1. Home
  2. ยป
  3. Creator
20 Agustus 2018 17:23

4 percobaan psikologi yang membuktikan manusia bisa menjadi kejam

Hingga ada yang terpaksa membunuh karena perintah atasan Asrizal

Psikologi adalah cabang ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia. Dari cabang ilmu ini lah kita bisa mengetahui kenapa seseorang bisa marah, mengapa seseorang mengalami depresi, dan bagaimana anak - anak bisa memiliki prilaku agresif.


Untuk mengetahui semua itu, para profesor Psikologi perlu melakukan sebuah percobaan atau eksperimen untuk membuktikan hipotesa mereka mengenai prilaku tertentu.



Berikut 4 eksperimen psikologi yang membuktikan manusia bisa jadi kejam. Apa saja? Yuk dah simak di bawah ini!


1. Bystander effect


Pernahkah kamu pergi dengan sepeda atau motor tiba - tiba kamu terjatuh dan tidak ada yang menolong? Tenang fenomena ini bisa dijelaskan secara ilmiah.


Berlatar sebuah pembunuhan seorang gadis ditahun 1964 dimana 37 saksi mata mengetahui kejadian keji itu tetapi tidak ada satupun yang menolong. Membuat peneliti bernama Derley dan Latene melakukan sebuah eksperimen.


Dikutip dari jurnal mereka yang berjudul "BYSTANDER INTERVENTION IN EMERGENCIES: DIFFUSION OF RESPONSIBILITY" tersebut dikemukakan bahwa semakin banyak orang yang menjadi "penonton" pada suatu kejadian maka semakin sedikit saksi mata tersebut ingin membantu dan sebaliknya.


2. Standford prison


Pada tahun 1971, Philip Zimbardo, Craig Haney dan Curtis Banks melakukan penelitian dengan melibatkan beberapa orang yang sehat secara fisik dan psikologis serta tidak memiliki catatan kriminal akan dibagi menjadi 2 kelompok yaitu sebagai sipir dan tahanan.

Zimbardo menggunakan basement kampus Standford untuk dijadikan sebagai "penjara". Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan prilaku orang normal ketika dihadapkan kondisi tertentu.
Rencananya penelitian ini akan berlangsung selama 14 hari namun percobaan dihentikan pada hari ke-6, karena para "sipir penjara" semakin brutal dan kejam sedangkan "tahanan" mengalami tekanan emosional.


3. Bobodoll


Penitian yang dilakukan oleh Abert Bandura pada tahun 1960-an. Untuk melihat dampak melihat tayangan kekerasan pada anak.
Dalam penelitian bandura membagi 3 kelompok, kelompok anak pertama melihat tayangan kekerasan seperti memukul menendang dan lain - lain. Kelompok ke 2 melihat tayangan model yang memeluk boneka bobo. Dan kelompok anak terakhir melihat tayangan model tidak melakukan apa - apa.


Hasil dari percobaan ini ialah setiap kelompok anak meniru setiap adegan yang ditonton oleh mereka. Dari eksperimen ini Bandura menarik kesimpulan bahwa proses belajar prilaku anak diperoleh dari peniruan prilaku yang merupakan hasil pengamatan mereka hasil pengamatan mereka. Dan dari penelitian ini kita dapat menarik kesimpulan bahwa kita perlu mengawasi anak - anak atau mungkin adik kita dari tontonan kekerasan dan acara alay.


4. Millgram


Apakah kamu patuh ketika atasanmu menyuruh kamu untuk membunuh atau berbuat keji lainnya?. Pasti jawaban kamu akan mengatakan "tidak!!". Tetapi eksperimen yang dilakukan Millgram menunjukkan hal yang sebaliknya.


Eksperimen ini bermula dari ketertarikan Millgram terhadap Adolf Eichman seorang Nazi yang di sidang karena pembantaian bangsa yahudi yang ia lakukan, namun ia berdalih ia hanya mengikuti perintah atasannya. Dalam percobaan tersebut partisipan diperintahkan oleh milgram sebagai atasan untuk membaca soal yang akan dijawab oleh learner yang merupakan aktor yang sudah disiapkan oleh milgram. Jika learner menjawab salah, maka akan di "setrum" oleh partisipan. Setiap kali membuat kesalahan, hukuman dinaikkan 15 volt sampai pada batas tertinggi 450 volt dan diberi tanda "XXX" walaupun pada kenyataannya kelompok learner sama sekali tidak menerima kejutan listrik. Hasil penelitian ini mengejutkan, 65 % partisipan mematuhi perintah milgram dengan memberikan hukuman dengan degangan listrik tertinggi yaitu 450 Volt.

(brl/red)

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags