1. Home
  2. »
  3. Creator
13 Juli 2020 15:48

4 Persoalan yang dialami mahasiswa akibat pandemi Covid-19

Bukan hanya dari beban banyaknya tugas, kehidupan sosial mahasiswa juga menjadi sangat terganggu. Gorky William
Foto: Jan Vašek dari Pixabay

Selama pandemi Covid-19 ini, seluruh umat manusia dalam berbagai bidang mengalami banyak penderitaan. Bukan hanya kaum pekerja, pegawai dan perusahaan, melainkan mahasiswa juga ikutmerasakan dampaknya.

Sebelum pandemi terjadi, mahasiswa pun telah mengalami banyakpersoalan, seperti bertemu dosen killer, senioritas, tugas kuliah, presentasi, urusan organisasi, dan masih banyak lagi. Saat pandemi terjadi mahasiswa sangat bahagia karena merasa belajar di rumah layaknya liburan. Pada awalnya semua berjalan dengan tenang sampai seluruh tugas bertambah beberapa kali lipat.


Bukan hanya dari beban banyaknya tugas, kehidupan sosial mahasiswa juga menjadi sangat terganggu. Berikut ini adalah persoalan yang dialami mahasiswa akibat pandemi.

1. Jaringaninternet yang menguras biaya.

Saat kuliah daring, yang perlu diperhatikan adalah jaringan internet. Biaya untuk mengakses internet yang awalnya dianggap murah kini terasa sangat mahal, terutama saat tatap muka daring dilakukan.

Bagimahasiswa yang memiliki wi-fi sendiri di rumah tentu itu bukan hal sulit, namun bagi para pengguna paket data internet tentu saja hal tersebut adalah penderitaan besar. Harga paket data tidaklah murah, terutama untuk tatap muka online. Mahasiswa yang tidak memiliki uang ataupun keluarganya memiliki kesulitan ekonomi sangat terbebani dengan hal ini. Belum lagi ditambah jaringan yang sering kali mengalami gangguan. Materi yang didapatkan pun hanya setengah-setengah.

2. Kuliahdaringterasa lebih monoton.

Kuliah daring terasa lebih monoton. Dosen tidak dapat memberikan jokes yang memberikandorongan untuk mempelajari materi. Kadang dosen hanya mengirimkan dokumen lalu memberikan tugas. Memang materinya hanya perlu membaca, namun justru karena itu kuliahmenjadi lebih monoton.Sebagian besarmahasiswa belajar dari mendengar dan membaca. Bila hanya dengan membaca saja, tentu saja akan menjadikegiatan yang membosankan.

3. Tidakada komunikasi langsung dengan teman.

Mahasiswa sangat perlu komunikasi, terutama dengan sesamanya. Canda tawa dari rekan-rekan sangat menghibur, terutama bila beban yang sangat berat menghampiri. Suara dari teman-teman menjadi suatu penyemangat tersendiri.Akibat pandemi ini semua hanya melalui chatdan komunikasi tatap muka hampir tk pernah terjadi.

4. Tugasyang datang bertubi-tubi.

Setiap hari akan ada tugas. Belum selesai tugas yang satu, tugas yang lain berdatangan. Kuliah daring yang dianggap seperti akan menjadi seperti liburan ternyata diluar ekspektasi. Stres tidak dapat dihindari.

Ini karena mau tidak mau dosen harus memberikan banyak tugassebab tidaknya ada tatap muka. Sehingga penilaian terhadap sikap dan keaktifan tidak bisa dilakukan. Sikap dan keaktifan sangat membantu dalam mata kuliah yang cukup sulit. Akibat pandemi, sistem tersebut sulit untuk dilakukan.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags