Brilio.net - Jika kalian melintas di Jalan Jogja-Solo tepatnya di daerah Kalasan, kamu bisa melihat sebagian dari bangunan candi Buddha yang tertua di Jogja, Candi Kalasan. Candi yang satu konseptor dengan Candi Borobudur ini berada tak jauh dari jalan raya.

Kurang lebih satu bulan ini Candi Kalasan dikelilingi oleh besi penopang bak tangga, tampak banyak pekerja yang beristirahat di jeda siang hari. "Ada penelitian, kurang lebih sebulan ini, katanya bocor soalnya di atas kan tidak ada stupanya" tutur salah satu pekerja yang tidak mau disebutkan namanya kepada brilio.net, Jumat (28/5).

Candi Kalasan bocor kemasukan air! Memangnya candi punya atap?

Hal itu juga diamini oleh seorang satpam yang bertugas. Ia mengatakan bahwa ada penelitian yang dilakukan belum lama ini, "Ada yang bocor jika hujan" tegasnya.

Candi Kalasan tidak memiliki stupa dan lubang bagian atas hanya ditutup dengan lapisan polikarbonat, maka air hujan bisa masuk ke candi hingga bagian bawah. Ada yang merembes melalui sela-sela batu adapula yang masuk melalui ruang antara polikarbonat dengan batu bagian atas.

Kandungan kapur di bebatuan candi yang terkena air hujan menyebabkan jadi senyawa atau penggaraman, maka lambat laun batu mengelupas dan melapuk. Kondisi itu semakin diperparah dengan air tanah yang saat musim hujan kerap menggenangi kawasan candi.

Candi Kalasan memiliki ketinggian 35 meter dari permukaan tanah. Salah satu keunikan yang membedakan Candi Kalasan dengan candi lainnya terletak pada struktur relief yang dilapisi brajalepa. Lapisan ini membuat relief menjadi mengkilat terutama jika terkena paparan sinar bulan purnama.