1. Home
  2. ยป
  3. Creator
23 Januari 2018 05:59

5 Dream Team yang pernah ada di berbagai cabang olahraga

Salah satu nya berasal dari tim Indonesia Arie Liem

Dalam dunia olahraga, menjadi juara adalah impian setiap atlet. Baik gelar pribadi atau bersama tim. dan untuk membentuk tim juara biasanya diperlukan pemain bintang. Bisa dengan cara membeli, mengumpulkan pemain terbaik atau bisa juga dengan melakukan pembinaan. Tentunya dengan kumpulan pemain terbaik tersebut bisa didapat prestasi. Dan tak salah kalau tim tersebut mendapat julukan "DREAM TEAM".

ada beberapa tim yang pernah mendapat julukan tersebut. berikut beberapa diantaranya :


1. AC MILAN



Setelah serentetan masalah menerpa Milan, dan membuat klub kehilangan suksesnya, AC Milan dibeli oleh enterpreneur Italia, Silvio Berlusconi. Berlusconi adalah sinar harapan Milan kala itu. Langkah awal, Berlusconi mencoba membangun skuad solid di tubuh Milan.

Pelatih Arigo Sacchi direkrut untuk meracik strategi tim; Marco van Basten dari Ajax Amsterdam dan Ruud Gullit dari PSV Eindhoven, didatangkan. Duo Belanda tersebut kemudian dipadukan oleh Sacchi dengan pemain-pemain lokal Italia: Giovani Galli, Franco Baresi, Mauro Tassotti, Alessandro Costacurta, Paolo Maldini, Angelo Colombo, Carlo Anceloti, Alberigo Evani, dan Roberto Donadoni.

Hasilnya, tanpa menunggu lama, Milan meraih gelar Seri A setahun berikutnya, yaitu pada musim 1987-1988. Musim berikutnya, 1988-1989, Milan tidak mampu mempertahankan gelar seri A-nya meskipun mendapat tambahan satu lagi pemain baru asal Belanda, Frank Rijkaard. Namun, di Piala Champions, Milan berhasil tampil maksimal sebagai juara dengan menghancurkan Steaua Bucharest yang diperkuat George Hagi, 4-0 tanpa balas.

Gol dicetak oleh Gullit dan Van Basten, masing-masing dua gol. Gelar Piala Champions kembali dipertahankan Milan di musim berikutnya, 1989-1990, setelah mengalahkan Benfica di partai final melalui gol tunggal Rijkaard. Gelar Piala Super Eropa dan Piala Toyota juga berhasil diraih dengan mengalahkan Barcelona 2-1 agregat dan Atletico Nacional 1-0.

Namun, di Seri A, Milan kembali gagal menjadi juara setelah hanya menduduki peringkat dua dengan poin 49, selisih dua poin di bawah sang juara, Napoli, yang diperkuat Diego Armando Maradona dan Ciro Ferrara. Musim 1990-1991 menjadi akhir kejayaan bagi The Dream Team I.

saat Sacchi meninggalkan Milan untuk melatih Italia, Fabio Capello dijadikan pelatih Milan selanjutnya, dan Milan meraih masa keemasannya sebagai Gli Invicibli (The Invicibles) dan Dream Team.

Dengan 58 pertandingan tanpa satu pun kekalahan Invicibli membuat tim impian di semua sektor seperti Baresi, Costacurta, dan Maldini memimpin pertahanan terbaik, Marcel Desailly, Donadoni, dan Ancelotti di gelandang, dan Dejan Savicevic, Zvonimir Boban, dan Daniele Massaro bermain di sektor depan.

Milan di era Fabio Capello dijuluki GLI INVINCIBILI atau THE INVINCIBLES Karena pemain Milan pada era Dream Team II itu (era Fabio Capello) berhasil merebut scudetto tanpa pernah mengalami kekalahan satu kali pun. Dan menciptakan rekor Italia dengan 56 giornata tidak terkalahkan. Adapun prestasinya :

- Juara Seri A 1991-1992, 1992-1993, dan 1993-1994;

- Juara Piala Italia 1992, 1993, dan 1994;

- Juara Piala Champions 1994;

- Runner Up Piala Champions 1993 dan 1995;

- Juara Piala Super Eropa 1995;

- Runner Up Piala Toyota 1994 dan 1995.

2. Tim Basket Olimpiade USA 1992

Pada 1989 FIBA sebagai induk organisasi olahraga ini di dunia merubah sedikit peraturannya dan membolehkan pemain liga profesional seperti NBA untuk ikut dalam Olimpiade. bola basket AS pun berubah wajahnya dan menampakkan sinar terang dalam beberapa tahun ke depan.

Tahun 1992 menjadi sejarah dan kenangan manis bagi AS. Dipenuhi hampir semua pemain terbaik yang terlihat seperti sebuah tim dalam permainan video game, tim AS tidak perlu mengalami kesulitan mencapai final dan memboyong medali Emas.

