Brilio.net - Masih ingat dengan kehebohan lukisan "Berdzikir Bersama Inul" dengan banderol Rp 75 juta yang di pajang di lokasi pameran Pekan Muharram 1424 H, tepatnya awal maret 2003 di Masjid Agung Al Akbar, Surabaya? Lukisan tersebut adalah karya KH Mustofa Bisri atau Gus Mus.

Sempat diberitakan, lukisan Berdzikir Bersama Inul memancing emosi sebagian warga Surabaya. Akibatnya, Masjid Al Akbar yang masih baru itu pun diancam dibakar. Waduh.

Selain lukisan tersebut, Gus Mus juga memamerkan lukisannya yang berjudul Ayat Kursi dan Allah. Dan kedua lukisan itu juga dibanderol dengan harga sama dengan lukisan Inul, yaitu Rp 75 juta.

Bagaimana tanggapan Gus Mus tentang kontroversi yang timbul dari lukisannya "Berdzikir Bersama Inul" tersebut?

"Lukisan itu tergantung yang melihat, negeri kita itu banyak semuanya serba daging, orang terlalu memuja daging berlebihan sampai lupa kepada jiwa," ujar Gus Mus menjelaskan.

Menurut Gus Mus berdzikir itu tidak bisa hanya dengan daging saja, dzikir itu daging dan ruh. Ada yang shalat rajin, berangkat haji setiap tahun tapi juga rajin berkorupsi, berarti shalat dan hajinya itu daging.