusif PlayStation) penulis tidak bisa menutup mata dengan kehebatan serial Forza Horizon di Xbox. Sama-sama game balapan mobil, namun Forza lebih terasa seperti game balapan on the go ketimbang Gran Turismo yang mirip simulasi. Konsep open world di Forza jauh lebih memberikan kebebasan membalap. Detail kustomasi mobil Forza juga tidak kalah dari Gran Turismo walau menurut penulis Gran Turismo masih sedikit lebih baik dengan realisme modifikasi mobil yang mereka tawarkan. Tapi Forza tidak akan mengecewakan penggemar balapan mobil yang hanya punya Xbox One di rak televisi mereka. Mobil-mobil balap eksotis, trek keren dan realistis maupun efek cuaca yang mempengaruhi kondisi balapan ada di Forza Horizon 4. Bahkan mungkin jika kamu tidak terlalu menyukai game balapan, hampir pasti kamu akan bisa menikmati visual keren Forza Horizon 4 saat game-nya dimainkan orang lain.

4. Stardew Valley. Tahun rilis: 2016. Platform: Switch, PS4, XBOne, PS Vita, Windows PC, iOS, Android, MacOS dan Linux.

Foto: Nintendo

Ada game balapan, tembak-tembakan, petualangan, berantem, dan berbagai jenis genre lain. Termasuk game bertani? Ya, game seperti ini juga ada. Salah satunya berjudul Stardew Valley. Jika dulu di masa PS1 pernah bermain Harvest Moon, game ini memiliki semangat serupa. Menanam tanaman, beternak hewan, hingga bersosialisasi dan bahkan berumah tangga di dalam game-nya. Jangan harapkan grafis kinclong mengkilat di Stardew Valley karena tidak akan ditemukan. Grafis yang dipakai hanya setara game-game era 90-an, namun keseruan bermainnya (buat fans genre ini) akan maksimum. Yang istimewa dari Stardew Valley adalah game ini dibuat atau di desain satu orang saja bernama Eric Barone. Luar biasa memang.

5. Street Fighter V. Tahun rilis: 2016. Platform: Sony PlayStation 4 dan Windows PC.

Foto: EuroGamer

Memang bukan yang pertama menggunakan tema berantem di video game, namun serial Street Fighter diakui sebagai nenek moyang game pertarungan yang bertahan lebih dari tiga dekade. Sejak 1987 Street Fighter meraih atensi pemain video game yang menggemari genre baku gebuk. Street Fighter juga dirilis hampir di semua platform video game yang ada, kecuali Street Fighter V yang hanya tersedia di PS4 dan komputer saja. Street Fighter V menjaga popularitas brand Street Fighter sebagai raja game fighting dan termasuk judul wajib di berbagai turnamen game fighting dunia seperti EVO dan melahirkan jagoan-jagoan eSport.

6. Star Wars Jedi: Fallen Order. Tahun rilis: 2019. Platform: Xbox One, PlayStation 4, Windows PC dan Stadia.

Foto: Forbes

Di masa senjanya Xbox One masih mendapatkan game berkelas seperti Star Wars Jedi: Fallen Order walau harus berbagi dengan PS4 dan PC. Game-game Star Wars selalu menarik dan walaupun tidak semuanya keren, setidaknya membawa spirit Star Wars di dalamnya. Termasuk yang satu ini. Mengambil linimasa lima tahun setelah Episode III Revenge of the Sith, karakter utama dalam game merupakan karakter original bernama Cal Kestis; Jedi Padawan yang berupaya membangun kembali Ordo Jedi sambil menyelesaikan latihan Jedi-nya.

Keterikatan plot game ini dengan linimasa Star Wars cukup terasa seperti yang terlihat di internet saat episode terakhir The Mandalorian Season 2, di mana orang menebak kalau yang akan menemukan Grogu adalah Cal Kestis. Game-nya sendiri keren dengan nuansa khas Star Wars. Sebagai pemilik lisensi game-game Star Wars, EA membuat Star Wars Jedi: Fallen Order dengan serius termasuk dengan menunjuk Stig Asmussen yang sebelumnya menangani game-game God of War di PlayStation.

Tentu ada lebih banyak lagi judul game yang mendefinisikan Switch, PS4, dan Xbox One. Ini hanyalah kepingan kecil saja dari sejarah yang sudah dibangun ketiganya di industri video game dunia. Dengan adanya generasi terkini maka hanya soal waktu sampai PS4, Switch, dan Xbox One pamit mundur dari persaingan di pasar dan memasuki masa pensiun. Sampai masa itu tiba, mari menikmati apa yang mereka berikan untuk fans.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags