Brilio.net - Namanya Ilhan Erda, berusia 26 tahun dan tinggal di kota kecil di pesisir selatan Jawa Tengah, tepatnya di Purworejo. Namanya memang belum setenar Raditya Dika atau bahkan Alitt Susanto, blogger dan penulis kondang dari Jogja. Tapi buku karya pemuda ini menjadi salah satu koleksi perpustakaan Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Buku berjudul Ralita dan Tora ini berisi tentang kumpulan cerpen dari Erda dan enam rekannya yang berasal dari Kebumen (Jateng), Jakarta, Depok (Jabar), Purwokerto (Jateng), Surabaya (Jatim), dan Mojokerto (Jatim). Menurut Erda, buku ke-9 karyanya ini banyak berisi kritik tentang hal-hal di sekitar. "Banyak kritik-kritik tentang pendidikan, ada juga kritik tentang budaya," ujarnya saat di temui brilio.net di rumahnya di Plaosan Baledono, Minggu (12/4).

Awal mula bukunya bisa menjadi koleksi perpustakaan Kedutaan Besar Inggris itu karena kedekatannya dengan beberapa orang dari kedubes tersebut. "Ketika itu kita ngobrol-ngobrol, terus ditanya saya punya karya apa. Saya jawab ada buku yang baru saya selesaikan dan mereka meminta beberapa buah. Kemarin sudah saya kirim lima eksemplar," ceritanya.

Pemuda yang mengaku tidak menyelesaikan kuliahnya di fakultas hukum salah satu universitas di Semarang ini menuturkan, bukunya kali ini diedarkan secara indie. "Ada beberapa buku yang lewat percetakan besar, tapi yang terakhir ini indie. Jadi sirkulasinya kita atur sendiri, pusing-pusing sendiri," kelakar Erda.

Buku yang diselesaikan hanya dalam waktu satu bulan tersebut sampai sekarang telah terjual sekitar 200 eksemplar. Di kamarnya memang terdapat beberapa tumpukan bungkusan buku yang akan dikirim ke pembeli dan beberapa penulis. "Ya ini masih dikemas sendiri, ada beberapa pesanan juga mau kukirim ke Merry Riana," katanya ramah

Dalam waktu dekat, dia mempunyai proyek untuk menulis buku lagi dan berkolaborasi dengan beberapa nama tenar. "Ya ada ini lagi di godog dengan si itu, itu, dan itu. Nanti saja biar surprise," tutupnya sambil berteka-teki. Maju terus Erda!