1. Home
  2. ยป
  3. Creator
25 Januari 2019 13:03

3 Jejak suara di angkasa ini tidak terdengar oleh manusia

Apa iya kalau kita teriak di Angkasa, tidak ada seorang pun yang mendengar? Setyo Ari Cahyono

Di luar angkasa tidak ada yang seseorang yang bisa mendengarmu berteriak karena suara tidak bergerak melalui ruang hampa udara. Pernyataan itu tidak sepenuhnya benar.


Angkasa tidaklah benar-benar seragam dalam kehampaan. Angkasa dipenuhi dengan banyak "barang". Di antara bintang-bintang, ada awan gas dan debu. Awan-awan ini bisa jadi merupakan sisa bintang-bintang tua yang terledak keluar dalam nyala api dan mereka adalah daerah tempat terbentuknya bintang-bintang baru.Beberapa dari gas antar-bintang itu cukup (padat) untuk menghantarkan gelombang suara, hanya saja tidak terdengar oleh telinga manusia.

Bagaimanasuara bisa terdengar?

Saat benda bergerak -seperti senar gitar yang bergetar atau petasan meledak- itu akan mendorong molekul udara yang terdekat dengannya. Molekul yang dipindahkan akan bertabrakan dengan (molekul) tetangga mereka, dan kemudian molekul yang dipindahkan itu bertabrakan lagi dengan tetangga lain. Gerakan itu berjalan di udara sebagai gelombang. Ketika gelombang mencapai telinga, kita menerjemahkannya sebagai suara.

Ketika gelombang suara melewati udara, tekanan udara di tempat tertentu akan berosilasi (bergejolak) naik dan turun; (analoginya seperti permukaan air beriak lebih dalam atau lebih dangkal saat batu dijatuhkan di atasnya).

Waktu antaraosilasi (getaran suara) itu disebut frekuensi suara, dan diukur dalam satuan yang disebut Hertz.1 Hertz = 1 osilasi per detik. Jarak antara "puncak" tekanan tinggi disebut panjang gelombang suara. Gelombang suara hanya bisa bergerak melalui medium jika panjang gelombangnya melebihi jarak rata-rata antar partikel.

Ahli fisika menyebutnya "mean free path" - (jalur bebas rata-rata) merupakan jarak rerata yang dapat dilalui molekul setelah bertabrakan dengan satu molekul dan sebelum bertabrakan dengan molekul berikutnya.

Media yang lebih padat dapat membawa suara dengan panjang gelombang lebih pendek, dan sebaliknya.Suara dengan panjang gelombang yang lebih panjang, memiliki frekuensi yang lebih rendah, kita kenal sebagai nada rendah.

Dalam media gas dengan jalur bebas rata-rata lebih besar dari 17 m (panjang gelombang suara dengan frekuensi 20 Hz), gelombang yang merambat menjadi frekuensi terlalu rendah bagi manusia untuk mendengarnya. Gelombang ini disebut infrasonik. Manusia tida bisa mendengar suara dengan frekuensi

Ada 3 jejak suara di angkasa (yang tidak terdengar manusia).

1.Blackhole Song (Senandung Lubang Hitam).

Pada tahun 2003, Teleskop Chandra-X NASA menangkap suara dari Lubang Cincin Perseus berjarak 250 juta tahun cahaya (1 detik cahaya = 29.972 km), berfrekuensi super-rendah, yaitu BFlat - 57 Oktaf di bawah suara terendah, sekitar satu juta miliar kali (1.000.000.000.000.000 x) lebih rendah dari frekuensi terendah yang mampu kita dengar (Dalam musik,1 oktafadalah interval antara suatu not dengan not lain dengan frekuensi dua kalinya).

Suara terendah yang bisa manusia dengar memiliki siklus 1 osilasi per 20 detik.Lubang Hitam Perseusmemiliki siklus sekitar 1 osilasi per 10.000.000 tahun. Dan ini terus dimainkan sepanjang waktu.

Teleskop Chandra X-NASA menemukan pola dalam gas yang mengisi Perseus Cluster, yaitucincin konsentris terang dan gelap, seperti riak air di dalam kolam.

Para ahli astrofisika mengatakanriak-riak itu adalah jejak gelombang suara frekuensi yang sangat rendah; cincin yang lebih cerah adalah puncak gelombang, disana ada tekanan terbesar gas. Cincin yang lebih gelap adalah palung gelombang suara, di mana tekanannya lebih rendah.

Gas panas dan magnet berputar di sekitar lubang hitam (black hole), mirip seperti riak air yang berputar-putar di sungai. Suara intergalaksimendalam dan rendah ini dibawa melaluiBlackhole Perseusselama ratusan ribu tahun cahaya(dari asalnya), tetapi suara hanya dapat melakukan perjalanan jauh jika ada cukup gas untuk menghantarkannya, sehingga"drone"infra-soundPerseusberhenti di tepi awan gas yang mengisi gugusan galaksi.

Itu berarti kita tidak dapat mendeteksi suara di Bumi ini; kita hanya bisa melihat efeknya pada awan gas. Sepertinya kita menatap ke ruang angkasa yang kedap suara.

2. Groaning Planet (Suara Bumi Mengerang).

Jangan jauh-jauh, coba di rumah kita sekarang. Bumi kita membuat erangan yang dalam setiap kali keraknya bergeser, dan kadang-kadang suara frekuensi rendah itu terbawa ke ruang angkasa.

Selama gempa bumi, goncangan tanah dapat menghasilkan getaran di atmosfer, dengan frekuensi antara 1-5 Hz.Jika gempa cukup kuat, ia dapat mengirimgelombang infrasoniknaik melaluiatmosferke tepi ruang angkasa.

Tidak ada batas yang jelas di mana atmosfer Bumi berhenti dan ruang angkasa (hampa udara) dimulai. Karena udara sedikit demi sedikit menipis sampai akhirnya tidak ada.

Dari sekitar 80 - 550 km (50- 342 mil) di atas permukaan Bumi, jalur bebas rata-rata molekul hanya sekitar 1 Km (0,6 mil). Itu berarti udara pada ketinggian ini sekitar 59 kali terlalu tipis untuk dapat dilalui oleh gelombang suara yang dapat didengar, tetapi dapat membawa gelombang infrasonik yang lebih panjang.

Ketika gempa berkekuatan 9.0 Richter mengguncang pantai Jepang pada Maret 2011, Seismograf (alat pengukur getaran gempa) di seluruh dunia mencatat bagaimana gelombang itu melewati Bumi, dan itu juga memicu getaran frekuensi rendah di atmosfer.

Getaran atmosfer itu bergerak jauh ke arah satelit milikEuropean Space Agency,yang bernama GOCE. Mereka memetakan gravitasi Bumi dari orbit terendah, 270 kilometer di atas permukaan. Dansatelit ternyata merekam gelombang suara yang dihasilkan dari bencana tsunami itu.

GOCE memiliki akselerometer sangat sensitif,yang mengendalikan mesin ion supaya menjaga satelit dalam orbit yang stabil. Pada tanggal 11 Maret 2011, akselerometer GOCE mendeteksi perpindahan vertikal di atmosfer yang sangat tipis di sekitar satelit, bersamaan dengan pergeseran udara, ketika gelombang suara dari gempa bumi lewat.

3. Sound of Big-Bang (Suara munculnya alam semesta).

Jika kita bisa melakukan perjalanan waktu kembali ke masa 760.000 tahun pertama setelah Big Bang (ledakan pertama pembentuk alam semesta), kita akan banyak mendengar suara infrasonik, yang berasal dari semesta yang sedang tumbuh.

Pada masa itu, materi di alam semesta masih cukup padat sehingga gelombang suara dapat melewatinya, dan mereka melakukannya.Foton (partikel kecil cahaya)pertama mulai melakukan perjalanan melalui alam semesta sebagai cahaya.Pada akhirnya benda-benda mulai dingin setelah Big Bang sehingga memungkinkan partikel-partikel subatom mengendap menjadi atom.

Sebelum pendinginan itu terjadi, alam semesta penuh dengan partikel bermuatanpositif (proton)dan bermuatannegatif (elektron)yang dapat menyerap dan menyebarkan foton.

Ketika proton dan neutron mulai membentuk atom bermuatan netral, cahaya bebas muncul bersinar di semua tempat.Saat ini cahaya itu telah mencapai angkasa kita sebagai pancaran samar gelombang mikro, yang hanya terlihat oleh teleskop radio yang sangat sensitif.

Fisikawan menyebutnyacosmic microwave background (latar belakang gelombang mikro-kosmik) inilah cahaya tertua dan konon berisi rekaman suara tertua di alam semesta. Mohon diingat, gelombang suara berjalan di udara (atau gas antar bintang) sebagai osilasi dalam tekanan.

Saat kita menekan gas, gas akan menjadi lebih panas; dalam skala sangat besar, seperti itulah bentuk bintang (matahari). Dan ketika gas mengembang, ia akan menjadi dingin.

Gelombang suara bergerak di awal alam semesta menyebabkan terbentuknya variasi tekanan yang samar dalam (medium) gas, dan meninggalkan jejak variasi suhu yang terukir di latar belakang gelombang mikro-kosmik.

Dengan menggunakanvariasi suhu itu, fisikawanJohn G. Cramerberhasil merekonstruksi suara-suara alam semesta saat pertama mengembang. Dia menggandakan frekuensi dengan faktor 10^26 hanya untuk membuatnya terdengar oleh telinga manusia.

Terjawab sudah teka-teki jika sebenarnya suara di ruang angkasa bisa terdengar meskipun terlalu rendah frekuensinya untuk telinga manusia. Bisa jadi makhluk dengan kemampuan super saja yang bisa mendengarkannya.

(brl/red)

Source:

SHARE NOW
EXPLORE BRILIO!
MOST POPULAR
Today Tags