Brilio.net - Sebagai orang Indonesia, tak ada yang tidak mengenal mata uang Rupiah. Tapi, tidak semua tahu bagaimana sejarah pemakaian nama "Rupiah" untuk mata uang Indonesia ini. Nah, bagaimana sih ceritanya "Rupiah" dipilih sebagai nama mata uang Indonesia?

Selama ini banyak orang menduga bahwa nama "Rupiah" berasal dari kata "Rupee" yang merupakan mata uang negara India. Namun, menurut sejarawan yang banyak meneliti tentang sejarah uang Indonesia, Adi Pratomo (63), "Rupiah" sebenarnya berasal dari kata "rupia" yang memiliki arti "perak" dalam bahasa Mongolia. Waktu itu, Mongolia di bawah Genghis Khan dilanjutkan Timur Leng dan Kubilai Khan, melakukan serangkaian invasi sampai ke negara-negara selatan. Di antaranya India, Afghanistan, dan Pakistan serta negara utara, bahkan Rusia dan beberapa negara Eropa lainnya.

Nama "rupia" kemudian menyebar. Sebab, negara-negara bekas jajahan Mongolia itu melakukan perdagangan ke berbagai belahan dunia, termasuk Nusantara. "Jadi sebenarnya Rupee itu adalah saudaranya Rupiah, juga Rubel mata uang Rusia karena ketiganya berasal dari satuan uang yang sama yaitu Rupia," ujar Adi yang juga mantan dosen UGM Yogyakarta, Rabu (27/5).

Atas dasar itulah Adi menolak jika ada anggapan bahwa Rupiah berasal dari satuan uang India, Rupee. Meskipun kedua mata uang tersebut sejatinya sama, hanya pelafalannya saja yang berbeda. Pada awal 1500-an, ketika kolonialisme Eropa mulai mekar di Asia dan Afrika, perbedaan itu muncul. Inggris lantas melafalkan Rupia menjadi Rupee, Prancis (Rouple), Jerman (Rupie), dan Portugis tetap melafalkan Rupia.

Kata Rupiah paling dekat dengan lafal Portugis. Alasannya, bahasa Indonesia mengambil bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan. Sedangkan bangsa Portugis menjajah cukup lama di Indonesia tepatnya 130 tahun (1511-1641) di Malaka. Penambahan huruf H di belakang adalah menyesuaikan dengan lidah orang Indonesia.