Brilio.net - Momen pemakaman yang semestinya berjalan hening berubah menjadi rusak akibat cahaya terang kamera. Kamera-kamera ini berasal dari sebuah komunitas yang menamakan dirinya sebagai komunitas selfie dengan almarhum.

Komunitas aneh ini baru terbentuk akhir-akhir ini di sebuah media sosial VK semacam Facebook-nya orang Rusia. Ada sekitar 500 anggota yang tergabung di dalamnya. Isinya merupakan orang-orang yang berfoto dengan para almarhum sesaat sebelum dimakamkan di liang lahat.

Komunitas ini kemudian mendapat kecaman dari beberapa masyarakat setelah mereka mengadakan sebuah kompetisi. Kompetisi ini memberikan hadiah uang sebesar Rp 800.000 untuk foto selfie terbaik dengan almarhum.

Beberapa orang yang geram kemudian melaporkan komunitas ini ke polisi dengan alasan mengganggu dan tidak hormat dengan keluarga almarhum.

"Kami sedang bekerja untuk melakukan penyelidikan apakah komunitas ini dikendalikan oleh beberapa orang atau satu orang," ujar juru bicara kepolisian, Syktyvkar Alexander dikutip dari dailymail, Selasa (18/5).

Dalam laman media sosialnya, diketahui bahwa admin dari komunitas ini adalah seorang pria berusia 28 tahun, Alfred Polyakof.

Komunitas ini hobi berfoto dengan mayat, serem!

"Kami punya beberapa syarat untuk kompetisi ini. Pertama peserta selfie tidak boleh di bawah umur. Kedua kita akan mempublikasikan foto ini jika keluarga orang yang meninggal menandatangani sebuah surat yang berisi mereka tidak keberatan," klarifikasi Alfred.

Menurutnya tidak ada yang salah dengan komunitas ini karena ini suatu jalan unik untuk mengantarkan orang terkasih menuju alam yang berbeda. "Kematian adalah awal dari kehidupan baru," pungkas Alfred.