1. Home
  2. ยป
  3. Creator
24 Agustus 2018 19:10

5 Anak muda dengan bisnis Anti-mainstream di Indonesia

Pantas Sukses, Bisnisnya Beda! HERU PRANATA

Dunia bisnis zaman orang tua dan zaman now jelas sangat berbeda. Peluang bisnis yang sukses sekitar 15 tahun lalu, belum tentu bisa sukses kalau diterapkan di era sekarang.

Karena itu anak muda zaman sekarang dituntut untuk lebih kreatif dalam memikirkan peluang bisnis.


Dengan zaman yang makin berkembang, mengikuti bisnis dari yang sudah ada sebelumnya tentu perlu lebih kerja keras.

Sebagai anak muda yang baru merintis usaha, nggak ada salahnya ciptakan sesuatu yang baru dan menarik bagi masyarakat.

Seperti para anak muda di bawah ini, yang bisa sukses dengan bisnis kreatif dan anti mainstream!

1. Rio Dewanto


Membintangi sebuah film yang bercerita tentang anak muda membangun warung kopi keren ternyata membuat Rio Dewanto terdorong untuk merealisasikannya. Bersama rekannya, Rio menyeriusi bisnis kopi dengan nama

Filosofi Kopi yang kini sudah ada di beberapa kota besar di Indonesia. Mulai dari pemilihan tempat, konsepnya, dan kopi-kopi yang dijual pun dipikirkan secara matang.

Dengan Filosofi Kopi, Rio ingin memperkenalkan ke masyarakat lebih banyak aneka kopi asal Indonesia.

2. Imam Usman


Salah satu pendiri Ruangguru, Iman Usman, merupakan salah satu anak muda yang berhasil merealisasikan ide bisnis uniknya. Dengan semangat mengedepankan pendidikan di Indonesia, Iman bersama rekanya membangun start up RuangGuru secara perlahan. Umur yang masih muda tak menyurutkan keduanya mewujudkan Ruangguru sampai sekarang.

Berawal dari kesulitan Iman dan rekannya dalam mencari guru privat secara online, ternyata mereka sadar kalau bisnis ini masih berantakan. Karena itu, mereka sepakat membangun Ruanguru sebagai market place bagi guru privat.

3. Wesley Harjono

Buat kamu yang menyukai dunia start up, nama Plug & Play Indonesia tentu nggak asing lagi. Pprogram akselelator asal Sillicon Valley yang kini ada di Indonesia turut memainkan peran bisnis digital dalam negeri.

Hal ini tak terlepas dari peran CEO-nya, Wesley Harjono. Dalam Plug & Play Indonesia, start up yang berhasil lolos klasifikasi mendapatkan berbagai manfaat antara lain pelatihan, pendanaan, dan co-working space.

4.Nadiem Makarim

Siapa yang nggak tahu Nadiem Makarim? CEO dan Founder Go-Jek ini banyak dibicarakan lantaran bisnis Go-Jek-nya yang anti mainstream. Berawal dari keinginannya memperbaiki transportasi di Indonesia dan memulai bisnis Go-Jek hanya 20 driver.

Kini Go-Jek menjadi salah satu andalan masyarakat mencari pemasukan. Begitupun dengan berbagai inovasi yang dilakukan Go-Jek, seperti adanya go mart, go tix, dan go food. Bisnis anti mainstreamNadiem akui berkat kesadarannya memanfaatkan ruang kosong yang belum diisi.

5. Andrian Ishak

Apa jadinya bila ada pensil yang bisa dimakan dan rasanya opor ayam pula? Itulah yang ditawarkan oleh Andrian Ishak, pemilik sekaligus chef molecular grastronomy pertama di Indonesia, Namaaz Dining.

Padahal Andrian tidak punya latar belakang kuliner lho. Kariernya dimulai ketika orangtuanya meninggal, dan mau tak mau Andrian harus melanjutkan bisnis katering keluarganya.

Well, akhirnya Andrian memadukan antara kuliner nusantara dengan prinsip kimia dan fisika. Jadilah Namaaz Dining yang menghadirkan menu khas Indonesia yang tak sesuai dengan tampilannya. Salah satunya yaitu pensil dan kertas yang bisa dimakan, lalu rasanya opor ayam.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags