1. Home
  2. ยป
  3. Creator
19 Juni 2019 10:30

5 Tanaman paku-pakuan ini berkhasiat sebagai tanaman obat

Paku-pakuan tidak cuma dikenal sebagai tanaman hias, namun bisa juga kita pakai sebagai tanaman obat. Muhamad Jalil

Indonesia termasuk negara megabiodiversitas. Oleh karena itu, negeri ini terdapat keanekaragaman tumbuhan yang sangat tinggi. Bappenas memperkirakan ada 89.326 spesies tumbuhan berspora termasuk lumut dan paku-pakuan dan 19.232 tumbuhan berbunga (Spermatophyta) tumbuhan di kawasan nusantara (Widyatmoko, 2019). Di dunia diperkirakan ada 10.000 jenis paku-pakuan yang menutupi lapisan bumi (Andrianto and Indarto, 2008, p. 76).

Di bangku SMA, pasti kalian sudah dikenalkan dunia tumbuhan (Plantae) oleh guru Biologi kalian bukan? Tumbuhan terbagi menjadi tiga, yaitu tumbuhan paku, lumut, dan tumbuhan berbiji. Paku-pakuan merupakan tumbuhan yang memiliki akar, batang, daun sejati, dan memiliki pembuluh angkut (Izzudin and Tajudin, 2009).


Tumbuhan paku berkembang biak dengan cara spora, dan mengalami pergiliran keturunan (metagenesis). Tumbuhan paku dibagi menjadi empat, yaitu paku telanjang, paku kawat, paku biji, dan paku sejati.

Paku sebagai sumber tanaman obat sungguh penting bagi dunia kesehatan. Akan tetapi pemanfaatan terhadap golongan ini belum populer di mata masyarakat. Paku lebih dikenal sebagai tanaman hias, misal suplir. Ada kalanya masakan padang seperti ketupat sayur menggunakan paku sebagai bahan utama memasak sayur gulai.

Nah, berikut ini ada beberapa paku yang bisa dimanfaatkan sebagai tanaman obat (Andrianto and Indarto, 2008, pp. 8485).

1.Angiopteris amboinensis (paku ajer).

Sumber:http://plantillustrations.org/taxa.php?id_taxon=19789&lay_out=0&hd=0&group=1

Bagian yang dipakai adalah bagian rimpangnya. Biasanya dipakai untuk mengobati penyakit biri-biri.

Gambar: Angiopteris amboinensis (http://plantillustrations.org/illustration.php?id_illustration=121777&SID=0&mobile=0&code_category_taxon=1&size=0)

2. Drymoglossum heterophyllum (paku duit-duitan).

Gambar: Paku duit-duitan (http://www.instituteofayurveda.org/plants/plants_detail.php?i=1077&s=Local_name)

Bentuknya lingkaran seperti duit. Biasanya merayap pada batang pepohonan. Perasan daunnya digunakan untuk mengobati batuk-batuk atau pencuci perut.

3. Equisetum debile (rumput petung).

Gambar: Paku ekor kuda (http://candranaritamavily.blogspot.com/2013/10/paku-ekor-kuda-equisetum-debile.html)

Disebut juga paku ekor kuda. Batangtumbuhan ini berwarna hijau, beruas-ruas, berlubang di tengahnya, berperan sebagai organfotosintetikmenggantikan daun. Batangnya dapat bercabang. Cabang duduk mengitari batang utama. Batang ini banyak mengandungsilika. Ada kelompok yang batangnya bercabang-cabang dalam posisi berkarang, dan ada yang bercabang tunggal.Daunpada semua anggota tumbuhan ini tidak berkembang baik, hanya menyerupai sisik yang duduk berkarang menutupi ruas.Sporatersimpan pada struktur berbentukgadayang disebutstrobilus(jamakstrobili) yang terletak pada ujung batang (apical).

Tanaman ini dipakai untuk mengobati persendian. Apabila merasa nyeri dapat diobati dengan paku ekor kuda.

4. Helmithosachys zeylanica (paku payung).

Gambar: Paku Payung (https://www.flickr.com/photos/adaduitokla/5929186758)

Disebut juga tunjuk langit. Batang berupa rizhom yang terdapat di bawah tanah dan akan muncul akar-akar serabut yang tebal. Rizhoma berukuran pendek, soliter, berwarna cokelat pucat pada bagian dasarnya dan berdaging (Gautam et.al 2016). Daunnya termasuk ke dalam jenis daun majemuk yang terdiri dari banyak anak daun. Pada bagian atasnya merupakan sporangium yang terbuka menegak ke atas. Apabila sporangium matang akan pecah dan spora akan lepas untuk pembiakan (TNBD 2013).

Untuk mengobati penyakit disentri. Secara tradisional, akar/rimpang dari tanaman tersebut digunakan sebagai Sitotoksik, antiradang, dan untuk penyembuhan penyakit paru. Di China, rimpang tersebut digunakan sebagai obat herbal yang berfungsi sebagai agen antipiretik dan antiphlogistik (Fitryaet.al2010), Obat Kuat dan Impotensi (Singh et.al 1996), penambah darah (Wuet.al2017) menyembuhkan disentri, malaria, penyakit kuning, dan impotensi. Berdasarkan penelitian Adamet.al, diperoleh bahwa obat herbal tersebut berpotensi untuk memperbaiki resistensi insulin sistemik dan diabetes mellitus tipe 2 terkait resistensi insulin. Bagian dari tanaman ini digunakan sebagai obat batuk 100 hari, pening, dan menjadi salah satu campuran bahan obat penyakit kanker (Fitrya dan Anwar L, 2009).

5. Selaginella plana (tapak dara).

Gambar: Selaginella plana (https://florafaunaweb.nparks.gov.sg/special-pages/plant-detail.aspx?id=1577)

Selaginella diperkirakan telah hadir di bumi sejak lebih dari 320 juta tahun yang lalu, sebagian besar jenisnya telah punah, yang tersisa tereduksi menjadi herba. Karakter khasnya adanya percabangan menggarpu dan sebagian besar spesies memiliki daun-daun kecil menyerupai sisik, dengan dua ukuran yang berbeda. Tanaman ini bisa dimanfaatkan untuk mengobati luka.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags