1. Home
  2. ยป
  3. Creator
2 Juli 2020 15:10

5 Alasan utama mahasiswa abadi menunda kelulusan kuliah

Berbagai alasan mengiringi mahasiswa abadi yang susah banget move on dari kampus. Aditya Mahyudi

Seiring berjalannya waktu, setiap mahasiswa pastinya akan memasuki fase akhir kuliah. Di masa ini mereka sudah harus menyelesaikan kuliahnya sebelum terlambat. Perjuangannya dari membuat skripsi hingga mengejar tanda tangan dosen adalah momen yang tak akan pernah terlupakan. Setelah itu, mereka tinggal berhadapan dengan wisuda di mana mereka bakal disaksikan oleh rektor, dosen, serta orang tuanya.

Bagaimanapun pengorbanannya, yang penting mereka sudah merdeka dari tugas kampus yang menumpuk. Selanjutnya, mereka tinggal dikasih pilihan untuk meneruskan kariernya yaitu melamar pekerjaan, berwirausaha, atau meneruskan kuliah lagi ke jenjang yang lebih tinggi. Ketiga pilihan tersebut hanya kamu yang bisa menentukannya di masa depan.


Di saat mahasiswa lain sedang berbunga-bunga dengan gelar sarjananya, ada salah satu tipe mahasiswa yangseakan engganmenikmati kelulusan. Siapa lagi kalau bukan mahasiswa abadi. Julukannya sebagai penjaga kampus kian melekat karena mereka sudah tahu seluk-beluk masa perkuliahan dari awal kampus berdiri sampai kampusnya berkembang pesat. Berkat pengetahuannya yang luas, para mahasiswa abadi sering dijuluki sebagai motivator kampus yang dapat menginspirasi semua orang, termasuk para mahasiswa baru yang masih awam seputar kampus.

Meskipun teman-teman seperjuangannya sudah jauh meninggalkan dirinya, mahasiswa abadi mengaku betah di kampus dengan santai. Tak peduli dituntut cepat lulus, mereka menganggap kampus sebagai rumahnya sendiri yang nyaman untuk ditinggali. Saking santainya, meninggalkan kampus terlalu cepat seolah tidak ada dalam kamus hidupnya sampai-sampai mereka mendeklarasikan dirinya sebagai kaum rebahan sejati. Jadi, bisa dibilang mahasiswa abadi dan kampus adalah suatu kesatuan yang tak dapat dipisahkan.

Kalau kamu merasa penasaran mengapa mahasiswa abadi enggan lulus-lulus dari kampus, yuk simak 5 alasan utamanya ini.

1. Keseringanaktif di organisasi sampai lupa waktu.

Foto: www.usnews.com

Setiap orang, terutama mahasiswa abadi memang diperbolehkan bergabung dengan organisasi selama tujuannya hanya untuk menambah pengalaman dan memperluas jaringan pertemanan. Kesibukannya dalam menghadiri rapat krusial serta menyelenggarakan acara adalah hal yang penting bagi mahasiswa abadi sehingga kesempatan emasnya tidak boleh dilewatkan sekali pun.

Di sisi lain, terlalu sering aktif di organisasi bisa menyebabkan perkuliahan mahasiswa abadi justru mulai terseok-seok. Saking sibuknya, mereka sering kali ketinggalan berbagai materi kuliah sampai-sampai ditegur oleh para dosen karena kesibukannya dalam berorganisasi yang super padat.

Supaya kejadian ini tidak terulang, mahasiswa abadi sebaiknya dapat mengatur waktunya antara kapan harus ikut organisasi dan waktu kuliah secara efektif agar kegiatannya tidak bentrok satu sama lain.

2. Terlalusibuk bekerja.

Foto: www.tlnt.com

Kesibukan dalam bekerja adalah alasan mahasiswa abadi jarang hadir di kampus. Mereka rata-rata bekerja paruh waktu dan rela mengorbankan waktu kuliahnya untuk mencari sesuap nasi. Sebagai jaga-jaga, mereka seolah dilatih untuk mengumpulkan uang, baik untuk biaya kuliah, kosan, maupun jajan dengan hasil keringat sendiri.

Berkat menerapkan prinsip kerja sambil kuliah, mereka sudah terbiasa hidup mandiri secara finansial sehingga tidak perlu minta uang kepada orang tua. Jadi, mahasiswa abadi telah menyiapkan rencana alternatifnya di masa depan, yaitu siap memasuki dunia kerja apabila mereka memilih cuti kuliah.

3. Malas mengerjakan skripsi.

Foto: www.firmoo.com

Setiap mahasiswa pasti akan mati-matian mengerjakan skripsi demi lulus kuliah tepat waktu. Namun hal ini tidak berlaku bagi mahasiswa abadi. Mereka menganggap skripsi itu adalah proses yang ribet dan melelahkan. Dalam hatinya, mengetik satu tulisan rasanya malas banget untuk dilakukan, belum lagi kalau ditambah mencari berbagai referensi yang entah sampai kapan selesainya. Di samping itu, menghadapi corat-coret super tebal dari dosen pembimbing adalah hal yang paling ditakuti oleh mahasiswa abadi karena disuruh merevisi skripsi saja sudah pusing setengah mati.

Selain berhadapan dengan masalah skripsi, menemui dosen pembimbing saja susahnya minta ampun. Andaikan dosen pembimbing mudah ditemui, itu pun waktunya hanya berlangsung singkat dan kesannya sedang dikejar waktu. Maka dari itu, mahasiswa abadi seakan trauma sama yang namanya skripsi ketimbang menghadiri perkuliahan selama berjam-jam.

4. Jarangmasuk kuliah dengan alasan tertentu.

Foto: mouthsofmums.com.au

Para mahasiswa abadi yang biasanya bolos kuliah alasannya bermacam-macam. Mulai dari malas ketemu sama dosen yang cara mengajarnya bikin ngantuk sampai memang sengaja tidak menghadiri kuliah karena mager ataupun sakit. Alasan mereka memang terbilang cukup masuk akal karena mereka mungkin lebih suka keluyuran ke berbagai tempat nongkrong sebebas-bebasnya. Mereka menyebut kuliah hanya bersifat formalitas belaka sehingga tidak mau diatur seperti anak sekolahan yang dituntut untuk lulus tetap waktu.

Akibat nekat bolos kuliah secara gamblang, mereka terancam drop out dari kampus sekaligus dilarang datang ke kampus untuk terakhir kalinya. Lebih parahnya lagi adalah mahasiswa abadi siap-siap dicap sebagai pengangguran hanya gara-gara kelakuan buruknya di kampus.

Untuk kamu yang masih menempuh kuliah, jangan coba-coba meniru kebiasaan mereka karena nanti kuliah kamu malah berakhir sia-sia.

5. Lebih mementingkan pacaran.

Foto: www.freepik.com

Semua orang pernah merasakan indahnya jatuh cinta pada pandangan pertama. Khusus mahasiswa abadi, mereka sangat betah di kampus karena satu hal yaitu kehadiran pacar di sisinya. Demi menikmati masa-masa indah, mahasiswa abadi rela menghabiskan waktu berduaan bersama pacarnya seperti jalan-jalan ke tempat romantis, dinner, dan lain-lain. Istilahnya adalah mahasiswa abadi menyebut pacar sebagai pasangan yang selalu setia menemaninya di saat menjalani kehidupan kuliah yang berliku-liku.

Walaupun pacaran saat kuliah terasa indah, nyatanya mahasiswa abadi sering kali lupa dengan jadwal perkuliahannya akibat terlalu lama berpacaran yang dianggap berlebihan. Dampaknya adalah mahasiswa abadi mulai menunjukkan tanda-tanda bengong saat jam kuliah. Hal ini berakibat mereka cenderung lebih fokusdengan pacarnya dibandingkan menyimak dosen yang lagi menjelaskan materi.

Demi menghindari hal yang tak diinginkan, membuat perencanaan ketemu sama pacar harus disesuaikan secara matang dan terorganisir. Satu hal lagi, pacaran boleh dilakukan sepuasnya asalkan kuliah jangan sampai ditinggalkan begitu saja.

Dari kelima alasan tersebut, faktor utama mahasiswa abadi tidak segera lulus sebenarnya terletak pada pola pikirnya. Mereka berpikir bahwa lulus terlalu cepat akan menjadi beban di masa depan. Hal ini mulai terbukti ketika dari sekian mahasiswa yang sudah bergelar sarjana hanya sedikit saja mereka yang benar-benar diterima kerja. Sisanya mereka harus menanggung malu berakhir sebagai pengangguran.

Terkadang pendapat mahasiswa abadi tentang kehidupan pasca kuliah mungkin benar adanya.Namun ingat, hal tersebut tentu tak boleh kamu gunakan sebagai pembenaran untuk menunda kelulusan. Tetaplah berusaha semaksimal mungkin.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags