Brilio.net - Kabar keandalan para penerbang TNI Angkatan Udara bukan sekadar omong kosong untuk membangkitkan nasionalisme. Tapi, ini benar adanya. Bahkan, kemampuan ini sudah teruji sejak masa-masa awal lahirnya TNI AU.

Sejarah mencatat bahwa penerbangan pertama oleh orang Indonesia dilakukan pada 10 Oktober 1945 dengan pelakunya adalah Agustinus Adisutjipto. Nama yang sama ini pula tercatat sebagai orang Indonesia pertama yang berhasil mendapatkan brevet penerbang sekolah penerbang militer.

Adisutjipto terbang dengan pesawat warisan Jepang, Nishikoren, pada 10 Oktober 1945. Pesawat ini sudah sangat tidak layak diterbangkan. Ini pesawat rongsokan perang. Ketika itu, ada banyak pesawat peninggalan Jepang yang tidak bisa terbang. Selanjutnya, oleh orang-orang Indonesia, pesawat-pesawat itu diperbaiki. Tidak semua bisa karena terlalu parah kerusakannya. Salah satu yang berhasil adalah Nishikoren yang kemudian diterbangkan Adisujtipto.

Kondisi ini masih berlangsung ketika Adisujtipto membuka sekolah penerbangan di Maguwo, Yogyakarta, Desember 1945. Dari sekitar 50-an pesawat, hanya ada 27 pesawat yang berhasil diperbaiki, di antaranya jenis Nishikoren, dan Cureng. Pesawat ini menjadi modal untuk mendidik calon-calon penerbang, sekaligus digunakan untuk penyerangan markas-markas Belanda pada masa itu.

Meski bermodal pesawat rongsokan, tapi putra-putra terbaik bangsa berhasil lulus jadi penerbang. Pada angkatan pertama ini, ada 31 siswa. "Kalian menerbangkan peti mati," ujar para penerbang Kerajaan Inggris yang mengunjungi Lanud Maguwo Yogyakarta tahun 1945, seperti dituliskan dalam buku Bakti TNI Angkatan Udara 1946-2003.