Pemain-pemainnya aja merupakan pemain-pemain basket NBA legendaris yang juga merupakan NBA Hall Of Famers. Pasti semua tahu, dan akan selalu ingat, siapa dan apa kehebatan mereka. Ada Chris Mullin, Clyde Drexler, Larry Bird, Karl Malone, David Robinson, Christian Laettner, Patrick Ewing, Scottie Pippen, John Stockton, Charles Barkley, Magic Johnson, dan pemain basket terbaik sepanjang masa, Michael Jordan.

Larry Bird, Magic Johnson dan Michael Jordan main bareng di dalam 1 tim saat itu? Man, that was unbelievable!! Bahkan, beberapa tim musuh yang saat itu bertanding melawan Dream Team ini, sempat berfoto bareng dan shake hand dengan bangga nya ketika bertemu dengan jagoan basket idola mereka ini. Wasnt that sick??! Gak heran Dream Team selalu menang dengan margin 30 angka lebih di setiap pertandingan. THEY WERE JUST TOO DAMN GOOD!!


3. Scuderia Ferrari.

Musim 1996 adalah awal mula Ferrari membentuk Dream Team dengan mendatangkan bintang Jerman, Michael Schumacher, dan setelah itu berturut-turut datang juga Ross Brawn, Rory Byrne, dan Jean Todt yang sudah menangani Ferrari sejak pertengahan musim 1993. Mereka berempat kemudian menjadi penyelamat Ferrari, dengan mengantarkan tim besar yang sedang sakit tersebut menjuarai tiga balapan di musim 1996.

Masa penantian Ferrari selama 21 tahun untuk meraih gelar juara dunia pembalap akhirnya terbayar di musim 2000. Schumi kali ini ditemani Rubens Barrichello. Lawan berat bagi Schumi adalah Mika Hakkinen dari McLaren. Schumi merebut gelar juara dunia ketiganya di Jepang saat ia mengalahkan Mika dengan kunci strategi pit bagus dari Ross Brawn. Rekan setimnya, Barrichello menjadi penyelamat di beberapa balapan bagi Schumi, seperti saat ia finish ketiga di Austria, dan kemenangan balapan pertamanya di Jerman.

2005 menjadi tahun revolusi bagi Ferrari yang menjadi akhir era kejayaan Dream Team. Akibat kegagalan Bridgestone menyediakan ban yang bagus untuk Ferrari, sepanjang musim 2005 Schumi hanya mampu menunjukkan performa seadanya. Ia memang berhasil menang di AS, tetapi itupun karena seluruh mobil Michelin mundur dari balapan.


4. Tim Thomas Cup Indonesia

Sejak 1958, Indonesia telah 13 kali membawa pulang trofi Thomas Cup. sejak turnamen tersebut dimainkan dengan format semifinal pada 1984, Indonesia tidak pernah absen dari fase semifinal. memasuki dekade 1990, China mulai menunjukkan dominasinya sebagai salah satu raksasa bulutangkis Asia.

Piala Thomas di Tokyo 1990, Tim Negeri Tirai Bambu berhasil keluar sebagai pemenang. Bersama China, negara tetangga Malaysia menjadi penantang terkuat Indonesia. Indonesia yang tidak ingin dominasinya dipatahkan China merespon dengan cepat tantangan tersebut. Pada Piala Thomas 1992 di Kuala Lumpur, Indonesia tampil sebagai runner-up di Kuala Lumpur.

Dua tahun setelahnya, masa keemasan Indonesia di arena tepok bulu kian terlihat. diperkuat sejumlah DREAM TEAM seperti Hariyanto Arbi, Ardy B. Wiranata, Hermawan Susanto, Joko Suprianto, Alan Budi Kusuma, Hendrawan, sampai Taufik Hidayat di sektor tunggal, Gunawan/Bambang Suprianto, Ricky Subagja/Rexy Mainaky, Candra Wijaya/Sigit Budiarto, ataupun Halim Haryanto/Tri Kusharyanto dalam lima gelaran Piala Thomas sejak 1994, Indonesia selalu berhasil menjaga tradisi dan kultur juara.

Kemenangan terakhir di ajang Thomas Cup terjadi pada 2002 silam. menghadapi Malaysia di laga pamungkas, Indonesia berhasil merebut kemenangan 3-2. setelah itu, prestasi Indonesia di turnamen ini mulai meredup. China seakan menjadi kekuatan yang tidak terbendung.

5. Real Madrid

Pada bulan Juli 2000, Florentino Perez terpilih sebagai presiden klub. Dia berjanji dalam kampanyenya untuk menghapus utang klub sebesar 270 juta euro dan memodernisasi fasilitas klub. Namun, janji pemilu utama yang mendorong Perez untuk kemenangan adalah penandatanganan Luis Figo.

Setelah FigoMadrid membangun pasukan Galaksi, Galactico, dengan mendatangkan pemain seperti Zinedine Zidane, Ronaldo, Lus Figo, Roberto Carlos, Raul, Fabio Cannavaro dan David Beckham.

(brl/swh)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags