1. Home
  2. ยป
  3. Creator
26 November 2019 11:40

5 Fakta Angkie Yudistia, penyandang disabilitas staf khusus Presiden

Dengan adanya Angkie, diharapkan bisa menjadi penyambung aspirasi penyandang disabilitas agar setara. Yeni Endah

Kamis (21/11) Pesiden Joko Widodo memperkenalkan tujuh orang yang menjadi staf khusus di Istana Kepresidenan. Ketujuh Staf Khusus Kepresidenan tersebut terdiri dari anak-anak muda berusia 23 tahun hingga 36 tahun.

Dari ketujuh staf khusus Presiden, ada satu pemudi yang mencuri perhatian. Dia adalah Angkie Yudistia, seorang disabilitas pendiri ThisAble Enterprise. Keberadaan Angkie tentu membawa kabar bahagia bagi penyandang disabilitas di Indonesia, mengingat keberadaan penyandang disabilitas yang masih menjadi masyarakat minoritas. Dengan adanya Angkie, diharapkan bisa menjadi penyambung aspirasi penyandang disabilitas agar setara.Berikut 5 fakta tentang Angkie Yudistia.


1. Menjadi tuli saat usia 10 tahun.

Foto: Lifestyle

Tak satu pun manusia di dunia yang ingin terlahir dengan keterbatasan fisik ataupun fungsi indera. Seperti yang dirasakan Angkie Yudistia. Pada usia 10 tahun, Angkie mengalami demam tinggi akibat kesalahan obat antibiotik yang membuat dirinya kehilangan fungsi pendengarannya. Dirinya harus menerima kenyataan bahwa ia pun menjadi tuli.

2. Pernah minder menjalani hidup dengan keterbatasan dan lingkungan yang memojokkannya.

Foto: Suara.com

Saat SMP dan SMA banyak teman yang menjelek-jelekkan Angkie. Kondisi ini membuat ia kurang percaya diri dan merasa seperti itik buruk rupa.

3. Peran orang tua membangkitkan kepercayaan diri Angkie.

Foto: Dream.co.id

Orang tua merupakan pendukung paling penting untuk membuat Angkie percaya diri. Orang tuanya jugalah yang memberikan pengertian kepada lingkungan dan guru di sekolah tentang keterbatasan yang dialaminya. Orang tua Angkie mencoba segala cara agar dirinya dapat hidup layaknya anak-anak normal yang lain. Tanpa peran orang tua, Angkie tidak pernah membayangkan dirinya masih dalam keterpurukan dan rasa tidak percaya diri.

4. Hallen Keller sebagai tokoh inspiratif Angkie.

Foto: Genpi.co

Angkie memiliki tokoh inspiratif sendiri, yaitu Hallen Keller. Hallen merupakan penyandang multi disabilitas. Ia tidak bisa mendengar dan melihat. Namun keterbatasan ini tidak menghambat kreativitasnya sehingga bisa menerbitkan berbagai judul buku yang laku di pasaran. Angkie juga sudah menulis dua buku untuk memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa difabel bukan untuk dikasihani, namun diterima keberadaannya.

5. Pendiri ThisAble Enterprise.

Foto: Pantau.com

Berbekal pendidikan dan skill komunikasi yang dimilikinya, Angkie akhirnya memutuskan untuk mendirikan ThisAble Enterprise. Sebuah program pengembangan skill dari penyandang disabilitas. Melalui program ini, Angkie ingin membuat penyandang disabilitas tidak lagi dikasihani. Namun mereka bisa berjuang untuk menghidupi dirinya sendiri dan orang di sekitarnya.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags