Brilio.net - Bagi kamu yang suka berkunjung ke museum, ada baiknya kamu menyempatkan diri untuk berkunjung ke museum ini. Di bantaran Kali Code Yogyakarta, tepatnya di area bawah Jembatan Gondolayu, kamu akan menemukan sebuah museum yang tidak biasa.

Kalau umumnya museum berisi dengan barang-barang peninggalan bersejarah, maka kamu akan terkejut saat berkunjung ke museum ini. Museum Romo Mangun, begitulah masyarakat menyebut museum ini. Museum Romo Mangun didirikan oleh masyarakat yang bermukim di sekitar bantaran Kali Code. Keberadaan museum ini untuk mengenang sekaligus sebagai tonggak utama dalam melanjutkan perjuangann YB Mangunwijaya dalam membuat lingkungan Kali Code yang bersih dan menjadi panutan serta tujuan wisata.

Romo Mangun menjadi sosok istimewa untuk masyarakat yang tinggal di sekitaran bantaran Kali Code. Romo Mangun terkenal sebagai aktivis yang memperjuangkan kehidupan masyarakat di daerah Kali Code. Bahkan dia berhasil mengubah Kali Code dengan tertata bersih.

Tak tanggung-tanggung, upaya dari Romo Mangun dalam membangun lingkungan Kali Code sebagai kampung yang bersih mendapatkan pengakuan dari dunia internasional. Tahun 1992 Kali Code mendapatkan penghargaan dari Aga Khan Award. Aga Khan Award sendiri merupakan penghargaan paling bergengsi di dunia bagi karya-karya arsitektural yang memberikan sumbangsi luar biasa.

"Museum ini kami bangun setelah Romo meninggal, tidak ada artefak atau peninggalan bersejarah milik Romo. Tapi sepanjang bantaran inilah yang menjadi artefak bersejarah dari Romo," jelas Pewe, salah seorang volunteer yang mengabdikan diri di museum Romo Mangun, kepada brilio.net, Selasa (24/3).

Meski namanya adalah museum Romo Mangun, jangan berharap untuk menemui peninggalan ataupun arsip dari sang budayawan. Museum ini tidaklah menyimpan artefak ataupun foto-foto.

Unik, museum ini tidak memiliki benda peninggalan bersejarah

Bagi masyarakat Kali Code, keberadaan perkampungan Kali Code ini merupakan kekayaan utama dari museum ini. Mereka melakukan pengajaran, sanggar seni, perawatan lingkungan dan berbagai kegiatan pengembangan kreativitas masyarakat. Bahkan museum ini memiliki sebuah perpustakaan yang menjadi tempat belajar anak-anak kampung yang tidak mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan.

"Museum Romo Mangun adalah museum hidup, sepanjang kampung inilah yang menjadi artefak, ini adalah karya dari Romo yang akan selalu kami perjuangkan," ujar Slamet, Ketua RT setempat.

Unik, museum ini tidak memiliki benda peninggalan bersejarah

Unik, museum ini tidak memiliki benda peninggalan bersejarah